Erla Neo Hydrocort Krim 5 g

23 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Erla Neo Hydrocort krim adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri pada kulit dan peradangan.

Deskripsi obat

Erla Neo Hydrocort krim adalah obat untuk mengatasi infeksi bakteri pada kulit dan peradangan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Erla Neo Hydrocort krim mengandung zat aktif neomisin sulfat
Erla Neo Hydrocort Krim 5 g
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaNeomisin sulfat dan hidrokortison asetat.
Kelas terapiAntiinfeksi dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatAminoglikosida. Kortikosteroid topikal.
Kemasan1 box isi 1 tube @ 5 g
ProdusenErela

Informasi zat aktif

Neomisin sulfat merupakan antibiotik yang dapat menghentikan pertumbuhan bakteri (bakterisidal), obat ini bekerja dengan mengikat langsung ke subunit ribosom 30S, sehingga menghambat sintesis protein bakteri. Hidrokortison asetat menstimulasi sintesis enzim yang dibutuhkan untuk menurunkan respons inflamasi. Hidrokortison topikal digunakan untuk mengobati kemerahan, bengkak, gatal, dan ketidaknyamanan dari berbagai kondisi kulit. Hidrokortison berada dalam kelas obat yang disebut kortikosteroid. Obat ini bekerja dengan mengaktifkan zat alami di kulit untuk mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, neomisin sulfat dan hidrokortison asetat diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Neomisin tidak diserap melalui kulit utuh; bisa diserap dari luka, luka bakar, atau luka pada kulit. Hidrokortison asetat tergantung pada potensi sediaan, jumlah yang diaplikasikan, dan sifat kulit di tempat aplikasi. Ini berkisar dari sekitar 1% di area dengan stratum korneum yang tebal (seperti telapak tangan, telapak kaki, siku, dan lutut). Penyerapan meningkat di area kerusakan kulit, peradangan, atau oklusi. Beberapa absorpsi sistemik terjadi, terutama melalui mukosa mulut.
  • Distribusi: Setelah hidrokortison diaplikasikan secara topikal, obat disebarkan ke seluruh lapisan kulit lokal. Setiap obat yang diserap ke dalam sirkulasi dikeluarkan dengan cepat dari darah dan didistribusikan ke otot, hati, kulit, usus, dan ginjal.
  • Metabolisme: Setelah pemberian topikal, hidrokortison dimetabolisme terutama di kulit. Jumlah kecil yang diserap ke dalam sirkulasi sistemik dimetabolisme terutama di hati menjadi senyawa yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Metabolit tidak aktif diekskresikan oleh ginjal, terutama sebagai glukuronida dan sulfat, tetapi juga sebagai produk tak terkonjugasi. Sejumlah kecil metabolit juga diekskresikan dalam feses.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi infeksi bakteri pada kulit dan peradangan seperti:

Neomisin sulfat merupakan antibiotik yang dapat menghentikan pertumbuhan bakteri (bakterisidal), obat ini bekerja dengan mengikat langsung ke subunit ribosom 30S, sehingga menghambat sintesis protein bakteri.
Hidrokortison asetat menstimulasi sintesis enzim yang dibutuhkan untuk menurunkan respons inflamasi. Hidrokortison topikal digunakan untuk mengobati kemerahan, bengkak, gatal, dan ketidaknyamanan dari berbagai kondisi kulit. Hidrokortison berada dalam kelas obat yang disebut kortikosteroid. Obat ini bekerja dengan mengaktifkan zat alami di kulit untuk mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Digunakan sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Oleskan pada bagian kulit yang sakit atau terinfeksi.

Efek samping obat

  • Reaksi alergi.
  • Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan penipisan pada kulit, gatal, iritasi, kulit kering, peradangan pada folikel rambut (folikulitis), kekurangan pigmen melanin (hipopigmentasi), jerawat, sensasi kulit seperti rasa terbakar, peradangan pada kulit (dermatitis), biang keringat (miliaria), dan infeksi sekunder.

Jika Anda mengalami reaksi efek samping yang sangat mengganggu atau parah segera hubungi dokter Anda.

Perhatian Khusus

  • Hindari penggunaan pada daerah sekitar mata.
  • Penggunana jangka panjang.
  • Hindari penggunaan pakaian yang ketat selama menggunakan krim ini.
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Penggunaan pada area kulit yang luas.

Kategori kehamilan

Neomisin sulfat:
Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia.
Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Hidrokortison asetat:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan hidrokortison asetat pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki infeksi jamur sistemik, infeksi virus seperti herpes zoster dan herpes simpleks, serta tuberkulosis.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap obat golongan kortikosteroid.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap neomisin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika kulit menjadi lebih merah, muncul bercak putih, dan mengeluarkan cairan kuning.

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/h011.html
Diakses pada 5 Oktober 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/n014.html
Diakses pada 5 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-500-780/hydrocortisone-acetate-topical/hydrocortisone-acetate-topical/details
Diakses pada 5 Oktober 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682274.html
Diakses pada 5 Oktober 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/hydrocortisone-skin-cream/
Diakses pada 5 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Cara Membedakan Bercak Putih di Mata Akibat Ulkus Kornea dan Katarak

Ulkus kornea dan katarak sama-sama memunculkan luka berupa bercak bintik putih yang ada di mata. Lantas, apa beda kedua masalah mata ini?
08 May 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Cara Membedakan Bercak Putih di Mata Akibat Ulkus Kornea dan Katarak

Mengenal Dermatitis Stasis, Peradangan Kulit Akibat Masalah Sirkulasi di Kaki

Dermatitis stasis adalah peradangan kulit yang terjadi akibat masalah sirkulasi di kaki. Kondisi ini rentan dialami orang berusia di atas 50 tahun dan lebih sering terjadi pada perempuan dibanding laki-laki.
12 Sep 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Mengenal Dermatitis Stasis, Peradangan Kulit Akibat Masalah Sirkulasi di Kaki

Alami Kulit Melepuh Tanpa Sebab? Mungkin 6 Hal Ini Pemicunya

Kulit melepuh tanpa sebab bisa saja terjadi pada setiap orang. Kulit melepuh tanpa sebab dapat muncul akibat adanya gesekan yang terjadi antara permukaan kulit dan bagian tubuh lainnya.Baca selengkapnya
Alami Kulit Melepuh Tanpa Sebab? Mungkin 6 Hal Ini Pemicunya