Erlamycetin Tetes Telinga 10 ml

Erlamycetine tetes telinga  adalah obat tetes yang digunakan apabila adanya infeksi pada telinga

Erlamycetine tetes telinga 10 ml

Deskripsi obat

Erlamycetin tetes telinga adalah obat untuk mengatasi infeksi telinga akibat bakteri. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Erlamycetin mengandung zat aktif kloramfenikol.

Erlamycetin Tetes Telinga 10 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 8.600/botol per Maret 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaKloramfenikol.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatAntibiotik kloramfenikol.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 10 ml
ProdusenErela

Informasi zat aktif

Kloramfenikol adalah obat golongan antibiotik yang dapat mengganggu pertumbuhan bakteri dengan cara menghambat sintesis protein dan mengikat subunit 50s ribossom bakteri, sehingga transfer asam amino ke rantai peptida menjadi terhambat.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, kloramfenikol memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan mudah. Dapat diserap secara sistemik setelah pemberian pada mata (oftalmikus).
  • Distribusi : Masuk kedalam cairan mata dan gel yang mengisi ruang antara lensa mata dan retina (vitreous humor). Dapat menyebar secara luas ke sebagian besar jaringan dan cairan tubuh. Dapat melintasi plasenta dan masuk kedalam ASI.
  • Ekskresi: Melalui urin (± 30% sebagai kloramfenikol suksinat yang tidak berubah, serta 5-15% sebagai kloramfenikol). Waktu paruh eliminasi: 1,5-4 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi infeksi telinga secara umum maupun infeksi telinga bagian luar (otitis eksterna) akibat bakteri yang peka terhadap kloramfenikol.

Komposisi obat

Kloramfenikol 1%.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: Teteskan 2-3 tetes sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Teteskan pada telinga yang sakit dan miringkan kepala selama beberapa saat sampai obat masuk dengan baik.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Beristirahat dan minum yang banyak. Hindari konsumsi alkohol teralu banyak. Segera hubungi dokter Anda apabila sakit kepala terus berlanjut.
  • Demam.
  • Reaksi alergi berupa kemerahan pada kulit.

Perhatian Khusus

Tidak untuk digunakan dalam jangka panjang, karena dapat menimbulkan reaksi hipersensitifitas, superinfeksi, serta bakteri menjadi rentan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien hipersensitif terhadap kloramfenikol.
  • Pasien dengan gangguan pada sumsum tulang belakang.
  • Wanita hamil atau ibu menyusui. 

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal penggunaan sebelumnya, segera teteskan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan melanjutkan penggunaan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan dosis lebih dari yang dianjurkan untuk menggantikan dosis yang terlewat, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal penggunaan obat Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Apabila dalam jangka waktu 1 minggu kondisi infeksi telinga Anda tidak kunjung membaik.

MIMS.https://www.mims.com/indonesia/drug/info/chloramphenicol?mtype=generic
Diakses pada 23 Agustus 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/chloramphenicol/
Diakses pada 23 Agustus 2020

Drug Bank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00446
Diakses pada 23 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email