Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Enoxaparin (Alias: Enoxaparin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Enoxaparin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati pembekuan darah yang bahaya. Obat ini termasuk golongan antikoagulan yang bekerja menjaga aliran darah tetap lancar dengan menurunkan aktivitas pembekuan protein dalam darah.

Enoxaparin (Enoxaparin)
Golongan

Pengencer darah

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak-anak dan lansia

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Acute ST-elevasi infark miokard (Pemberian Parenteral)

  • Dewasa: Awalnya, 30 mg (3.000 u) melalui injeksi intravena disertai pemberian dosis 1 mg / kg (100 u/kg) melalui injeksi subkutan pada waktu bersamaan. Dosis harus dilanjutkan dengan 1 mg / kg (100 u/kg) melalui injeksi subkutan setiap 12 jam selama 8 hari atau sampai keluar dari rumah sakit. Dua dosis injeksi subkutan pertama masing-masing tidak boleh melebihi 100 mg (10.000 u). Pasien yang menjalani PCI: Tambahan 300 mcg/kg (30 u/kg) melalui injeksi intravena yang diberikan pada saat prosedur jika dosis subkutan terakhir diberikan lebih dari 8 jam yang lalu.
  • Lansia: untuk usia >75 tahun diberikan melalui injeksi subkutan: 750 mcg / kg (75 u/kg) tiap 12 jam, dengan dosis maksimal 75 mg (7500 u) untuk tiap 2 dosis pertama.

Angina tidak stabil (pemberian Subkutan)

  • Dewasa: 1 mg / kg (100 u/kg) tiap 12 jam selama 2-8 hari.

Profilaksis tromboemboli vena selama prosedur bedah (pemberian Subkutan)

  • Dewasa:
    • Pasien dengan risiko rendah hingga sedang: 20 mg (2.000 u) sekali sehari selama 7-10 hari atau sampai risiko tromboemboli berkurang, dengan dosis pertama kira-kira 2 jam sebelum operasi.
    • Pasien dengan risiko tinggi: 40 mg (4.000 u) sekali sehari dengan dosis pertama kira-kira 12 jam sebelum operasi. Atau, 30 mg (3.000 u) 2 kali sehari dimulai 12-24 jam pasca operasi. Lanjutkan pengobatan pada 40 mg (4.000 u) sekali sehari selama 3 minggu berikutnya setelah operasi penggantian pinggul.
    • Pasien yang sulit bergerak/imobilisasi: 40 mg (4.000 u) sekali sehari selama setidaknya 6 hari, lanjutkan pengobatan hingga pasien mampu bergerak sepenuhnya, hingga maksimal 14 hari.
  • Anak:
    • Usia kurang dari 2 bulan 750 mcg / kg (75 u / kg) tiap 12 jam,
    • Usia lebih dari 2 bulan 500 mcg / kg (50 u / kg) tiap 12 jam.

Trombosis vena dalam (pemberian subkutan)

  • Dewasa: 1 mg / kg (100 u/kg) tiap 12 jam, atau 1,5 mg / kg (150 u/kg) sekali sehari selama setidaknya 5 hari dan sampai beralih ke pemberian antikoagulan oral.
  • Anak:
    • Usia kurang dari 2 bulan 1,5 mg/kg (150 u/kg) tiap 12 jam
    • Usia lebih dari 2 bulan 1 mg/kg (100 u/kg) tiap 12 jam.

Profilaksis dari pembekuan dalam sirkulasi ekstrakorporeal selama hemodialysis (pemberian subkutan)

  • Dewasa: 1 mg/kg (100 u/kg) ke dalam jalur sirkuit arteri pada awal sesi dialisis. Berikan dosis 0,5-1 mg/kg (50-100 u/kg) lebih lanjut jika diperlukan. Kurangi dosis pada pasien dengan risiko tinggi perdarahan.

Aturan pakai Enoxaparin dengan benar

Obat ini diberikan langsung oleh dokter atau perawat disuntikkan dibawah kulit atau seperti yang diarahkan oleh dokter. Dosis dan lama perawatan disesuaikan dengan kondisi medis.

Gunakan obat ini secara teratur. Jangan menyuntikkan obat ini ke otot.

Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat enoxaparin dapat menyebabkan efek samping yang jarang terjadi jika dikonsumsi/pemberian seperti: perdarahan (termasuk pada area suntikan), edema perifer, ekimosis, hematuria, nyeri area suntikan, mual, diare, kebingungan, demam, anemia. Obat ini juga berisiko fatal dapat mengakibatkan perdarahan hebat di otak maupun rongga perut. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas , tanyakan kepada profesional perawatan kesehatan Anda.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Gangguan hati dan ginjal
  • Riwayat trombositopenia pasca pemberian heparin
  • Berat badan rendah
  • Kehamilan dan menyusui
  • Riwayat perdarahan saluran cerna maupun sistemik sebelumnya
  • Retinopati diabetik
  • Hipertensi tidak terkontrol
  • Lansia

Interaksi

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat enoxaparin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Dapat meningkatkan risiko perdarahan bila digunakan dengan antikoagulan, inhibitor agregasi trombosit (misalnya dipyridamole, salisilat, NSAID, sulfinpirazon).
  • Dapat meningkatkan perdarahan dengan vit E.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3475/enoxaparin-subcutaneous/details
Diakses pada 8 Januari 2019

Mims. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/enoxaparin%20sodium/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 8 Januari 2019

Artikel Terkait:
Back to Top