Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Efedrin (Alias: Ephedrine, Efedrin HCL, Efedrin Sulfat)

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Terakhir ditinjau oleh dr. Reni Utari

Merk dagang yang beredar:

Asmadex, Asmano, Asmasolon, Asthma Soho, Bronchitin, Grafasma, Kafsir, Koffex, Mixadin, Niteflu, OBH Combi Batuk Plus Flu, Oskadryl, Phenadex, Poncolin, Poncolin D

Efedrin biasa digunakan untuk mengobati sesak napas dan bersin-bersin akibat asma bronkial. Obat ini dapat dikonsumsi oleh anak, dewasa, hingga lansia dengan berbagai sediaan dan dosis yang berbeda.

Efedrin adalah obat yang digunakan untuk mengatasi sesak napas, rasa sesak di dada, dan bersin-bersin akibat asma bronkial. Efedrin juga dapat digunakan untuk mengatasi kondisi lain sesuai petunjuk dokter.

Efedrin masuk ke dalam golongan dekongestan dan vasokonstriktor. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi pembengkakan dan mengecilkan pembuluh darah di rongga hidung, untuk memperlancar saluran udara paru-paru. Dengan begitu, napas akan terasa lebih lega.

Efedrin (Ephedrine, Efedrin HCL, Efedrin Sulfat)
Golongan

Dekongestan hidung dan vasokonstriktor hidung

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Obat tetes, tablet, sediaan injeksi

Dikonsumsi oleh

Anak, dewasa, dan lansia

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Jika diberikan dalam bentuk obat tetes hidung untuk mengatasi hidung tersumbat

Dewasa: Diberikan dengan sediaan larutan 1%, sebanyak 1-2 tetes di masing-masing lubang hidung. Dapat diberikan hingga 4 kali sehari sesuai kebutuhan.

Anak berusia >12 tahun: sama dengan dewasa

Lansia: sama dengan dewasa

Jika diberikan secara oral untuk mengatasi bronkospasme akut

Dewasa: Diberikan sebagai efedrin HCL sebanyak 15-60 mg 3 kali sehari. Jika diberikan sebagai efedrin sulfat, sebanyak 12,5-25 mg setiap 4 jam. Dosis maksimal pemberian 150 mg per hari.

Anak 1-5 tahun: Diberikan sebagai efedrin HCL sebanyak 15 mg 3 kali sehari.

Anak 6-12 tahun: Diberikan sebagai efedrin HCL sebanyak 30 mg 3 kali sehari.

Anak > 12 tahun: Sama dengan dosis dewasa

Lansia: Setengah dari dosis dewasa, dengan interval konsumsi sama dengan dosis dewasa.

Jika diberikan dalam bentuk injeksi spinal atau bius epidural untuk menurunkan tekanan darah

Dewasa:

Sebagai efedrin HCL: 3-6 mg dengan suntikan perlahan ke pembuluh darah setiap 3-4 menit, sesuai kebutuhan. Dosis maksimal pemberian: 30 mg.

Sebagai efedrin sulfat: 25-50 mg dengan suntikan subkutan atau intramuskular. Jika diberikan dengan suntikan intravena (langsung ke pembuluh darah) dosis diubah menjadi 5-25 mg dan dapat diulang sesuai dengan respons pasien.

Maksimal dosis pemberian 150 mg/hari.

Anak:

Diberikan sebanyak 0,5 mg/kg berat badan atau 16,7 mg/m² tinggi badan, setiap 4-6 jam sekali dengan suntikan subkutan atau intramuskular.

Dapat juga diberikan sebanyak 0,75 mg/kg berat badan atau 25 mg/m² tinggi badan, 4 kali sehari dengan suntikan subkutan atau intravena.

Lansia: sama dengan dosis dewasa.

Jika diberikan dalam bentuk injeksi untuk bronkospasme akut

Dewasa: Jika diberikan sebagai efedrin sulfat: 12,5-25 mg, disuntikkan secara subkutan, intramuskular, atau intravena. Dosis tambahan dapat diberikan sesuai dengan respons pasien.

Aturan pakai Efedrin dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan efedrin sebelum penggunaan. Berikut ini cara mengonsumsi efedrin yang aman.

  • Efedrin dapat dikonsumsi sebelum maupun sesudah makan. Apabila obat ini menyebabkan sakit perut, maka segera konsumsi bersamaan dengan makanan lain untuk mengurangi iritasi yang terjadi di lambung.
  • Jika Anda melewatkan waktu minum efedrin walaupun telah diinstruksikan untuk mengonsumsinya secara teratur, segera penuhi dosis yang terlewat tersebut.
  • Jika Anda baru menyadari Anda lupa mengonsumsi efedrin dan waktu untuk mengonsumsi dosis selanjutnya sudah dekat, lewati dosis sebelumnya dan kembalilah ke jadwal minum obat seperti biasa.
  • Jangan menggabungkan 2 dosis sekaligus.

Efek Samping

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Efedrin dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

Selain itu, efek samping yang lebih serius seperti di bawah ini juga mungkin terjadi.

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika mengalami efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan dengan dokter.

Peringatan

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Sedang mengandung, merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui.
  • Sedang mengonsumsi obat lain yang diresepkan dokter maupun yang tidak, atau sedang mengonsumsi obat herbal maupun suplemen diet.
  • Memiliki riwayat alergi obat, makanan, atau zat lainnya.
  • Memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, glaukoma, dan pembesaran prostat atau permasalahan prostat lainnya, gangguan kelenjar adrenal, tekanan darah tinggi, kejang, stroke, gangguan pembuluh darah, tiroid hiperaktif, atau asma yang parah.

Jangan menggunakan efedrin jika mempunyai kondisi medis di bawah ini.

  • Trombosis koroner
  • Penyakit jantung iskemik
  • Tekanan darah tinggi
  • Tirotoksikosis
  • Diabetes melitus
  • Hipertrofi prostat
  • Glaukoma sudut tertutup
  • Pascaoperasi sinus atau saluran pernapasan hidung
  • Ibu menyusui
  • Sedang mengonsumsi obat golongan monoamine oxidase inhibitors (MOAIs), beta bloker, dan simpatomimetik

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi efedrin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

1. Meningkatkan risiko terjadinya efek samping

Risiko munculnya efek samping efedrin akan meningkat apabila obat ini dikonsumsi bersamaan dengan obat:

  • Beta bloker seperti propranolol
  • Kokain
  • Indometasin
  • Metildopa
  • MAOIs seperti phenelzine
  • Linezolid
  • Obat oksitoksid
  • Derivative rauwolfia seperti reserpine
  • Trisilik antidepresan seperti amitriptilin
  • Ergot alkaloid seperti dyhidroergotamin
  • Bromokriptin
  • Catechol-O-metiltransferase (COMT) inhibitor seperti entacapone
  • Digoxin

2. Mengurangi efektivitas

Mengonsumsi efedrin bersamaan dengan obat-obat di bawah ini dipercaya dapat mengurangi efektivitas obat.

  • Guanadrel
  • Guanethidine
  • Mekamilamin
  • Metildopa
  • Reserpine

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Penyakit
Referensi

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ephedrine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 19 Agustus 2019

Drugs. https://www.drugs.com/ephedrine.html
Diakses pada 19 Agustus 2019

Medicinet. https://www.medicinenet.com/ephedrine-oral/article.htm
Diakses pada 19 Agustus 2019

Artikel Terkait:
Back to Top