Erythromycin (Alias: Eritromisin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 30 Jan 2019
Erythromycin digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri.
Erythromycin dapat mengobati berbagai jenis infeksi bakteri.

Merk dagang yang beredar:

Dothrocyn, Erysanbe, Narlecin, Trovilon.

Erythromycin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri di bagian tubuh seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan difteri. Erythromycin termasuk golongan obat antibiotik makrolida. Obat ini bekerja dengan cara membunuh bakteri dan mencegah pertumbuhannya.

Erythromycin (Eritromisin)
Golongan

Antibiotik makrolid

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet dan kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Infeksi berat

  • Dewasa: Sebagai erythromycin lactobionate: 15-20 mg/kg setiap hari, hingga 4 g/kg setiap hari pada infeksi berat. Dapat diberikan sebagai infus intermiten terus menerus atau 6 jam selama 20-60 menit. Ganti dengan eritromisin oral sesegera mungkin.
  • Anak: 12,5 mg/kg 4 kali sehari. Dosis dapat diberikan 2 kali lipat dari sebelumnya pada infeksi berat. 0-1 hingga 10-15 mg/kg tiga kali sehari.

Infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit

  • Dewasa: 1-2 g setiap hari, dalam 2-4 dosis terbagi ditingkatkan hingga 4 g setiap hari untuk infeksi berat. Dosis lebih dari 1 g harus diberikan lebih dari 2 dosis terbagi.
  • Anak: 30-50 mg/kg sehari, dalam 2-4 dosis terbagi, dapat diberikan 2 kali dalam kasus yang berat. Untuk anak berusia kurang dari 2 tahun, 500 mg setiap hari dalam dosis terbagi; Untuk anak berusia 2-8 tahun, 1 g setiap hari dalam dosis terbagi.

Aturan pakai Erythromycin dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat erythromycin sebelum mengonsumsinya. Obat ini dikonsumsi saat perut kosong atau sesuai petunjuk. Sebaiknya obat dikonsumsi 2 jam sebelum makan.

Dosis akan diberikan sesuai indikasi medis. Konsumsi obat ini hingga selesai. Jika menghentikan pemakaian obat ini sebelum waktu yang ditentukan, bakteri mungkin akan muncul kembali. Beri tahu dokter jika kondisi semakin memburuk.

Efek Samping

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping tertentu. Efek samping memang belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, efek samping yang berlebihan harus segera mendapatkan penanganan medis.

Obat erythromycin dapat menyebabkan efek samping berupa diare, mual, sakit perut, muntah, hingga kehilangan nafsu makan. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping berikut ini yang meski jarang terjadi, tapi serius.

  • Kelelahan yang tidak biasa
  • Gangguan pendengaran
  • Artikulasi bicara yang tidak jelas
  • Kelemahan otot

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika mengalami efek lain, tanyakan kepada tenaga medis.

Peringatan

Berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat, termasuk jika Anda memiliki kondisi medis berupa:

  • Kerusakan hati
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit otot
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap antibiotik golongan makrolida lainnya (azitromisin, klindamisin, klaritromisin)
  • Pasien menerima astemizole, primozide

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi mungkin akan terjadi jika erythromycin dikonsumsi bersamaan obat lain. Jika ingin menggunakannya bersamaan obat lain, berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter akan mengganti dosisnya.

Mengonsumsi obat erythromycin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan sejumlah interaksi. Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu, jika digunakan bersama dengan erythromycin.

Jenis Obat

Interaksi

Antikoagulan oral

Peningkatan pendarahan

Cimetidine

Peningkatan efektivitas eritromisin

Teofilin

Penurunan efektivitas eritromisin

Selain itu, risiko penggunaan obat akan meningkat jika digunakan bersamaan toksisitas colchicine.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/erythromycin-oral-route/description/drg-20075495
Diakses pada 14 November 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/erythromycin
Diakses pada 14 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3959-15/erythromycin-oral/erythromycin-base-erythromycin-stearate-oral/details
Diakses pada 14 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top