Erysanbe Kaplet 500 mg

16 Sep 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (500 mg)
Produsen
Sanbe Farma
Erysanbe kaplet adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperi infeksi pada saluran kemih, infeksi saluran pernapasan, dan infeksi kulit. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Erysanbe kaplet mengandung zat aktif eritromisin.

Mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti pada:

Eritromisin merupakan antibiotik yang memiliki aktivitas sebagai bakteriostatik atau mampu menghambat pertumbuhan bakteri, terutama pada konsentrasi yang lebih tinggi. Eritromisin bekerja dengan mengikat subunit 50-an dari kompleks rRNA bakteri, sintesis protein dan proses struktur dan fungsi selanjutnya yang penting untuk kehidupan atau replikasi dihambat sehingga pertumbuhan bakteri akan terhambat.

Eritromisin 500 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak dengan berat badan 20 kg ke atas: 1 kaplet sebanyak 2 kali/hari.

Sebaiknya dikonsumsi pada saat perut kosong, dikonsumsi 1 atau 2 jam sesudah makan. Dapat dikonsumsi saat makan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
  • Kram perut.
    Cobalah istirahat dan rileks. Makan dan minum secara perlahan dan makan lebih sedikit dan lebih sering dapat membantu. Menempatkan bantalan panas atau botol air panas tertutup di perut Anda juga dapat membantu. Jika Anda merasa sangat kesakitan, bicarakan dengan apoteker atau dokter Anda.
  • Kehilangan nafsu makan.
    Makanlah saat Anda biasanya merasa lapar. Jika membantu, makanlah dalam porsi kecil yang lebih sering dari biasanya. Konsumsi makanan ringan saat anda merasa lapar.
  • Perut kembung dan gangguan pada saluran pencernaan.
    Usahakan untuk tidak makan makanan yang menyebabkan angin seperti kacang polong, kacang-kacangan, dan bawang bombay. Makan dalam porsi kecil, makan dan minum perlahan, dan olahraga teratur. Konsumsi obat seperti simetikon juga dapat membantu meringankan efek samping ini.
  • Mual.
    Tetaplah makanan sederhana dan jangan makan makanan kaya rasa atau makanan pedas saat Anda minum obat ini. Cobalah untuk mengonsumsi eritromisin bersama makanan atau camilan.
  • Muntah dan diare.
    Minum banyak cairan, minum sedikit-sedikit jika Anda merasa sakit untuk menghindari dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi termasuk buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urin berbau tajam. Jangan minum obat lain tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Pasien yang mengalami detak jantung yang melambat (bradikardi).
  • Pasien yang memiliki kadar kalium rendah dalam tubuh (hipokalemia) atau pasien yang memiliki kadar magnesium rendah dalam tubuh (hipomagnesia).
  • Pasien yang mengonsumsi obat astemizol, terfenadin, cisapride, pimozid, tolterodin, mizolastin, amisulprid, ergotamin atau dihidroergotamin, lovastatin, simvastatin, dan agen antiaritmia Kelas 1A atau III.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap antibiotik golongan makrolida lain seperti klindamisin, azitromisin, dan klaritromisin.
  • Pasien yang mengalami kelemahan otot (myasthenia gravis).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Pasien penderita penyakit jantung koroner.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien yang mengonsumsi obat ini dalam jangka panjang.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Simetidin.
    Penggunaan eritromisin bersama simetidin dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kadar obat dalam plasma.
  • Kontrasepsi.
    Eritromisin dapat menyebabkan penurunan efektivitas dari kontrasepsi.
  • Warfarin.
    Eritromisin dapat meningkatkan efek antikoagulan oral seperti warfarin, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Midazolam.
    Eritromisin dapat meningkatkan kadar obat midazolam dalam plasma.
  • Zopiklon.
    Eritromisin dapat menyebabkan peningkatan efek farmakodinamik dari obat di atas.
  • Simvastatin dan lovastatin.
    Penggunaan eritromisin dengan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya kelemahan otot (rhabdomyolysis).
  • Antiaritmia kelas IA seperti prokainamid atau kuinidin atau Kelas III misalnya amiodaron, sotalol, dofetilid, antiaritmia, cisapride.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan konsentrasi serum dan meningkatkan perpanjangan interval QT.
  • Astemizol, terfenadin, pimozid, tolterodin, mizolastin, dan amisulprid.
    Penggunaan obat di atas dengan eritromisin dapat meningkatan risiko kejadian kardiovaskuler serius.
  • Ergotamin atau dihidroergotamin.
    Eritromisin dapat meningkatkan risiko terjadinya toksisitas ergot akut jika dikonsumsi dengan obat di atas.
  • Verapamil, diltiazem, dan amiodaron.
    Peningkatan risiko hipotensi dengan penghambat saluran Ca yang dimetabolisme oleh CYP3A4 seperti obat di atas.
  • Kolkisin.
    Eritromisin dapat menyebabkan peningkatan yang signifikan pada kadar plasma kolkisin.
  • Rifampisin dan fenitoin.
    Eritromisin dapat menyebabkan penurunan konsentrasi serum dengan penginduksi CYP3A4 seperti obat di atas.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/erysanbe?type=brief&lang=id
Diakses pada 25 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/erythromycin?mtype=generic
Diakses pada 25 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682381.html
Diakses pada 25 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/erythromycin-erythrocin-erythrolar-erythroped
Diakses pada 25 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/erythromycin/
Diakses pada 25 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Benarkah Antibiotik untuk Flu Sebenarnya Tidak Diperlukan?

Antibiotik untuk flu ternyata bisa membawa dampak berbahaya bagi tubuh. Selain itu, penggunaan antibiotik bukanlah langkah tepat untuk menyembuhkan flu. Lantas, bagaimana caranya menyembuhkan flu, tanpa antibiotik?
23 Jun 2020|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Benarkah Antibiotik untuk Flu Sebenarnya Tidak Diperlukan?

Imunisasi Hib adalah Pencegah Meningitis dan Pneumonia pada Bayi, Ini Kelebihannya

Imunisasi HiB adalah pemberian vaksin yang dapat mencegah meningitis maupun pneumonia akibat bakteri HiB. Imunisai ini dilakukan saat bayi berusia 2, 4, dan 6 bulan serta diulang pada usia 18 bulan.
27 Dec 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Imunisasi Hib adalah Pencegah Meningitis dan Pneumonia pada Bayi, Ini Kelebihannya

Hati-hati! Batuk Kering Terus-Menerus Tanda Penyakit Serius

Batuk kering terus menerus tidak boleh diremehkan karena bisa jadi ada masalah kesehatan yang serius, seperti kanker paru-paru, GERD, hingga infeksi saluran pernapasan atas.
14 May 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Hati-hati! Batuk Kering Terus-Menerus Tanda Penyakit Serius