Erlamycetin Salep Mata 3,5 g

17 Jan 2021| Aby Rachman
Ditinjau oleh Ajeng Prahasta
Erlamycetin salep adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri pada mata

Deskripsi obat

Erlamycetin salep mata adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri pada mata, seperti blefaritis, uveitis, (konjungtivitis bernanah, keratitis, trakoma, dan infeksi mata lainnya yang rentan terhadap chloramphenicol. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Erlamycetin adalah salep antibiotik steril yang mengandung chloramphenicol sebagai zat aktifnya. Chloramphenicol adalah antibiotik yang bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri.
Obat ini hanya dapat mengobati infeksi mata akibat bakteri dan tidak akan bekerja untuk jenis infeksi mata lainnya. Penggunaan yang tidak perlu atau penyalahgunaan antibiotik apa pun dapat menyebabkan efektivitasnya menurun.

Erlamycetin Salep Mata 3,5 g
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 10.500/tube per september 2019
Kandungan utamaChloramphenicol.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatAntibiotik kloramfenikol.
Kemasan1 box isi 1 tube @ 3,5 g
ProdusenErela

Informasi zat aktif

Salep mata chloramphenicol adalah obat golongan antibiotik yang dapat mengganggu pertumbuhan bakteri dengan cara menghambat sintesis protein bakteri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chloramphenicol memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan mudah. Dapat diserap secara sistemik setelah pemberian pada mata (oftalmikus).
  • Distribusi : Masuk ke dalam cairan mata dan gel yang mengisi ruang antara lensa mata dan retina. Dapat menyebar secara luas ke sebagian besar jaringan dan cairan tubuh. Dapat melintasi plasenta dan masuk kedalam ASI.
  • Ekskresi: Melalui urine (30% sebagai kloramfenikol suksinat yang tidak berubah, serta 5-15% sebagai kloramfenikol). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 1,5-4 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Peradangan pada selaput tipis antara kelopak dan sklera mata yang disertai nanah (konjungtivitis bernanah).
  • Konjungtivitis bakteri yang disebabkan Escherichia coli, Haemophilus influenzae, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus haemolyticus.
  • Peradangan pada kelopak mata yang menyebabkan bengkak dan kemerahan (blefaritis).
  • Peradangan pada lapisan tengah mata (iritis atau uveitis).
  • Peradangan pada kornea mata (keratitis).
  • Penyakit mata akibat infeksi bakteri Chlamydia trachomatis yang dapat menyebabkan terjadinya kebutaan (trakoma).

Chloramphenicol adalah antibiotik spektrum luas yang bersifat bakteriostatik atau menghambat pertumbuhan bakteri. Obat ini efektif terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif.

Komposisi obat

Tiap 1 g: chloramphenicol base 1%.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Digunakan sebanyak 3 kali/hari.

Aturan pakai obat

  • Cuci tangan Anda sebelum menggunakan salep ini untuk mencegah Anda menularkan infeksi ke mata.
  • Lepaskan tutupnya tepat sebelum menggunakan obat.
  • Tarik kelopak mata bagian bawah dengan jari bersih dan miringkan kepala ke belakang.
  • Pegang tabung dengan nosel dekat dengan mata Anda dan dengan lembut peras salep sekitar 1 cm ke dalam ruang antara kelopak mata bawah dan mata Anda.
  • Tutup mata Anda selama beberapa menit.
  • Tutup kembali tutup salep dengan rapat.
  • Cuci tangan Anda setelah menggunakan salep ini untuk membersihkan sisa obat yang terdapat pada jari atau tangan Anda.

Efek samping obat

  • Penglihatan kabur sementara.
    Hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin ketika terjadi gangguan penglihatan. Hentikan aktivitas sementara hingga penglihatan kembali normal.
  • Rasa perih pada mata.
  • Mata seperti terbakar.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita infeksi virus pada mata.
  • Pasien yang memiliki infeksi mata lain, seperti tuberkulosis dan jamur.
  • Pasien penderita penyakit hati atau ginjal.
  • Pasien yang memiliki sel darah merah rendah atau anemia.
  • Pasien yang menjalani terapi radiasi.
  • Jika pandangan menjadi buram setelah menggunakan salep mata ini, hindari mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Erlamycetin salep mata pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap chloramphenicol.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan riwayat gangguan pada darah.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Informasi interaksi obat yang tersedia antara Erlamycetin salep mata dan obat-obatan lain masih terbatas. Dianjurkan agar pasien berkonsultasi dengan dokter, apoteker, atau penyedia perawatan kesehatan sebelum menggunakannya bersama obat lainnya.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal penggunaan obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kemerahan pada mata.
  • Lebih mudah terkena infeksi.

Sesuai kemasan per September 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-19138-880/chloramphenicol-ophthalmic-eye/chloramphenicol-ointment-ophthalmic/details
Diakses pada 30 Desember 2020

Patient. https://patient.info/medicine/chloramphenicol-for-eye-infections
Diakses pada 30 Desember 2020

Medicines For Childern. https://www.medicinesforchildren.org.uk/chloramphenicol-eye-infections-0
Diakses pada 30 Desember 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/chloramphenicol/
Diakses pada 30 Desember 2020

Dailymed. https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/fda/fdaDrugXsl.cfm?setid=698aaa0a-9fd3-40c2-ec93-0dc2170a75ba&type=display
Diakses pada 30 Desember 2020

Medicines. https://www.medicines.org.uk/emc/product/3533/smpc#gref
Diakses pada 30 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email