Dorner tablet digunakan untuk memperbaiki luka, nyeri, dan rasa dingin yang berkaitan dengan oklusi arterial kronik dan hipertensi paru primer.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 175.683/box per Mei 2020
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (20 mcg)
Produsen Astellas

Dorner tablet digunakan untuk memperbaiki luka, nyeri, dan rasa dingin yang berkaitan dengan oklusi arterial kronik dan hipertensi paru primer. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Dorner mengandung zat aktif natrium beraprost.

  • Memperbaiki luka, nyeri, dan rasa dingin yang berkaitan dengan oklusi arterial kronik.
  • Mengobati jenis tekanan darah tinggi yang spesifik mengenai pembuluh darah arteri di paru-paru dan sisi kanan jantung (hipertensi pulmonal primer).

Natrium beraprost 20 mcg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Memperbaiki tukak, nyeri dan rasa dingin yang berkaitan dengan oklusi arterial kronik:
    • Dewasa: 120 mcg/hari dalam 3 dosis terbagi.

  • Hipertensi pulmonal primer:
    • Dosis umum: 60 mcg/hari dalam 3 dosis terbagi.
    • Dosis maksimal: 180 mcg/hari dalam 3-4 dosis terbagi.

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan.

  • Sakit kepala.
  • Rasa hangat dan kemerahan pada wajah.
  • Gangguan saluran pencernaan.
  • Pendarahan.
  • Pusing.
  • Peningkatan kadar enzim hati.
  • Peningkatan kadar trigliserida.
  • Peningkatan kadar bilirubin.
  • Pasien yang mengalami pendarahan.
  • Wanita hamil.
  • Pasien yang sedang terapi antikoagulan.
  • Pasien yang sedang terapi antiplatelet.
  • Pasien yang sedang terapi fibrinolitik.
  • Pasien yang sedang menstruasi.
  • Pasien yang memiliki kecenderungan mengalami pendarahan.
  • Warfarin.
  • Aspirin.
  • Tiklopidin.
  • Urokinase.
  • reparat prostaglandin iodium.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dorner/dorner?type=brief&lang=id
Diakses pada 18 Mei 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait