Dulcolax adalah obat yang dimasukkan melalui anus untuk pasien yang menderita konstipasi akut
Dulcolax adalah obat yang dimasukkan melalui anus untuk pasien yang menderita konstipasi akut
Dulcolax adalah obat yang dimasukkan melalui anus untuk pasien yang menderita konstipasi akut
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 135.075/strip (5 supositoria) per April 2019
Kemasan 1 strip @ 5 supositoria (10 mg)
Produsen Boehringer Ingelheim Indonesia

Dulcolax adalah obat yang dimasukkan melalui anus untuk pasien yang menderita konstipasi akut maupun kronis dan untuk mengosongkan usus sebelum operasi atau prosedur radiologis. Dulcolax mengandung bisacodyl dan termasuk golongan obat bebas terbatas yang bisa dibeli secara bebas.

Menangani konstipasi akut maupun kronis dan untuk mengosongkan usus sebelum operasi atau prosedur radiologis.

Tiap supositoria: bisacodyl 10 mg

 

Dewasa dan Anak >10 tahun: 1 supositoria/hari

 

Supositoria harus dibuka bungkusnya dan dimasukkan seluruhnya ke dalam rektum. Obat akan bekerja kira-kira 20 menit (interval waktu 10-30 menit) setelah diberikan.

Kram atau nyeri perut, diare, mual.

Pasien dengan kelumpuhan otot usus, penyumbatan usus, baru mengalami pembedahan di bagian perut seperti usus buntu, penyakit radang usus akut, nyeri perut yang parah, dehidrasi parah, hipersensitivitas terhadap bisacodyl, terdapat luka dan peradangan pada anus.

Penggunaan berlebihan dalam waktu lama dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dan hipokalemia, kehamilan dan menyusui.

Bendrofluazide, furosemide, prednisolone, obat laksatif lainnya.

EMC. https://www.medicines.org.uk/emc/files/pil.5505.pdf
Diakses pada 20 September 2019

Artikel Terkait