Duromine Kapsul

27 Okt 2020| Dea Febriyani
no-image-drug

Deskripsi obat

Dumorine kapsul adalah obat untuk menurunkan berat badan pada pasien dengan kelebihan lemak tubuh (obesitas) atau pasien yang memiliki risiko kelebihan lemak tubuh (obesitas). Obat ini merupakan produk konsumen yang dapat dibeli secara bebas. Dumorine kapsul mengandung zat aktif fentermina.
Duromine Kapsul
Golongan ObatProduk konsumen. Produk yang dapat dibeli secara bebas.
HET0
Produk HalalYa
Kandungan utamaFentermina.
Kelas terapiAntiobesitas.
Klasifikasi obatamina simpatomimetik.
Kemasan1 box isi 2 strip @ 15 tablet (15 mg; 30 mg; 40 mg)
ProduseniNova Pharmaceuticals

Informasi zat aktif

Fentermina merupakan obat golongan amina simpatomimetik yang bekerja memberikan efek penekan nafsu makan melalui mekanisme efek sekunder dari penekan sistem saraf pusat termasuk stimulasi hipotalamus untuk melepaskan norepinefrin. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, fentermina diketahui memiliki status:

  • Absoprsi: Cepat diabsorbsi dari saluran cerna. Waktu konsentrasi puncak plasma adalah sekitar 3-4,4 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi adalah 348 L dan ikatan protein plasma adalah 17,5%.
  • Metabolisme: Metabolisme di hati melalui p-hidroksilasi dan N-oksidasi, terutama oleh isoenzim CYP3A4.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urin sebanyak 62-85% dalam bentuk obat tidak berubah. Waktu paruh eliminasi adalah sekitar 20 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Bermanfaat dalam menekan nafsu makan pada pasien dengan kelebihan lemak tubuh (obesitas) atau pasien yang memiliki risiko terjadi kelebihan lemak tubuh.

Fentermina merupakan obat antiobesitas yang bekerja memberikan efek penekan nafsu makan melalui mekanisme efek sekunder dari penekan sistem saraf pusat termasuk stimulasi hipotalamus untuk melepaskan norepinefrin.

Komposisi obat

  • Dumorine 15 mg: fentermina 15 mg.
  • Dumorine 30 mg: fentermina 30 mg.
  • Dumorine 40 mg: fentermina 40 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

15-30 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sebelum sarapan atau setidaknya 10-14 jam sebelum tidur dan tablet harus ditelan utuh.

Efek samping obat

  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Mulut kering atau timbul rasa tidak enak pada mulut.
  • Diare.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Gerakan tidak terkendali (tremor).
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Muntah.
  • Pria sulit mengalami ereksi (impotensi).
  • Perubahan gairah seksual (libido).

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang memiliki kadar gula darah tinggi (diabetes mellitus) yang mengonsumsi obat antidiabetes seperti insulin.
  • Pasien dengan gangguan ginjal.
  • Pasien dengan gangguan kejang.
  • Pasien yang memiliki sindrom tourette yaitu gangguan dalam melakukan gerakan berulang-ulang.

Kategori kehamilan

Kategori X: Penggunaan duromine kapsul tidak disarankan pada ibu hamil. Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan kondisi kadar hormon tiroid terlalu tinggi (hipertiroidisme).
  • Pasien dengan riwayat penyakit cardiovaskular seperti penyakit arteri koroner, gangguan irama jantung (aritmia), dan tekanan darah tinggi (hipertensi) tidak terkontrol.
  • Pasien dengan kondisi tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Pasien dengan riwayat penyalahgunaan alkohol atau obat.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien yang mengonsumsi obat monoamine oxidase inhibitors (MAOI) dalam 14 hari.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Fenfluramin atau deksfenfluramin.
    Penggunaan bersama fentermina menyebabkan penyakit tekanan darah pada pembuluh darah paru-paru (hipertensi paru primer) atau penyakit katup jantung.
  • Isocarboksazid, linezolid, fenelzin, porkarbazin, tranilsipromin.
    Obat-obatan tersebut dapat meningkatkan efek fenteramin dan berisiko peningkatan tekanan darah (hipertensi) akut.
  • Guanetidin, klonidin, metildopa.
    Penggunaan bersama fentermina menurunkan efek obat tersebut dalam menurunkan tekanan darah.
  • Obat stimulan sistem saraf pusat.
    Penggunaan bersama fentermina meningkatkan hormon tiroid di dalam tubuh.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
  • Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
  • Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Berhenti minum obat ini dan segera dapatkan bantuan medis jika Anda memiliki efek samping yang sangat serius, termasuk sakit kepala parah, bicara cadel, kejang, kelemahan di satu sisi tubuh, perubahan penglihatan seperti penglihatan kabur.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/phentermine
Diakses pada 10 Agustus 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/adipex-p-lomaira-phentermine-343002#4
Diakses pada 10 Agustus 2020

Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4151/phentermine-oral/details
Diakses pada 10 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email