no-image-drug
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 botol @ 500 ml
Produsen B. Braun Pharmaceutical Indonesia

Ecosol RL infus adalah infus untuk mengatasi dehidrasi, kekurangan garam, kondisi tingginya tingkatan keasaman darah yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara asam dan basa (asidosis metabolik), dan menggantikan elektrolit pada luka bakar. Infus ini termasuk dalam golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Ecosol RL infus mengandung natrium klorida, kalium klorida, kalsium klorida, natrium laktat, dan air untuk injeksi.
Natrium klorida adalah garam yang berperan dalam mempertahankan tekanan osmosis dalam darah dan jaringan.
Kalium klorida merupakan garam yang dapat digunakan untuk mencegah atau mengatasi kadar kalium yang rendah dalam tubuh (hipokalemia).
Kalium merupakan komponen utama cairan dalam sel dan berperan penting dalam fungsi sel dan metabolisma. Kalium berperan dalam metabolisme karbohidrat, sintesis protein, dan penyimpanan gula.
Kalsium klorida mempertahankan fungsi otot dan saraf agar tetap normal.
Natrium laktat adalah garam yang digunakan untuk gangguan ketidakseimbangan antara asam dan basa (asidosis darurat metabolik).

  • Sebagai pengganti cairan ekstrasel yang hilang atau mengatasi dehidrasi isotonik.
  • Mengatasi kekurangan garam.
  • Mengatasi ketidakseimbangan antara asam dan basa (asidosis metabolik) (asidosis metabolik ringan).
  • Penggantian elektrolit pada luka bakar.

Tiap 100 ml:

  • Natrium klorida 0,6 g.
  • Kalium klorida 0,04 g.
  • Kalsium klorida 0,027 g.
  • Natrium laktat 0,312 g.
  • Air untuk injeksi hingga 100 ml.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Injeksi intravena dengan kecepatan aliran: 2,5 ml/kg BB/ jam, 60 tetesan/70 kg BB/menit, atau 180 ml/70 kg BB/jam.
Dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Disuntikkan secara intravena. Penggunaan harus dibantu oleh tenaga medis.

  • Demam.
  • Iritasi.
  • Muntah.
  • Sakit perut.
  • Infeksi.
  • Terjadi penggumpalan darah pada pembuluh darah vena (trombosis vena).
  • Peradangan pembuluh darah vena (tromboflebitis).
  • Kelemahan otot.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Kesemutan (parestesia).
  • Diare.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Kebocoran cairan ke jaringan dalam kulit (ekstravasasi).
  • Pasien yang mengalami kehilangan cairan lebih banyak dibandingkan kehilangan natrium dalam tubuh (dehidrasi hipertonik).
  • Pasien yang terlalu banyak minum sehingga kadar natrium lebih rendah (dehidrasi hipotonik).
  • Pasien dengan kondisi berkeringat secara berlebih yang tidak disebabkan karena suhu panas atau olahraga (hiperhidrasi).
  • Pasien yang mengalami pembengkakan pada anggota tubuh akibat adanya penumpukan cairan dalam jaringan (edema).
  • Pasien yang memiliki kadar asam terlalu tinggi dalam tubuh (alkalosis).
  • Pasien dengan kadar kalium tinggi dalam tubuh (hiperkalemia).
  • Pasien yang memiliki kadar natrium tinggi dalam tubuh (hipernatremia).
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang memiliki kadar asam laktat tinggi dalam tubuh (asidosis laktat).
  • Pasien yang memiliki kerusakan hati yang parah.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Lakukan pemantauan keseimbangan elektrolit serum dan air secara teratur.
  • Pasien yang mengalami peningkatan atau penurunan kadar utilitas laktat.
  • Pasien yang mengalami kejang.
  • Pasien penderita gagal jantung kongestif.
  • Pasien yang mengalami kekurangan oksigen (hipoksia).
  • Pasien penderita penyakit beri-beri.

Sesuai kemasan per Juli 2020

TabletWise. https://www.tabletwise.com/indonesia-id/ecosol-rl-infusion
Diakses pada 9 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait