Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Domperidone (Alias: Domperidon)

Ditulis oleh dr. Karlina Lestari
Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty
Domperidone mengurangi rasa mual dan muntah
Domperidone dapat membantu mengurangi rasa mual dan muntah

Merk dagang yang beredar:

DOM, Dometa, Fudo, Galdom, Grameta, Monell, Motilium,Regit, Vesperum, Vometa / Vometa FT, Vomistop, Vomitas, Vosedon, Yaridon, Costil, Dombaz, Dome / Dome FT, Domedon, Dometik / FDT Domestik, Dominal / Dominal FM, Domperidon OGB Medikon, Galflux, Gerdilium, Larmeta, Lexadon, Nomesis, Periflux, Prospep, Tilidon, Vidon, Vomarin FT, Vomecho, Vomerin, Vomidone, Vomina

Domperidone merupakan obat yang digunakan untuk menambah dan meningkatkan pergerakan atau kontraksi usus dan lambung.

Obat ini berfungsi untuk mengobati rasa mual dan muntah yang terjadi akibat obat lain untuk mengobati penyakit parkinson.

Domperidone (Domperidon)
Golongan

Antiemetik

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, sirup, dan suppositoria (lewat anus)

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak, dan lansia

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Oral
Mual dan muntah

  • Dewasa: 10 mg, tiga kali sehari. Max: 30 mg per hari.
  • Anak: usia 12 tahun <35 kg: 250 mcg/kg hingga tiga hari sekali. Maks: 750 mcg/kg per hari. Usia >12 tahun ≥35 kg: dosis sama dengan orang dewasa.

Gangguan motilitas gastrointestinal

  • Dewasa: 10 mg tiga kali sehari. Max: 30 mg per hari.

Rektal
Mual dan muntah

  • Dewasa: 30 mg dua kali sehari.
  • Anak: usia 12 tahun >15 kg: 750 mcg/kg dua kali sehari. Usia >12 tahun ≥35 kg: dosis sama dengan orang dewasa.
  • Lansia: Tidak perlu penyesuaian dosis.

Aturan pakai Domperidone dengan benar

Ikuti saran dan resep dokter terlebih dahulu.

Mengonsumsi obat ini harus sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan. Obat harus diminum saat keadaan perut sedang kosong atau 15-30 menit sebelum makan.         

Jangan menunggu rasa sakit semakin memburuk.

Efek Samping

Efek samping terjadi jika obat yang dianjurkan dikonsumsi secara berlebihan, jika dikonsumsi secara berlebihan harus langsung ditangani oleh medis.

Efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan obat ini adalah:

  • Mulut kering
  • Kejang
  • Urtikaria
  • Diare
  • Nyeri kepala
  • Gangguan irama jantung

Efek samping yang sering terjadi akibat overdosis menggunakan obat ini adalah :

  • Kesulitan dalam berbicara.
  • Disorientasi
  • Pusing
  • Pingsan
  • Detak jantung tak teratur.
  • Kehilangan keseimbangan atau kontrol otot.

Efek samping yg jarang namun serius seperti:

  • Hilangnya keseimbangan atau kontrol otot.
  • Pembengkakan mulut.
  • Detak jantung atau denyut jantung yang cepat, tidak teratur, atau berdebar.
  • Pembengkakan wajah, tangan, kaki bagian bawah, atau kaki.

Hubungi dokter jika efek samping tidak menghilang atau menjadi lebih buruk

Peringatan

Lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Beberapa kewaspadaan atau tindakan pencegahaan seperti:

  • Gangguan fungsi hati dan ginjal
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Penyakit jantung
  • Gangguan elektrolit
  • Pendarahanan saluran cerna
  • Perforasi dan obstruksi saluran cerna
  • Gangguan organ hati sedang sampai berat

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Memakai beberapa obat secara bersamaan dapat terjadi interaksi obat. Butuh saran dokter untuk menggunakan obat secara bersamaan, dokter akan mengganti dosis obat tersebut. Seperti:

  • Menghambat efek hipoprolaktinemik dari bromocriptine.
  • Menghambat efek prokinetik dengan analgesik opioid dan antimuskarinosis.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat inhibitor CYP34A (ketokonazole, eritromisin, atau ritonavir) dapat meningkatan kadar serum domperidone dan kemudian meningkatkan risiko perpanjangan QT meningkat.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Drugs.com. https://www.drugs.com/cons/domperidone.html
Diakses pada 1 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/domperidone-oral-route/side-effects/drg-20063481
Diakses pada 1 November 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/domperidone/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 1 November 2018

Back to Top