Dopamine (Alias: Dopamine)

Terakhir ditinjau oleh dr. Virly Isella pada 07 Feb 2019
Dopamine bekerj dengan meningkatkan kontraktilitas otot jantung sehingga mempercepat denyut jantung.
Dopamine umum digunakan selama resusitasi jantung paru.

Merk dagang yang beredar:

Dopamin Giulini, Indop

Dopamine merupakan obat yang digunakan untuk meningkatkan curah jantung dan tekanan darah selama resusitasi jantung paru. Dopamine juga dapat digunakan untuk tatalaksana denyut jantung lambat (bradikardia) yang disertai gejala, yang tidak respon dengan obat atropine.

Dopamine dengan obat dobutamine juga dapat berguna untuk  tatalaksana hipotensi (tekanan darah rendah)  pada pasien syok akibat serangan jantung, trauma, pembedahan, gagal jantung, gagal ginjal, dan kondisi lainnya.  Obat ini bekerja pada otot jantung sehingga dapat meningkatkan denyut jantung, kontraktilitas jantung yang pada akhirnya dapat meningkatkan curah jantung dan tekanan darah.

Dopamine (Dopamine)
Golongan

Obat jantung

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Keamanan penggunaan dopamine selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat ini.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Intravena
Gagal jantung akut

  • Dewasa: Dosis awal, 2-5 mcg/kgBB/menit, tingkatkan secara bertahap hingga 5–10 mcg/kgBB/menit bergantung pada keluaran urin dan jantung pasien, serta tekanan darah. Pasien dalam keadaan sakit berat: Dosis dapat diberikan hingga 20-50 mcg/kgBB/menit.

Aturan pakai Dopamine dengan benar

Baca petunjuk kemasan atau ikuti sesuai anjuran dokter Anda sebelum menggunakan obat dopamine. Obat ini disuntikkan ke pembuluh darah melalui infus. Dosis diberikan sesuai kondisi medis. Pada saat penggunaan dopamine, perlu dilakukan pemantauan berkala terhadap tekanan darah, EKG, aliran urin, serta curah jantung. Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera di tangani oleh tenaga medis.

Dopamine dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Kecemasan
  • Angina
  • Denyut jantung cepat atau lambat
  • Hipertensi
  • Hipotensi
  • Azotemia
  • Kelainan konduksi jantung
  • Jantung berdebar-debar
  • Sesak
  • Nyeri dan perubahan warna kulit pada bagian tangan dan kaki
  • Berpotensi fatal: kelainan irama jantung

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping lain diluar daftar di atas, konsultasikan segera ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Kelainan irama jantung
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Riwayat serangan jantung
  • Riwayat sumbatan pembuluh darah (aterosklerosis, emboli arteri, penyakit Raynaud, trauma dingin, atau penyakit Buerger) harus dipantau secara ketat selama terapi dopamine akan menurunkan aliran darah pada bagian tangan dan kaki yang ditandai dengan adanya perubahan warna atau suhu kulit atau nyeri pada tangan dan kaki.
  • Perbaiki hipovolemia (volume cairan rendah dalam tubuh) sebelum pemberian terapi
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Pheochromocytoma (tumor pada kelenjar adrenal)
  • Gangguan jantung (fibrilasi ventrikel dan takiaritmia ventrikel)

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum penggunaannya, dokter mungkin akan mengurangi dosis, atau bila perlu mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi Dopamine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Risiko hipotensi dan bradikardi bila dikonsumsi bersamaan dengan fenitoin.
  • Efek penggunaan dopamin pada jantung akan dilawan dengan obat golongan beta adrenergik seperti (propanol, atau metoprolol).
  • Dapat mempotensiasi efek diuretik pada hidroklorotiazid atau furosemid.
  • Risiko vasokonstriksi berlebihan dengan alkaloid ergot.
  • Efek dari dopamin akan memanjang dan meningkat bila digunakan bersamaan dengan MAOIs.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Drugs. https://www.drugs.com/dopamine.html
diakses pada 19 Desember 2018.

Hughes H. Kahl LK. The Harriet Lane Handbook 21st ed. Elsevier. 2018.

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/intropin-dopamine-342435
diakses pada 19 Desember 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dopamine/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 19 Desember 2018.

NIH. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/681#section=Metabolism-Metabolites
diakses pada 19 Desember 2018.

Artikel Terkait:
Back to Top