Dulcolactol sirup 60 ml untuk pengobatan sembelit, pada pasien dengan sembelit kronis, untuk ensefalopati portal-sistemik, termasuk keadaan pre-koma hepatik dan koma hepatik
Dulcolactol sirup 60 ml untuk pengobatan sembelit, pada pasien dengan sembelit kronis, untuk ensefalopati portal-sistemik, termasuk keadaan pre-koma hepatik dan koma hepatik
Dulcolactol sirup 60 ml untuk pengobatan sembelit, pada pasien dengan sembelit kronis, untuk ensefalopati portal-sistemik, termasuk keadaan pre-koma hepatik dan koma hepatik
Dulcolactol sirup 60 ml untuk pengobatan sembelit, pada pasien dengan sembelit kronis, untuk ensefalopati portal-sistemik, termasuk keadaan pre-koma hepatik dan koma hepatik
Golongan obat Hijau Obat bebas: Tidak memerlukan resep dokter.
HET Rp 79.200/botol (60 ml) per Juli 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Boehringer Ingelheim Indonesia

Dulcolactol adalah obat yang digunakan untuk mengobati kesulitan buang air besar yang bekerja dengan cara memicu pergerakan usus. Dulcolatol merupakan obat bebas dengan zat aktif laktulosa.

Pengobatan sulit buang air besar, gangguan otak yang diakibatkan penyakit liver (ensefalopati portal-sistemik) termasuk keadaan gangguan kesadaran karena peningkatan amonia yang tinggi di darah (koma hepatik).

Tiap 15 ml: laktulosa 10 g.

Penentuan dosis dilakukan oleh dokter. Gunakan gelas ukur yang tersedia untuk dalam mengonsumsi obat ini

Dewasa:

  • Konstipasi ringan:
    • Dosis awal: 15 ml.
    • Dosis penunjang: 10 ml/hari.
  • Konstipasi sedang:
    • Dosis awal: 15-30 ml.
    • Dosis penunjang: 10-15 ml/hari .
  • Konstipasi berat:
    • Dosis awal: 15 ml sebanyak 2 kali/hari.
    • Dosis penunjang: 15-25 ml/hari.

Anak-anak:

  • 1 tahun ke bawah: 
    • Dosis awal: 2,5 ml sebanyak 2 kali/hari.
    • Dosis penunjang: 5 ml/hari.
  • 1-5 tahun: 
    • Dosis awal: 5 ml sebanyak 2 kali/hari
    • Dosis penunjang: 5-10 ml/hari
  • 5-10 tahun:
    • Dosis awal: 10 ml sebanyak 2 kali/hari.
    • Dosis penunjang: 10 ml/hari.

Pasien pre-koma hepatic dan koma hepatik: sesuai petunjuk dokter.

Dapat dikonsumsi sebelum makan atau bersamaan dengan waktu makan. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada lambung dapat dicampur sari buah, air dan susu.

Kembung, kram dan rasa tidak enak pada perut, diare, mual, muntah dan mulut kering.

Pasien dengan penyumbatan pada usus, hipersensitif terhadap laktulosa dan pasien yang menderita kelebihan galaktosa di dalam darah (galaktosemia).

Penderita kencing manis, penggunaan pada wanita hamil dan anak-anak harus dengan petunjuk dokter.

Sesuai kemasan per Juli 2019.

Artikel Terkait