DOM Sirup 60 ml

15 Okt 2020
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 21.000/botol per September 2020
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen
Lapi Laboratories
DOM sirup adalah obat untuk mengatasi mual, muntah, dan rasa tidak nyaman pada perut, dan nyeri pada ulu hati (epigastrium).Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. DOM sirup mengandung zat aktif domperidon.
  • Mengatasi mual dan muntah.
  • Mengatasi rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia) dan nyeri pada ulu hati (epigastrium).
  • Meringankan gejala gangguan pencernaan seperti rasa kenyang yang berlebihan, perut kembung dan bersendawa yang disertai dengan ketidaknyamanan pada perut dan mulas setelah makan.

Domperidon bekerja dengan meningkatkan pergerakan makanan melalui perut dan saluran pencernaan lebih cepat dan dengan cara ini mengurangi rasa kembung, atau rasa kenyang, dan gangguan pencernaan. Obat ini bekerja dengan memblokir aksi bahan kimia di otak yang menyebabkan rasa mual dan muntah.

Tiap 5 ml: domperidon 5 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dispepsia fungsional: 10 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Mual dan muntah: 10-20 mg sebanyak 3-4 kali/hari.

Anak-anak:

  • Dispepsia fungsional: 0,25 mg/kg BB sebanyak 3 kali/hari.
  • Mual dan muntah: 0,25-0,5 mg/kg BB sebanyak 3-4 kali/hari.

Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Sebaiknya dikonsumsi pada saat perut kosong atau 15-30 menit sebelum makan dan menjelang tidur malam.
  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau mengisap manisan bebas gula.
  • Pingsan atau detak jantung terasa cepat (palpitasi).
    Jika Anda mengalami efek samping di atas bicaralah langsung dengan dokter.
  • Merasa cemas, merasa mengantuk atau lemah, sakit kepala, dan diare.
    Jika efek ini mengganggu, bicarakan dengan dokter atau apoteker untuk meminta saran.
  • Payudara bengkak atau nyeri tekan, perubahan menstruasi, produksi ASI yang tidak biasa, atau ruam kulit yang gatal.
    Jika Anda mengalami efek samping di atas, segera beri tahu dokter Anda tentang semua ini.
  • Pasien yang memiliki tuumor jinak pada kelenjar hipofisis (pituitary) yang terletak pada bagian dasar otak (prolaktinomia).
  • Kondisi dimana motilitas lambung dapat membahayakan, misalnya seperti pasien yang mengalami perdaahan, penyumbatan (obstruksi) pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan irama jantung.
  • Pasien yang memiliki gangguan elektrolit seperti pasien dengan kadar kalium yang rendah dalam darah (hipokalemia) dan penurunan kadar magnesium dalam darah (hipomagnesemia).
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita gangguan hati sedang hingga berat.
  • Pasien yang mengonsumsi obat ketokonazol, eritromisin, protease inhibitor, atau nefazodon.
  • Bayi 1 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan riwayat pribadi atau keluarga mengalami kanker payudara.
  • Pasien dengan faktor sisiko kematian jantung mendadak, misalnya seperti pasien dengan riwayat keluarga penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kencing manis (diabetes melitus), obesitas, merokok, dan pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal ringan.
  • Anak-anak.
  • Pasien lanjut usia.
  • Azitromisin, roksitromisin, dan obat yang memicu terjadinya perlambatan denyut jantung (bradikardia) dan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
    Penggunaan domperidon dengan obat di atas dapat menyebabkan terjadinya gangguan irama jantung.
  • Antasida atau agen antisekretori.
    Domperidon dapat menurunkan ketersediaan hayati antasida atau agen antisekretori.
  • Bromikriptin.
    Domperidon dapat melawan efek bromokriptin, sehingga bromokriptin tidak efektif.
  • Levodopa.
    Domperidon dapat meningkatkan konsentrasi levodopa dalam plasma sehingga meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Protease inhibitor, antijamur azol sistemik, klaritromisin, telitromisin, nefazodon, diltiazem, verapamil, dofetilid, amiodaron, haloperidol, pimozid, citalopram, eritromisin, levofloksasin, pentamidin, halofantrin, lumefantrin, cisapride, dolasetron, mizolastin, mequitazin, toremifen, vandetanib, vincamin, dan beprid.
    Penggunaan domperidon dengan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan irama jantung.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dom?type=brief&lang=id
Diakses pada 30 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/domperidone?mtype=generic
Diakses pada 30 September 2020

Healthhub. https://www.healthhub.sg/a-z/medications/8/Domperidone-Tablet-or-Suspension
Diakses pada 30 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/domperidone-for-sickness-motilium
Diakses pada 30 September 2020

HealthNavigator. https://www.healthnavigator.org.nz/medicines/d/domperidone/
Diakses pada 30 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email