Epinephrine

02 Mar 2021| Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Wisniaty
Epinephrine digunakan untuk mengatasi alergi parah atau anafilaksis

Epinephrine digunakan untuk mengatasi alergi parah terhadap makanan, obat-obatan, gigitan serangga, dan alergen lainnya

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Phinev

Deskripsi obat

Epinephrine digunakan dalam keadaan darurat untuk mengatasi alergi parah terhadap makanan, obat-obatan, gigitan serangga, dan alergen lainnya.

Epinefrin, atau yang juga disebut adrenalin, merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal di dalam tubuh. Biasanya, epinefrin buatan ini digunakan sebagai obat untuk mengobati reaksi alergi yang parah.

Obat ini dapat diberikan kepada orang dewasa maupun anak-anak. Selain untuk mengatasi reaksi alergi berat, epinefrin juga diberikan saat tindakan resusitasi jantung paru pada pasien yang mengalami henti jantung dan henti napas.

Obat ini dapat bekerja cepat dalam memperbaiki pernapasan, menstimulasi kerja jantung, meningkatkan tekanan darah yang menurun akibat syok septik, mengatasi gatal, serta mengurangi pembengkakan pada wajah, bibir, dan tenggorokan.

Epinephrine (Adrenalin, Epinefrin)
GolonganKelas terapi : Vasokonstriksi Klasifikasi Obat : Agonis alfa dan beta adrenergik
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatInjeksi, infus, tetes mata, spray
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan epinephrine antara lain:

  • Masalah pernapasan
  • Tremor
  • Jantung berdetak cepat atau berdebar
  • Kulit pucat
  • Keringat berlebih
  • Mual
  • Muntah
  • Pusing
  • Kelemahan
  • Sakit kepala
  • Sakit kepala berdenyut
  • Merasa takut, cemas, dan gugup

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan epinephrine pada kondisi:

  • Penyakit jantung
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit saraf yang menyebabkan gangguan koordinasi gerakan (penyakit Parkinson)
  • Kencing manis (diabetes)
  • Gangguan tiroid
  • Kehamilan dan menyusui
  • Lanjut usia
  • Depresi atau penyakit mental

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu 25°C.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Riwayat hipertensi
  • Penyakit vaskular oklusif
  • Glaukoma sudut tertutup
  • Alergi terhadap epinefrin
  • Gangguan irama jantung
  • Beberapa prosedur dalam anestesi yang melibatkan jari, telinga, hidung, dan genitalia laki-laki

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan epinefrin pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kulit kemerahan, bengkak, hangat, atau nyeri di tempat suntikan
  • Sulit bernapas
  • Jantung berdetak kencang, cepat, atau tidak teratur
  • Mual
  • Muntah
  • Berkeringat
  • Pusing
  • Gugup, cemas, atau gelisah
  • Kelemahan
  • Kulit pucat
  • Sakit kepala
  • Gemetar tak terkendali pada bagian tubuh Anda

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Jika ingin menggunakan obat bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda terlebih dahulu. Dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan bersamaan.

Epinephrine dapat menimbulkan interaksi bila digunakan bersamaan dengan obat berikut:

  • Anestesi inhalasi terhalogenasi
  • Agen penhambat  β atau α, seperti metildopa dan guanethidine
  • Obat-obatan dengan efek vasokonstriktor dan vasopresor
  • Obat antihipertensi
  • Penghambat neuron adrenergik
  • Obat perusak kalium
  • Glikosida jantung
  • Ephedra
  • Yohimbe
  • Antidepresan trisiklik karena dapat menimbulkan hipertensi dan aritmia

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/epinephrine?mtype=generic
Diakses pada 11 Februari 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/organic-meal-delivery#organic-health-benefits
Diakses pada 11 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a603002.html
Diakses pada 11 Februari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/adrenalin-drug.htm
Diakses pada 11 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-76758/epinephrine-injection/details
Diakses pada 11 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/epinephrine-injection.html
Diakses pada 11 Februari 2021

Uptodate. https://www.uptodate.com/contents/epinephrine-adrenaline-systemic-pediatric-drug-information?topicRef=13272&source=see_link
Diakses pada 11 Februari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/epinephrine-injection-route/before-using/drg-20072429
Diakses pada 11 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email