Eltazon Kaplet 5 mg

15 Okt 2020
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (5 mg)
Produsen
Ifars Pharmaceutical Laboratories
Eltazon kablet adalah obat untuk mengatasi kondisi alergi, peradangan, dan menekan sistem kekebalan tubuh seperti radang sendi dan lupus. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Eltazon kablet mengandung zat aktif prednison.
  • Mengatasi kondisi alergi, peradangan, dan menekan sistem kekebalan tubuh.
  • Meringankan radang sendi (arthritis).
  • Mengobati lupus.
  • Mengobati peradangan pada kulit yang ditandai dengan kulit menebal, bersisik, mudah terkelupas, dan ruam kemerahan (psoriasis).
  • Mangatasi peradangan pada usus besar dan rektum (kolitis ulseratif).
  • Mengatasi gangguan pernapasan.

Prednison bekerja dengan cara melemahkan sistem kekebalan tubuh. Obat ini dapat memblokir senyawa kimia yang biasanya menyebabkan peradangan sebagai bagian dari respons kekebalan tubuh dan dapat membantu mengurangi peradangan di banyak bagian tubuh.

Prednison 5 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1-4 tablet/hari. Dosis dapat diturunkan secara bertahap.

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.
  • Peningkatan berat badan.
    Cobalah makan dengan baik tanpa menambah ukuran porsi Anda sehingga Anda tidak menambah berat badan terlalu banyak. Olahraga teratur juga akan membantu menjaga berat badan Anda tetap stabil.
  • Gangguan pencernaan.
    Minum prednisolon dengan makanan untuk mengurangi kemungkinan masalah perut. Mungkin juga membantu jika Anda menghindari makanan yang kaya atau pedas saat Anda minum obat ini. Jika gejala terus berlanjut, tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda mungkin mendapat manfaat dari minum obat tambahan untuk melindungi perut Anda.
  • Gangguan tidur (insomnia).
    Minum prednisolon di pagi hari sehingga kadarnya paling rendah pada waktu tidur.
  • Gelisah.
    Jika Anda gelisah saat mencoba untuk tidur, minum prednisolon di pagi hari sehingga kadarnya paling rendah pada waktu tidur.
  • Keringat berlebih.
    Coba kenakan pakaian longgar, gunakan antikeringat yang kuat dan tetap dingin dengan kipas angin. Jika ini tidak membantu, bicarakan dengan dokter Anda karena Anda mungkin dapat mencoba obat lain.
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pemberian bersamaan dengan vaksin hidup atau hidup yang dilemahkan (terutama dosis imunosupresif).
  • Pasien penderita infeksi sistemik kecuali diobati dengan anti infeksi spesifik.
  • Pasien yang mengalami malaria otak.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita penyakit lambung.
  • Pasien yang mengalami kejang.
  • Pasien penderita gangguan hati atau ginjal.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien yang mengalami penyakit saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gagal jantung kongestif.
  • Pasien dengan riwayat serangan jantung.
  • Pasien yang mengalami gangguan pada saraf dan otot (myasthenia gravis), epilepsi atau riwayat gangguan kejang.
  • Pasien penderita gangguan kejiwaan.
  • Pasien penderita diabetes melitus, penyakit tiroid, sirosis, kadar urea tinggi dalam tubuh (uremia), pengeroposan tulang (osteoporosis) atau risiko osteoporosis misalnya wanita pascamenopause, kelainan yang menyebabkan tulang menjadi lunak (osteomalasia), luka (tukak) dan cedera kornea, katarak, peningkatan tekanan bola mata (glaukoma), infeksi virus akut misalnya cacar air, campak, keratitis herpes, riwayat herpes simpleks mata, mikosis sistemik dan infeksi yang disebebkan karena cacing (parasitosis) misalnya nematoda, tuberkulosis,polio (poliomielitis), peradangan pada limfa (limfadenitis) setelah inokulasi BCG, dan miopati steroid sebelumnya.
  • Pasien yang mengalami kondisi stres misalnya trauma, infeksi, pembedahan.
  • Hindari penghentian penggunaan obat secara mendadak.
  • Anak-anak dan orang tua.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui
  • Antidiabetik.
    Prednison dapat mengurangi efek penurunan kadar gula dalam darah (hipoglikemik).
  • Digitalis digoksida.
    Penggunaan bersama digitalis digoksida dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan irama jantung (aritmia).
  • Antikoagulan kumarin.
    Dapat meningkatkan atau mengurangi efektivitas kumarin sehingga meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • NSAID dan salisilat.
    Prednison dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan dan luka pada saluran pencernaan.
  • Agen antikolinergik misalnya atropin.
    Penggunaan obat di atas bersama prednison dapat menyebabkan peningkatan tekanan intraokular tambahan.
  • Prazikuantel dan isoniazid.
    Prednison dapat menurunankan konsentrasi serum prazikuantel dan isoniazid.
  • Somatropin.
    Prednison dapat mengurangi efek pengobatan somatropin.
  • Klorokuin, hidroksiklorokuin, dan meflokuin.
    Peningkatan risiko gangguan pada otot (miopati) atau kardiomiopati dengan obat di atas.
  • Estrogen.
    Estrogen dapat meningkatkan efek dari prednison.
  • Mifepriston, fenobarbital, rifampisin, primidon, dan karbamazepin.
    Efektivitas prednison dapat berkurang jika dikonsumsi bersama obat di atas.
  • Ketokonazol, ritonavir, dan eritromisin.
    Obat di atas dapat menurunkan pembersihan dan meningkatkan konsentrasi serum prednison.
  • Siklosporin.
    Prednison dapat meningkatkan kadar siklosporin sehingga dapat menyebabkan risiko efek samping.
  • Amfoterisin B dan diuretik.
    Obat di atas dapat meningkatan risiko penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
  • Aluminium dan magnesium.
    Obat di atas dapat menurunkan penyerapan dari prednison.
  • Fluorokuinolon misalnya siprofloksasin dan levofloksasin.
    Penggunaan prednison dengan obat di atas dapat menyebabkan peningkatan risiko cedera pada tendon.
  • Vaksin hidup.
    Prednison dapat mengurangi efek pengobatan dari vaksin hidup.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/prednisone?mtype=generic
Diakses pada 16 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6007-9383/prednisone-oral/prednisone-oral/details
Diakses pada 16 September 2020

