Erlamycetin Plus Tetes Mata 5 ml

17 Jan 2021| Lenny Tan
Ditinjau oleh Dea Febriyani
Erlamycetin Plus tetes mata adalah obat untuk menangani peradangan mata akibat infeksi bakteri

Deskripsi obat

Erlamycetin Plus tetes mata adalah obat antibiotik untuk mengobati peradangan mata akibat bakteri. Obat tetes mata ini dapat menangani peradangan pada kornea mata, kerusakan saraf akibat tekanan pada bola mata (glaukoma), dan mata juling atau kontrol otot mata yang tidak berfungsi baik (strabismus). Selain itu, obat ini juga dapat digunakan sebagai perawatan setelah operasi gangguan lensa mata (katarak). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.
Erlamycetin Plus tetes mata mengandung zat aktif chloramphenicol base dan dexamethasone sodium phosphate. Chloramphenicol adalah antibiotik spektrum luas yang berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan bakteri gram positif dan gram negatif penyebab berbagai infeksi.
Sementara, dexamethasone adalah obat steroid yang digunakan untuk meredakan kemerahan, gatal, dan bengkak yang disebabkan infeksi mata atau prosedur tertentu, misalnya operasi mata.

Erlamycetin Plus Tetes Mata 5 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kandungan utamaChloramphenicol base dan dexamethasone sodium phosphate.
Kelas terapiAntiinfeksi.
Klasifikasi obatAntibiotik kloramfenikol.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 5 ml
ProdusenErela

Informasi zat aktif

Chloramphenicol adalah obat golongan antibiotik yang dapat mengganggu pertumbuhan bakteri dengan cara menghambat sintesis atau pembentukan protein bakteri.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chloramphenicol memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan mudah. Dapat diserap secara sistemik setelah pemberian pada mata (oftalmikus).
  • Distribusi : Masuk ke dalam cairan mata dan gel yang mengisi ruang antara lensa mata dan retina (vitreous humor). Dapat menyebar secara luas ke sebagian besar jaringan dan cairan tubuh. Dapat melintasi plasenta dan masuk kedalam ASI.
  • Ekskresi: Melalui urine (30% sebagai kloramfenikol suksinat yang tidak berubah, serta 5-15% sebagai kloramfenikol). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) selama 1,5-4 jam.

Dexamethasone adalah obat golongan kortikosteroid yang bersifat antiinflamasi karena mampu meredakan gejala peradangan di tubuh.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dexamethasone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Setelah pemberian pada mata, obat diserap melalui beranda mata (aqueous humor).
  • Distribusi: Didistribusikan ke seluruh lapisan jaringan lokal. Obat yang diserap ke dalam sirkulasi dengan cepat dikeluarkan dari darah dan didistribusikan ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme secara lokal. Jumlah kecil yang diserap ke dalam sirkulasi sistemik dimetabolisme terutama di hati menjadi senyawa yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif dikeluarkan oleh ginjal. Sejumlah kecil metabolit juga dibuang dalam tinja.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi peradangan kornea mata (keratitis) akut maupun kronis.
  • Mengatasi peradangan selaput bening mata (konjungtivitis) akibat infeksi yang disertai pembengkakan hebat.
  • Mengatasi peradangan pada sklera atau bagian berwarna putih pada bola mata (skleritis).
  • Merawat peradangan setelah operasi gangguan lensa mata (katarak), kerusakan saraf akibat tekanan pada bola mata (glaukoma), dan mata juling atau kontrol otot mata yang tidak berfungsi baik (strabismus).

Chloramphenicol digunakan untuk mengobati infeksi bakteri mata. Obat ini tidak akan bekerja pada infeksi mata lainnya. Kandungan dexamethasone pada obat ini digunakan untuk mengobati radang mata yang disebabkan alergi dan kondisi tertentu, termasuk kerusakan yang disebabkan luka.

Komposisi obat

Tiap 1 ml:

  • Chloramphenicol base 5 mg.
  • Dexamethasone sodium phosphate 1 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Gunakan 1 tetes sebanyak 1-4 kali/hari.
  • Untuk infeksi akut, gunakan 1 tetes setiap jam.

Aturan pakai obat

Teteskan pada mata yang sakit.

Efek samping obat

  • Sesaat setelah penggunaan akan timbul sedikit rasa terbakar pada mata dan rasa pahit pada mulut.
  • Penyakit genetik yang mempengaruhi kelainan pada bagian depan mata (distropi kornea) timbul setelah penggunaan obat selama seminggu.
  • Penglihatan kabur.
  • Rasa terbakar, perih, atau kemerahan.

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu 15-25°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Jangan menggunakan chloramphenicol lebih dari sepuluh hari.
  • Sebaiknya jangan diberikan pada anak-anak berusia di bawah 2 tahun, wanita hamil, dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Saat penggunaan obat ini sebaiknya tidak menggunakan lensa kontak.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Erlamycetin Plus tetes mata pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Bayi baru lahir (neonatus).
  • Pasien penderita pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien penderita infeksi virus herpes (herpes simplex) pada mata.
  • Pasien penderita luka usus (ulkus peptikum).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Penicillin, sefalosporin, gentamicin, tetracycline, polimiksin B, vankomisin atau sulfadiasin.
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko efek samping dari masing-masing obat tersebut

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal menggunakan obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa menggunakan obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan jika efek samping tidak kunjung membaik atau bertambah buruk.

Sesuai kemasan per Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-75004/dexamethasone-ophthalmic-eye/details
Diakses pada 30 Desember 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-19138-880/chloramphenicol-ophthalmic-eye/chloramphenicol-ointment-ophthalmic/details
Diakses pada 30 Desember 2020

Patient. https://patient.info/medicine/chloramphenicol-for-eye-infections#nav-5
Diakses pada 30 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email