Domperidone

Ditinjau oleh Veronika Ginting
Domperidone digunakan untuk membantu mengurangi rasa mual dan muntah

Domperidone digunakan untuk membantu mengurangi rasa mual dan muntah

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

DOM, Dometa, Fudo, Galdom, Grameta, Monell, Motilium,Regit, Vesperum, Vometa / Vometa FT, Vomistop, Vomitas, Vosedon, Yaridon, Costil, Dombaz, Dome / Dome FT, Domedon, Dometik / FDT Domestik, Dominal / Dominal FM, Domperidon OGB Medikon, Galflux, Gerdilium, Larmeta, Lexadon, Nomesis, Periflux, Prospep, Tilidon, Vidon, Vomarin FT, Vomecho, Vomerin, Vomidone, Vomina

Deskripsi obat

Domperidone merupakan obat untuk mengurangi rasa mual dan muntah. Obat ini merupakan obat antiemetik. Domperidone dapat meningkatkan pergerakan usus dan lambung dalam mencerna makanan, sehingga dapat mengurangi rasa mual dan muntah.

Selain itu, domperidone juga dapat mengatasi mual dan muntah karena kemoterapi kanker, radioterapi, serta penggunaan obat digitalis, levodopa, dan bromokriptin lebih dari 12 minggu. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan mual akibat mengonsumsi obat untuk mengobati penyakit Parkinson, yaitu gangguan sistem saraf yang memengaruhi koordinasi gerakan.

Domperidone juga dapat digunakan untuk meredakan gejala gangguan pencernaan atau dispepsia.

Domperidone (Domperidon)
GolonganKelas terapi : Antiemetik. Klasifikasi Obat : Agen prokinetik.
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, kaplet, sirup, suspensi, suppositoria
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral
Mual dan muntah

  • Dewasa: 10 mg sebanyak 3 kali/hari. Dosis maksima 30 mg/hari.
  • Anak-anak:
    • 12 tahun ke bawah dengan BB 35 kg ke bawah: 250 mcg/kgBB sebanyak 3 kali/hari. Dosis maksimal 750 mcg/kgBB/hari.
    • 12 tahun ke atas dengan BB 35 kg ke atas: Dosis sama dengan orang dewasa.

Gangguan motilitas gastrointestinal

  • Dewasa: 10 mg sebanyak 3 kali/hari. Dosis maksimal 30 mg/hari.

Rektal atau suppositoria
Mual dan muntah

  • Dewasa: 30 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Anak-anak:
    • 12 tahun ke bawah dengan BB 35 kg ke bawah: 750 mcg/kgBB sebanyak 2 kali/hari.
    • 12 tahun ke atas dengan BB 35 kg ke atas: Dosis sama dengan orang dewasa.

Aturan pakai obat

  • Oral: Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, atau 15-30 menit sebelum makan dan menjelang tidur malam.
  • Suppositoria:
    • Cuci tangan dengan sabun dan air hangat.
    • Buka bungkus suppositoria.
    • Gosokkan pelumas berbahan dasar air ke ujungnya atau celupkan ke dalam air. Cara ini akan membantu Anda memasukan suppositoria dengan lancar.
    • Anda dapat berdiri dengan satu kaki di atas kursi atau berbaring miring dengan satu kaki lurus dan kaki lainnya ditekuk ke arah perut.
    • Buka bokong Anda dengan perlahan.
    • Dorong suppositoria dengan hati-hati, ujung runcing terlebih dahulu, sekitar 1 inci ke bagian bawah Anda.
    • Tutup kaki Anda dan duduk atau berbaring selama sekitar 15 menit untuk membiarkannya larut.
    • Cuci kembali tangan Anda dengan air hangat dan sabun.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat.
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Setiap penggunaan obat berpotensi menimbulkan efek samping. Jika efek samping memburuk, segera cari bantuan tenaga medis. Efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan domperidone, antara lain:

  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Mulut kering.
  • Kejang.
  • Biduran (urtikaria).
  • Gangguan irama jantung.

