Dolo Neurobion Tablet

05 Jan 2021| Aby Rachman
Dolo Neurobion tablet adalah obat untuk mengurangi rasa nyeri yang disebabkan neuritis dan neuralgia

Deskripsi obat

Dolo Neurobion tablet berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri yang disebabkan saraf meradang (neuritis) dan kerusakan saraf (neuralgia). Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Dolo Neurobion tablet mengandung paracetamol, vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12.
Paracetamol adalah obat penghilang rasa sakit yang umum digunakan untuk mengobati sakit, serta menurunkan suhu tubuh yang tinggi. Vitamin B1, B2, dan B6 merupakan vitamin B kompleks yang berfungsi untuk mendukung kesehatan fungsi sistem saraf.

Dolo Neurobion Tablet
Golongan ObatObat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
HETRp 20.900/strip per Maret 2019
Kandungan utamaParacetamol, vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12
Kelas terapiAnalgesik dan vitamin neurotropik.
Klasifikasi obatAnalgesik non-opioid.
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet
ProdusenMerck

Informasi zat aktif

Paracetamol termasuk dalam kelompok obat analgesik atau pereda nyeri. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma sekitar 10-60 menit.
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine (5% sebagai obat yang tidak berubah, 60-80% sebagai metabolit glukuronida, dan 20-30% sebagai metabolit sulfat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan tubuh dari separuh kadar awal obat sekitar 1-3 jam.

Vitamin B1 adalah vitamin yang mampu mengolah karbohidrat menjadi energi. Vitamin ini berperan penting dalam proses metabolisme glukosa, serta menjaga fungsi saraf, otot, dan jantung.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B1 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas di sebagian besar jaringan tubuh dan memasuki ASI.
  • Ekskresi: Kelebihan tiamin diekskresikan dalam urine sebagai metabolit dan obat tidak berubah.

Vitamin B6 diperlukan untuk menjaga kesehatan saraf, kulit, dan sel darah merah. Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B6 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Dikonversi menjadi piridoksal fosfat dan piridoksamin fosfat, yang disimpan dan dimetabolisme terutama di hati.
  • Ekskresi: Asam 4-piridoksat dan metabolit aktif lainnya diekskresikan melalui urine.

Vitamin B12 merupakan vitamin neurotropik yang berfungsi untuk menjaga, memelihara, dan menormalkan fungsi saraf. Caranya adalah dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf dan memberikan asupan yang dibutuhkan agar saraf mampu bekerja dengan baik.
Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, vitamin B12 diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Melalui saluran pencernaan.
  • Distribusi: Di dalam darah didistribusikan dan disimpan di hati dan sumsum tulang. Melintasi plasenta dan sejumlah kecil masuk ke dalam ASI.
  • Ekskresi: Melalui empedu dan urine.

Indikasi (manfaat) obat

Pengobatan nyeri ringan sampai sedang, seperti:

  • Nyeri punggung (lumbago).
  • Nyeri akibat peradangan tulang belakang (spondilitis).
  • Nyer leher yang menjalar hingga lengan dan bahu (brachialgia).
  • Linu panggul.
  • Mati rasa atau kesemutan akibat saraf terjepit (sindrom lorong karpal).
  • nyeri setelah operasi.

Paracetamol merupakan obat yang dapat meredakan nyeri (analgetik) dan menurunkan demam (antipiretik). Obat ini bekerja dengan menghambat enzim cyclooxygenase (COX) yang memproduksi prostaglandin, yaitu senyawa di dalam tubuh yang dapat menyebabkan peradangan. Dengan menghambat COX, maka jumlah pembentukan prostaglandin pada sistem saraf akan menurun dan nyeri pun akan berkurang. Selain itu, paracetamol juga dapat menurunkan demam dengan mengontrol pusat pengendali suhu tubuh pada otak.
Vitamin B1 digunakan untuk memberikan energi ke sel-sel saraf agar dapat bekerja dengan baik. Vitamin B6 penting untuk mengirimkan informasi dalam sistem saraf, atau disebut neurotransmitter. Vitamin B12 ini sangat penting untuk kesehatam sistem saraf. Hal ini dikarenakan, vitamin B12 adalah kunci pembentukan mielin yang melindungi serabut saraf dan memengaruhi kecepatan pengiriman sinyal pada saraf.

Komposisi obat

  • Paracetamol 500 mg.
  • Vitamin B1 50 mg.
  • Vitamin B6 100 mg.
  • Vitamin B12 100 mcg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

1 tablet sebanyak 2-3 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat diminum bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, serta urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Konsumsilah makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa, seperti makanan pedas.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Sakit perut.
    Cobalah istirahat agar tubuh Anda lebih relaks. Mengompres perut dengan bantalan atau botol air panas tertutup dapat membantu mengurangi efek samping ini.
  • Reaksi alergi, seperti berkeringat.
  • Detak jantung lebih dari 100 kali/menit (takikardia).
  • Kulit gatal.
  • Biduran (urtikaria).
  • Gangguan ginjal dan kemih, seperti urine berwarna kemerahan yang muncul dalam 8 jam pertama setelah pemberian. Efek samping ini biasanya sembuh dalam waktu 48 jam.
  • Gangguan darah dan sistem limfatik, misalnya sel darah putih rendah (leukopenia) dan keping darah rendah (trombositopenia).
  • Membesarnya hati melebihi ukuran normal (hepatobilier).

Cara penyimpanan obat

Simpan di tempat kering dan pada suhu di bawah 25°C.

Perhatian Khusus

  • Tidak digunakan untuk pengobatan jangka panjang.
  • Jangan melebihi dosis yang dianjurkan karena dapat menyebabkan kerusakan hati parah.
  • Pasien gangguan hati dan ginjal berat.
  • Pasien yang banyak mengonsumsi alkohol.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Dolo Neurobion tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi atau hipersensitivitas terhadap komponen produk ini.
  • Tidak boleh diberikan kepada anak berusia di bawah 14 tahun karena kandungan bahan aktifnya tinggi.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Levodopa.
    Penggunaan levodopa bersama vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 dapat mengurangi efek terapi levodopa.
  • Warfarin.
    Penggunaan paracetamol secara teratur dalam waktu lama dapat meningkatkan efek warfarin dalam mencegah penggumpalan darah, sehingga berpotensi terjadi perdarahan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segere hubungi dokter jika Anda mengalami salah satu efek di bawah ini:

  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau bagian tubuh lainnya.
  • Mengi atau kesulitan bernapas.
  • Ruam atau gatal-gatal pada kulit.
  • Sedikit atau tidak dapat buang air kecil.
  • Sesak napas.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dolo-neurobion?type=full
Diakses pada 24 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/philippines/drug/info/dolo-neurobion?type=full
Diakses pada 24 Desember 2020

Neurobion. https://www.neurobion.com/en_PH/home/learn/neurotropic-B-vitamins.html
Diakses pada 24 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/thiamine?mtype=generic
Diakses pada 24 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/pyridoxine?mtype=generic
Diakses pada 24 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cyanocobalamin?mtype=generic
Diakses pada 24 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/thiamine.html
Diakses pada 24 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/pyridoxine.html
Diakses pada 24 Desember 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/cyanocobalamin.html
Diakses pada 24 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email