Dolofen-F Kapsul 400 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Dolofen-F kapsul adalah obat untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang dan menurunkan demam.

Deskripsi obat

Dolofen-F kapsul adalah obat untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang seperti sakit gigi dan sakit kepala, serta menurunkan demam. Obat ini merupakan golongan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Dolofen-F kapsul mengandung zat aktif ibuprofen.
Dolofen-F Kapsul 400 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaIbuprofen.
Kelas terapiAnalgesik, antipiretik, dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatNon-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kapsul (400 mg)
ProdusenSupra Ferbindo Farma

Informasi zat aktif

Ibuprofen termasuk dalam golongan NSAID, yang bersifat meredakan nyeri (analgesik), meredakan peradangan (antiinflamasi), dan menurunkan demam (antipiretik). Obat ini bekerja dengan menghambat enzim yang menyebabkan terjadinya peradangan yaitu siklooksigenase-1 dan 2 dengan demikian, juga menghambat sintesis prostaglandin atau zat yang menyebabkan peradangan. Sehingga tidak terjadi gejala peradangan seperti demam dan nyeri. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ibuprofen diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dari saluran pencernaan. Asupan makanan dapat mengurangi tingkat penyerapan. Waktu puncak konsentrasi plasma adalah 1-2 jam.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Pengikatan protein plasma adalah 90-99%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati melalui oksidasi.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (45-80% sebagai metabolit, kira-kira 1% sebagai obat tidak berubah); feses dalam bentuk metabolit tidak aktif. Waktu paruh eliminasi sekitar 2 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Ibuprofen adalah obat penghambat non-selektif dari enzim siklooksigenase (COX), yang dibutuhkan tubuh untuk produksi prostaglandin atau senyawa yang menyebabkan terjadinya peradangan melalui jalur asam arakidonat. COX diperlukan untuk mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin H2 (PGH2). Ibuprofen bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin, sehingga obat ini mampu mengatasi berbagai gejala dari peradangan tersebut, seperti:

  • Meringankan sakit gigi.
  • Meredakan sakit kepala.
  • Mengatasi nyeri pada punggung.
  • Meredakan nyeri yang disebabkan karena peradangan sendi (arthritis).
  • Menurunkan demam.
  • Meringankan nyeri haid (dismenore).
  • Mengatasi nyeri pada otot.

Komposisi obat

Ibuprofen 400 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 200-400 mg/4-6 jam.

Dosis maksimal: 3,2 g/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Nyeri pada perut bagian atas.
  • Diare.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Anemia.
  • Penglihatan kabur.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Pusing.
  • Meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi atau di atas normal (hipertensi).
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Gangguan perubahan mood.
  • Leher terasa kaku.
  • Urin berwarna gelap.
  • Perubahan warna pada kulit dan sklera mata yang menjadi kekuningan.
  • Reaksi alergi seperti gatal dan ruam pada kulit.
  • Reaksi alergi berat (reaksi anafilaksis).
  • Dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah (hiperkalemia).
  • Pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan pada jaringan (edema).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang memproduksi sel darah baru (anemia aplastik).
  • Sakit kepala.
    Pastikan untuk beristirahat yang cukup dan mengonsumsi banyak cairan, hindari konsumsi alkohol. Namun, jika sakit kepala tidak hilang selama lebih dari 1 minggu atau sakit kepala menjadi lebih parah, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing.
    Hentikan aktivitas kemudian duduk atau berbaring hingga Anda merasa membaik. Hindari mengonsumsi kopi, rokok, dan alkohol. Jika pusing tidak membaik dalam beberapa hari, segera hubungi dokter atau apoteker Anda.
  • Mual.
    Hindari mengonsumsi makanan terlalu banyak dan hindari mengonsumsi makanan pedas.
  • Muntah.
    Minumlah air dalam jumlah sedikit dan minumlah sesering mungkin. Namun, jika Anda mengalami gejala dehidrasi seperti mengeluarkan urin berwarna gelap dan memiliki bau yang kuat, segera hubungi dokter Anda.
  • Buang angin.
    Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung gas seperti bawang dan kacang-kacangan. Dapat juga mengonsumsi obat seperti karbon aktif atau simetikon.
  • Gangguan pada saluran pencernaan.
    Jika mengalami gangguan pada saluran pencernaan secara berulang, hentikan mengonsumsi ibuprofen dan segera hubungi dokter Anda. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada perut dalam sementara dapat mengonsumsi antasida.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami serangan jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang memiliki kadar lemak yang tinggi dalam darah (hiperlipidemia).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang mengalami perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita anemia.
  • Pasien yang mengalami stroke.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien penderita asma.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien yang mengonsumsi obat antiinflamasi non-steroid lain, obat pengencer darah, dan obat yang menghambat pembekuan pada darah (antikoagulan).
  • Tidak untuk penggunaan jangka panjang.
  • Anak-anak terutama bayi yang lahir prematur.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan dolofen-F kapsul pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini (ibuprofen) atau obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) lainnya.
  • Pasien dengan riwayat gangguan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita luka pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gagal jantung atau pasien yang telah menjalani operasi bypass.
  • Pasien penderita gagal ginjal atau hati.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Obat antiinflamasi non-steroid lain seperti aspirin, obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan) seperti warfarin, dan obat kortikosteroid.
      Penggunaan bersama salah satu obat tersebut dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
    • Siklosporin dan takrolimus.
      Penggunaan ibuprofen bersama dengan obat tersebut dapat menyebabkan terjadinya risiko peningkatan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan toksisitas pada ginjal.
    • Metotreksat dan lithium.
      Penggunaan bersama ibuprofen dapat menyebabkan risiko terjadinya keracunan.
    • Lisinopril, kaptopril, dan ramipril.
      Ibuprofen dapat mengurangi efektivitas obat antihipertensi tersebut.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Masalah hati seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, tinja berwarna tanah liat, penyakit kuning seperti kulit atau mata yang menjadi menguning.
  • Masalah ginjal sedikit atau tidak ada buang air kecil, nyeri atau sulit buang air kecil, bengkak di kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah atau sesak napas.
  • Sel darah merah rendah seperti anemia, kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, kesulitan berkonsentrasi.
  • Reaksi kulit yang parah seperti demam, sakit tenggorokan, bengkak di wajah atau lidah Anda, rasa terbakar di mata Anda, nyeri kulit diikuti dengan ruam kulit merah atau ungu yang menyebar terutama di wajah atau tubuh bagian atas dan menyebabkan lepuh serta pengelupasan.
  • Sesak napas.
  • Tanda-tanda pendarahan perut seperti feses berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.
  • Gangguan penglihatan.
  • Peningkatan berat badan yang terjadi secara cepat.
  • Ruam pada kulit.

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-adults/ Diakses pada 20 Juli 2020 MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ibuprofen Diakses pada 20 Juli 2020 WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5166-9368/ibuprofen-oral/ibuprofen-oral/details Diakses pada 20 Juli 2020 Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682159.html Diakses pada 20 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email