Drugs. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6007-9383/prednisone-oral/prednisone-oral/details
Diakses pada 16 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601102.html
Diakses pada 16 September 2020

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/prednisone-oral-tablet#side-effects
Diakses pada 16 September 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/prednisolone/
Diakses pada 16 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengulik Kasus Rhinitis Alergi Ekstrem di Dunia

Kasus rhinitis alergi bisa jadi sangat ekstrem pada beberapa orang. Ketika kambuh, mereka bisa sulit bernapas hingga merasakan komplikasi.
04 Sep 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Mengulik Kasus Rhinitis Alergi Ekstrem di Dunia

Kenali Lebih Jauh Penyakit Autoimun dan Pengobatannya

Sempat ramai dibicarakan, penyakit autoimun belum banyak diketahui masyarakat Indonesia. Penyebab penyakit autoimun pun belum jelas, tapi ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan potensi terjadinya penyakit ini. Selain itu, ada banyak jenis penyakit autoimun yang bisa menyerang.
29 Jan 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Kenali Lebih Jauh Penyakit Autoimun dan Pengobatannya

4 Buah yang Tidak Boleh Dimakan Saat Batuk, Supaya Cepat Sembuh

Ada beberapa buah yang tidak boleh dimakan saat batuk. Alasannya karena buah ini menyebabkan batuk semakin parah dan tidak...Baca selengkapnya
4 Buah yang Tidak Boleh Dimakan Saat Batuk, Supaya Cepat Sembuh