Efek samping yang sering terjadi akibat overdosis penggunaan domperidone, yaitu:

  • Pusing
  • Kesulitan dalam berbicara.
  • Disorientasi
  • Pingsan
  • Detak jantung tak teratur.
  • Kehilangan keseimbangan atau kontrol otot.

Efek samping yg jarang terjadi, tetapi serius, yaitu:

  • Hilangnya keseimbangan atau kontrol otot.
  • Pembengkakan mulut.
  • Detak jantung atau denyut jantung yang cepat, tidak teratur, atau berdebar.
  • Pembengkakan wajah, tangan, kaki bagian bawah, atau kaki.

Hubungi dokter jika efek samping tidak mereda atau menjadi lebih buruk

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan domperidone pada:

  • Bayi berusia 1 tahun ke bawah.
  • Penderita gangguan hati dan ginjal ringan.
  • Anak-anak berusia di bawah 12 tahun.
  • Penderita masalah pada jantung, seperti gangguan irama jantung.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Pasien dengan riwayat pribadi atau keluarga mengalami kanker payudara.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien yang memiliki faktor risiko kematian jantung mendadak, misalnya memiliki riwayat keluarga penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kencing manis (diabetes melitus), dan obesitas, serta merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Pasien dengan kondisi motilitas lambung membahayakan, misalnya mengalami perdarahan dan penyumbatan (obstruksi) pada saluran pencernaan.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 15-30°C dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Hindari tempat lembap.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi, seperti:

  • Alergi terhadap domperidone.
  • Gangguan hati sedang hingga berat.
  • Penderita gangguan elektrolit, seperti pasien dengan kadar kalium rendah dalam darah (hipokalemia) dan kadar magnesium rendah dalam darah (hipomagnesemia).
  • Mengonsumsi obat ketoconazole, erythromycin, protease inhibitor, atau nefazodon.
  • Memiliki tumor jinak pada kelenjar hipofisis (pituitary) yang terletak pada bagian dasar otak (prolaktinomia).
  • Tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang.

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan domperidone pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami gangguan pada otot atau mata, yaitu bergerak dengan cara tidak biasa atau tidak terkontrol, dan terjadi masalah buang air kecil, segera hubungi dokter.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Domperidone dapat mengalami interaksi dengan obat:

  • Antasida atau agen antisekretori.
    Penggunaan bersama domperidone dapat menurunkan efektivitas antasida dalam menurunkan asam lambung.
  • Protease inhibitor, antijamur azol sistemik, klaritromisin, telitromisin, nefazodon, diltiazem, verapamil, dofetilid, amiodaron, haloperidol, pimozid, citalopram, eritromisin, levofloksasin, pentamidin, halofantrin, lumefantrin, cisapride, dolasetron, mizolastin, mequitazin, toremifen, vandetanib, vincamin, dan beprid.
    Penggunaan domperidone dengan obat-obatan di atas dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
  • Levodopa.
    Penggunaan bersama domperidone dapat meningkatkan konsentrasi levodopa dalam plasma, sehingga meningkatkan risiko efek samping, seperti pusing, mual, dan muntah.
  • Azithromycin, roksitromisin, serta obat yang memicu perlambatan denyut jantung (bradikardia) dan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
    Penggunaan domperidone dengan obat-obatan di atas dapat menyebabkan gangguan irama jantung.
  • Bromikriptin.
    Penggunaan bersama domperidone dapat melawan efek bromokriptin, sehingga dapat mengganggu siklus menstruasi dan produksi ASI.

Drugs. https://www.drugs.com/cons/domperidone.html
Diakses pada 29 Januari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/domperidone?mtype=generic
Diakses pada 29 Januari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/domperidone/
Diakses pada 29 Januari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/domperidone-oral-route/side-effects/drg-20063481?p=1
Diakses pada 29 Januari 2021

medicinenet. https://www.medicinenet.com/domperidone-oral/article.htm
Diakses pada 29 Januari 2021

Patient. https://patient.info/medicine/domperidone-for-sickness-motilium
Diakses pada 29 Januari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email