Dulcolax supositoria adalah obat yang digunakan untuk pasien yang menderita konstipasi
Dulcolax supositoria adalah obat yang digunakan untuk pasien yang menderita konstipasi
Dulcolax supositoria adalah obat yang digunakan untuk pasien yang menderita konstipasi
Dulcolax supositoria adalah obat yang digunakan untuk pasien yang menderita konstipasi
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 116.188/strip (6 supositoria) per April 2019
Kemasan 1 strip @ 6 supositoria pediatrik (5 mg)
Produsen Boehringer Ingelheim Indonesia

Dulcolax adalah obat yang dimasukkan melalui anus untuk pasien yang menderita konstipasi akut maupun kronis dan untuk mengosongkan usus sebelum operasi atau prosedur radiologis. Dulcolax mengandung bisacodyl dan termasuk golongan obat bebas terbatas yang bisa dibeli secara bebas.

Menangani konstipasi akut maupun kronis dan untuk mengosongkan usus sebelum operasi atau prosedur radiologis.

Bisacodyl 5 mg.

 

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Anak usia 4-10 tahun: 1 supositoria (5 mg)/hari

Anak di atas 10 tahun: 2 supositoria (@5 mg)/hari

Supositoria harus dibuka bungkusnya dan dimasukkan seluruhnya ke dalam rektum. Obat akan bekerja kira-kira 20 menit (interval waktu 10-30 menit) setelah diberikan.

Kram atau nyeri perut, diare, mual.

Pasien dengan kelumpuhan otot usus, penyumbatan usus, baru mengalami pembedahan di bagian perut seperti usus buntu, penyakit radang usus akut, nyeri perut yang parah, dehidrasi parah, hipersensitivitas terhadap bisacodyl, terdapat luka dan peradangan pada anus.

Penggunaan berlebihan dalam waktu lama dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dan hipokalemia, kehamilan dan menyusui.

Bendrofluazide, furosemide, prednisolone, obat laksatif lainnya.

EMC. https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.5505.pdf
Diakses pada 18 September 2019

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait