Duphaston digunakan untuk terapi tambahan dalam penggantian estrogen
Duphaston digunakan untuk terapi tambahan dalam penggantian estrogen
Duphaston digunakan untuk terapi tambahan dalam penggantian estrogen
Duphaston digunakan untuk terapi tambahan dalam penggantian estrogen
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 450.982/strip (20 tablet) per April 2019
Kemasan 1 box isi 1 strip @ 20 tablet (10 mg)
Produsen Abbott Indonesia

Duphaston adalah obat untuk terapi tambahan dalam penggantian hormon estrogen, defisiensi progesteron, nyeri haid (dismenore), sindrom pramenstruasi, aborsi yang mengancam yang terkait dengan defisiensi luteal, dan perdarahan rahim (uterus). Obat ini mengandung dydrogesterone. Duphaston termasuk obat keras yang memerlukan resep dokter.

Digunakan sebagai terapi tambahan dalam penggantian estrogen, pengobatan saat defisiensi progesteron, pengobatan nyeri haid (dismenore), peradangan endometrium (endometriosis), tidak haid selama lebih dari 6 bulan (amenorea sekunder), perdarahan uterus disfungsional, sindrom pra-menstruasi, aborsi yang mengancam dan kebiasaan yang berhubungan dengan defisiensi progesteron yang terbukti, infertilitas karena kekurangan luteal.

Dydrogesterone 10 mg

Terapi pengganti estrogen tambahan: 10 mg setiap hari selama 10-12 hari/bulan. Dosis 20 mg setiap hari selama 10-12 hari/bulan jika terdapat perdarahan akibat akibat menggunakan kontrasepsi hormonal (withdrawal bleeding).

Defisiensi progesteron 

  • Dismenore primer: 10 mg diberikan sebanyak 2 kali/hari pada hari ke 5-25 siklus menstruasi.

Endometriosis: 10 mg diberikan sebanyak 2 kali/hari pada hari ke 5-25 siklus menstruasi.

Amenore sekunder: estrogen tunggal pada hari ke 1-25 siklus, kemudian ditambahkan 10 mg duphaston diberikan sebanyak 2 kali/hari pada hari ke 11-25.

Perdarahan uterus abnormal karena ketidakseimbangan hormon, seperti fibroid submukosa atau kanker rahim: 10-20 mg diberikan sebanyak 1-2 kali/hari selama 5-10 hari. Untuk mencegah perdarahan lebih lanjut: 10-20 mg diberikan sebanyak 1 atau 2 kali/hari pada hari ke 11-25 siklus menstruasi dan diulang secara siklis sesuai kebutuhan.

Sindrom pramenstruasi: 10 mg diberikan sebanyak 2 kali/hari sejak hari ke 12-26 siklus.

Aborsi yang mengancam: Dosis awal 40 mg, lalu berikan 10 mg 8 jam sampai gejala timbul.

Infertilitas akibat defisiensi luteal: 10 mg diberikan sebanyak 2 kali/hari pada hari ke 11-25 dari siklus kemudian berlanjut untuk setidaknya 6 siklus berturut-turut.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perdarahan vagina atau bercak yang terjadi diantara periode menstruasi, perubahan menstruasi, bengkak (edema). 

Hipersensitif. Perdarahan vagina abnormal yang tidak terdiagnosis, wanita yang menggunakan estrogen, tromboflebitis atau gangguan tromboemboli, riwayat serebrovaskular atau kelainan pembuluh darah koroner jantung (CAD), kanker payudara (karsinoma payudara/organ genital), penyakit hati atau disfungsi, riwayat ikterus kolestatik atau gatal (pruritus) selama kehamilan, sindrom Dubin-Johnson & sindrom Rotor, riwayat herpes pada kehamilan, anemia sel sabit, tumor hati jinak atau ganas selama pengobatan OC.

Gangguan hati berat, kelainan genetik (porfiria), depresi, intoleransi galaktosa, defisiensi lapp-lactase, malabsorpsi glukosa-galaktosa. Kasus tromboemboli, stroke, miokard infark, tumor jinak (adenoma) hati, penyakit kandung empedu, hipertensi.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/duphaston/?type=full#Indications
Diakses pada 9 April 2019

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00378
Diakses pada 1 Oktober 2019

Artikel Terkait