Endrolin Injeksi 3,75 mg

29 Jun 2020| Maria Yuniar
Endrolin injeksi adalah obat untuk pengobatan kanker prostat dan mengobati kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim (endometriosis).

Deskripsi obat

Endrolin injeksi adalah obat untuk pengobatan kanker prostat dan mengobati kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim (endometriosis). Injeksi ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Endrolin injeksi mengandung zat aktif leuprolid asetat yang mampu mengobati gangguan hormon.

Endrolin Injeksi 3,75 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 1.225.000/vial per Juni 2020
Kemasan1 box isi 1 vial @ 3,75 mg
ProdusenKimia Farma

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati kanker prostat dengan penyebaran sel kanker dari satu organ atau jaringan tubuh ke organ atau jaringan tubuh lainnya (metastatis).
  • Mengobati kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim (endometriosis) baik genital maupun ekstragenital.

Komposisi obat

Leuprolid asetat 3,75 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Kanker prostat: 1 suntikan setiap 4 minggu.
  • Endometriosis:
    • Dosis awal: 1 suntikan pada 5 hari pertama dalam siklus menstruasi dan diulang setiap 4 minggu. Lama terapi maksimal 6 bulan.

Aturan pakai obat

Disuntikan secara subkutan dan intramuskular atau ke dalam otot. Penggunaan harus dibantu oleh tenaga medis.

Efek samping obat

  • Penurunan kadar hormon estrogen pada wanita dan kadar testosteron pada pria.
  • Anemia.
  • Panas pada kulit.
  • Penglihatan kabur.
  • Penurunan libido.
  • Pusing.
  • Pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan pada jaringan (edema).
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Nyeri pada payudara.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Peningkatan berat badan.
  • Gangguan irama jantung (aritmia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Kesemutan (parestesia).
  • Pingsan.
  • Nyeri otot.

Perhatian Khusus

  • Wanita yang memiliki risiko untuk mengalami penurunan kadar mineral pda tulang.
  • Hentikan penggunaan jika terjadi kehamilan.
  • Leuprorelin biasanya menghambat ovulasi dan menghentikan menstruasi pada wanita, tetapi tidak menimbulkan kontrasepsi, kontrasepsi non-hormon harus digunakan karena kehamilan dikontraindikasikan.
  • Dapat menyebabkan peningkatan sementara kadar testosteron selama 1-2 minggu pertama, yang dapat menyebabkan memburuknya atau timbulnya gejala baru seperti nyeri tulang, nyeri sendi, dan keluargnya darah pada urin.
  • Penggunaan jangka panjang dapat mempengaruhi kepadatan tulang.

  • Kategori kehamilan dan menyusui
    • Kategori X: Penelitian pada hewan percobaan atau manusia menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, terdapat bukti risiko terhadap janin berdasarkan kasus yang ada, serta risikonya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya. Penggunaan obat dilarang pada wanita hamil atau wanita usia subur.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengalami pendarahan pada vagina tanpa diketahui penyebab yang jelas.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/endrolin?type=brief&lang=id
Diakses pada 24 Juni 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/leuprorelin?mtype=generic
Diakses pada 24 Juni 2020

Kalbemed. https://kalbemed.com/Products-Diseases/Products/Read-Product-Article/ArtMID/458/ArticleID/583/ENDROLIN
Diakses pada 24 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email