Durocort Tablet

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Durocort tablet adalah obat untuk mengatasi alergi dan peradangan.

Deskripsi obat

Durocort tablet adalah obat untuk mengatasi alergi pada saluran pernapasan, kulit, dan mata, serta meringankan peradangan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Durocort tablet mengandung zat aktif betametason dan deksklorfeniramin maleat.

Durocort Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kandungan utamaBetametason dan deksklorfeniramin maleat.
Kelas terapiAntiinflamasi dan antihistamin.
Klasifikasi obatGlukokortikoid dan antihistamin.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet
ProdusenPrima Medika Laboratories

Informasi zat aktif

Betametason adalah obat golongan kortikosteroid. Obat ini merangsang sintesis enzim yang dibutuhkan untuk menurunkan respons inflamasi. Obat ini menginduksi lipase penghambat fosfolipase A2 (lipokortin) dan secara berurutan menghambat pelepasan asam arakidonat, sehingga menekan pembentukan, pelepasan, dan aktivitas prostaglandin, leukotrien, dan mediator inflamasi lainnya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, betametason diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan.
  • Distribusi: Mudah melewati plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin dan feses.

Deksklorfeniramin adalah atihistamin yang bersaing dengan histamin untuk situs reseptor H1 pada otot polos bronkus, saluran GI, uterus, dan pembuluh darah besar, mereka mengikat reseptor seluler, mencegah akses histamin, sehingga menekan gejala alergi yang diinduksi histamin. Mereka tidak secara langsung mengubah histamin atau pelepasannya.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, deksklorfeniramin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran GI. Makanan di perut menunda penyerapan tetapi tidak mempengaruhi ketersediaan hayati.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa GI dan hati.
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak; obat dan metabolit diekskresikan dalam urin.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi berbagai alergi dan peradangan seperti:

  • Meringankan gejala peradangan pada rongga hidung yangdisebabkan karena reaksi alergi (rhinitis alergi) baik yang terjadi sepanjang tahun (prennial) atau musiman.
  • Alergi pada kulit seperti biduran (urtikaria) dan pembengkakan pada bagiann sekitar mata, pipi, dan bibir yang disebabkan karena reaksi alergi (angioedema).
  • Peradangan pada permukaan bola mata yang menyebabkan mata kemerahan, hal ini disebabkan karena adanya reaksi alergi (alergi konjungtivitis).
  • Peradangan yang diperlukan terapi dengan kortikosteroid seperti peradangan kulit.

Betametason termasuk dalam kelompok obat yang disebut kortikosteroid. Steroid oral seperti betametason digunakan untuk mengobati berbagai macam kondisi. Beberapa contoh termasuk penyakit autoimun (misalnya lupus eritematosus sistemik, hepatitis autoimun, dan peradangan pada organ tubuh (sarkoidosis), penyakit sendi dan otot (misalnya, peradangan pada sendi yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis), serta alergi dan asma. Betametason bekerja dengan cara mengganggu pelepasan bahan kimia tertentu dalam tubuh yang menyebabkan peradangan.
Deksklorfeniramin digunakan untuk mengobati bersin, pilek, gatal, mata berair gatal-gatal, ruam, gatal, dan gejala alergi lainnya dan flu biasa. Obat ini bekerja dengan cara memblokir zat alami tertentu (histamin) yang dibuat tubuh Anda selama reaksi alergi. Ini juga memblokir zat alami lain yang dibuat oleh tubuh Anda (asetilkolin). Memblokir asetilkolin membantu mengurangi gejala seperti mata berair dan pilek.
Dexchlorpheniramine adalah antihistamin. Ini memblokir efek histamin kimia yang terjadi secara alami di tubuh Anda.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 1 tablet/4-6 jam.

Anak-anak:

  • 2-6 tahun: ¼ tablet/4-6 jam.
    • Dosis maksimal: 1 ½ tablet/hari.
  • 6-12 tahun: ½ tablet/4-6 jam.
    • Dosis maksimal: 3 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mengantuk.
    Jika gejala mengantuk timbul setelah mengonsumsi obat ini, janganlah mencoba untuk mengemudi dan menggunakan alat atau mesin
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Hidung, mulut, dan tenggorokan kering.
    Untuk mengatasi mulut kering cobalah untuk mengunyah permen karet bebas gula atau peren bebas gula.
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk istirahat dan minum banyak cairan. Jika hal tersebut mengganggu, mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter jika sakit kepala berlangsung lebih dari seminggu atau parah.
  • Diare atau muntah.
    Minumlah sedikit air tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Mual.
    Minumlah banyak cairan yang cukup, untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urin serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Tetaplah konsumsi makanan sederhana, hindari makanan kaya rasa seperti makanan pedas.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Penurunan nafsu makan (anoreksia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Peningkatan kadar gula dalam darah.
  • Pengeroposan tulang.
  • Penurunan massa otot.
  • Penurunan fungsi limfa.
  • Peningkatan kadar hormon yang diroduksi oleh kelenjar adrenal (sindrom cushing).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderita peradangan usus.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Pasien lanjut usia.
  • Hindari penghentian terapi secara mendadak.
  • Pasien yang mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh.
  • Pasien yang mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien yang mengalami kesulitan membedakan antara imajnasi dan kenyataan.
  • Pasien penderita infeksi virus.
  • Pasien penderita gagal jantung kongestif.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

Kategori kehamilan

Betametason:
Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan betametason pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Deksklorfeniramin maleat:
Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya.
Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap betametason dan deksklorfeniramin maleat.
  • Pasien yang menerima vaksin hidup atau dilemahkan.
  • Penggunaan dosis tinggi.
  • Bayi baru lahir atau bayi lahir prematur.
  • Pasien penderita luka pada dinding lambung dan usus 12 jari.
  • Pasien penderita infeksi jamur sistemik.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien penderita herpes simpleks.
  • Pasien yang mengonsumsi obat penghambat monoamin oksidase (MAOI).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI).
    Penggunaan bersama MAOI dapat memperpanjang efek antikolinergik.
  • Alkohol dan depresan sistem saraf pusat seperti barbiturat dan tranquilizer.
    Penggunaan obat di atas dapat meningkatkan efek aditif dengan klorfeniramin maleat.
  • Fenitoin, barbiturat, karbamazepin, dan rifampisin.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sehingga dapat menurunkan kadar dan efek kortikosteroid.
  • Estrogen dan kontrasepsi oral.
    Obat di atas dapat menurunkan metabolisme dari kortikosteroid, sehingga efek obat ini akan meningkat.
  • Glikosida digitalis.
    Penggunaan bersama glikosida digitalis dapat menyebabkan peningkatan risiko gangguan irama jantung.
  • NSAID seperti aspirin.
    Penggunaan bersama aspirin dapat menyebabkan peningkatan terjadinya risiko perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Ketokonazol.
    Ketokonaol dapat mengurangi metabolisme obat ini, sehingga kadar dan efek obat ini akan meningkat.
  • Vaksin hidup.
    Betametason dapat menurunkan kekebalan tubuh sehingga dapatmemicu terjadnya infeksi.
  • Efedrin dan kolestiramin.
    Kolestiramin dan efedrin dapat meningkatkan klirens kortikosterodi sehingga efek dan kadar obat ini akan menurun.
  • Isoniazid.
    Obat ini dapat menurunkan kadar isoniazid sehingga efek isoniazid akan berkurang.
  • Antidiabetik.
    Obat ini dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.
  • Antibiotik makrolida.
    Antibiotik makrolida dapat menurunkan pembersihan (klirens) betametason sehingga efek dan kadar betametason akan meningkat.
  • Aminoglutemid.
    Aminoglutemid dapat menurunkan kadar betametason sehingga efek dari betametason akan berkurang.
  • Agen kalium depleting seperti diuretik dan amfoterisin B.
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti ruam, gatal, kulit merah, bengkak, melepuh, atau mengelupas dengan atau tanpa demam mengi; sesak di dada atau tenggorokan kesulitan bernapas, menelan, atau berbicara suara serak yang tidak biasa, atau pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Tidak bisa buang air kecil atau perubahan jumlah urine yang dikeluarkan.
  • Kejang.
  • Pusing atau pingsan yang sangat parah.
  • Perubahan penglihatan.
  • Perubahan keseimbangan.
  • Memar atau pendarahan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Merasa sangat lelah atau lemah.
  • Demam atau kedinginan.
  • Sakit tenggorokan.
  • Merasa bingung.
  • Perasaan terbakar, mati rasa, atau kesemutan yang tidak normal.
  • Telinga berdenging.
  • Berkeringat banyak.
  • Pada penggunaan jangka panjang obat ini dihentikan secara perlahan.

Sesuai kemasan per Oktober

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dexchlorpheniramine?mtype=generic
Diakses pada 6 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/betamethasone?mtype=generic
Diakses pada 6 Oktober 2020

Glowm. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/b012.html
Diakses pada 6 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10321/dexchlorpheniramine-maleate-oral/details
Diakses pada 6 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/dexchlorpheniramine.html
Diakses pada 6 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8457/betamethasone-oral/details
Diakses pada 6 Oktober 2020

Patient. https://patient.info/medicine/betamethasone-soluble-tablets
Diakses pada 6 Oktober 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/betamethasone-injectable-suspension#use-as-directed
Diakses pada 6 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Alergi Kucing dan Cara Tepat untuk Mengatasinya

Mengidap alergi kucing tentunya menyebalkan, terutama bagi mereka yang suka bermain dengan hewan berbulu itu. Hati-hati, alergi kucing dapat menimbulkan anafilaksis! Kenalilah penyebab, gejala, dan cara mengatasinya ini.
19 Nov 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Mengenal Alergi Kucing dan Cara Tepat untuk Mengatasinya

Mengenal Alergi Cuaca dari Gejala, Penyebab, Hingga Cara Mengatasinya

Alergi cuaca bisa terjadi saat seseorang terpapar suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin. Anda perlu mengenali gejalanya dengan saksama agar bisa segera diatasi.
14 Jul 2020|Annisa Trimirasti
Baca selengkapnya
Mengenal Alergi Cuaca dari Gejala, Penyebab, Hingga Cara Mengatasinya

Mengenal Zat Pengental Karagenan, Aman atau Malah Berbahaya?

Karagenan adalah zat aditif pengental yang diekstraksi dari rumput laut merah. Karagenan merupakan pengental yang kontroversial dan dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan.
12 Nov 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Mengenal Zat Pengental Karagenan, Aman atau Malah Berbahaya?