Dolgesik kapsul adalah obat untuk mengatasi nyeri ringan hingga berat.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 100.000/box per Agustus 2020
Kemasan 1 box isi 5 strip @ 10 kapsul (50 mg)
Produsen Mesifama
Dolgesik kapsul adalah obat untuk mengatasi nyeri ringan hingga berat seperti setelah operasi atau cedera serius. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Dolgesik kapsul mengandung zat aktif tramadol hidroklorida.

Mengatasi nyeri sedang hingga berat seperti:

  • Nyeri setelah operasi.
  • Nyeri akibat cedera.

Tramadol merupakan obat golongan analgesik yang dapat mengatasi rasa nyeri dengan bekerja pada reseptor rasa sakit di sistem saraf pusat dan otak untuk memblokir sinyal rasa sakit ke seluruh tubuh.

Tramadol hidroklorida 50 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Nyeri ringan hingga berat:
    • Dosis awal: 50-100 mg setiap 4-6 jam.
    • Dosis maksimal: 400 mg/hari.
  • Nyeri setelah operasi:
    • Dosis awal: 100 mg, lalu 50 mg setiap 10-20 menit jika dibutuhkan, dosis dapat ditingkatkan hingga 250 mg untuk satu jam pertama.
    • Dosis pemeliharaan: 50-100 mg setiap 4-6 jam.
    • Dosisi maksimal: 600 mg/hari.

Lansia 75 tahun ke atas: tingkatkan interval pemberian dosis.

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan dan kapsil ditelan utuh.
  • Muntah.
    Konsumsi makanan sederhana dan jangan mengonsumsi makanan berat atau pedas dan cobalah konsumsi tramadol setelah Anda makan. Cobalah minum air sesering mungkin dan bila efek samping ini terus terjadi segera hubungi dokter sehingga dokter Anda dapat meresepkan obat tambahan yang mengatasi efek samping ini.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Cobalah mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat seperti buah dan sayuran segar serta sereal. Cobalah untuk minum beberapa gelas air atau minuman non-alkohol lainnya setiap hari. Cobalah untuk berolahraga ringan seperti berenang atau berjalan-jalan dan konsultasikan kepada dokter Anda untuk meresepkan obat yang dapat membantu mengobati atau mencegah kesulitan buang air besar.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan dan sebaiknya jangan mengonsumsi alkohol karena akan menimbulkan efek samping mengantuk serta mintalah Apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Sakit kepala biasanya akan hilang setelah seminggu pertama mengonsumsi tramadol. Hubungi dokter Anda jika sakit kepala berlangsung lebih dari satu minggu atau jika kondisi bertambah parah.
  • Mengantuk, lelah, pusing, atau sering melamun.
    Efek samping tersebut akan hilang dalam satu atau dua minggu ketika Anda terbasa mengonsumsi tramadol. Hubungi dokter Anda jika efek samping berlangsung lebih lama dan jangan mengonsumsi alkohol sebab akan menyebabkan kondisi Anda semakin terasa lelah.
  • Mulut kering.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula atau hisaplah permen bebas gula. Dokter Anda mungkin akan meresepkan sediaan spray, gel, atau permen hisap untuk menjaga kelembaban mulut Anda.
  • Berkeringat.
    Cobalah untuk mengenakan pakaian yang tidak sempit dan cobalah gunakan produk antiprespiran dan gunakan kipas untuk menjaga udara tetap sejuk. Jika hal tersebut tidak membantu, segera hubungi dokter Anda.
  • Tenaga yang lemah.
    Bicarakan dengan dokter sehingga dokter Anda dapat menyesuaikan dosis atau meresepkan obat penghilang rasa sakit yang berbeda.
  • Pasien yang mengonsumsi bersamaan dengan obat golongan Monoamine Oksidase Inhibitor (MAOIs) atau di 2 minggu setelah penghentian konsumsi obat golongan Monoamine Oksidase Inhibitor (MAOIs).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap tramadol.
  • Kejang tidak terkontrol (epilepsi).
  • Asma bronkial akut atau parah.
  • Pasien dengan kadar karbondioksida yang tinggi dalam darah (hiperkapnia) atau depresi pernapasan signifikan.
  • Pasien dengan gangguan ginjal berat dan kerusakan hati.
  • Pasien dengan keracunan (intoksikasi) akut akibat penggunaan obat hipnotik.
  • Anak-anak 12 tahun ke bawah.
  • Pasien dengan peningkatan tekanan pada rongga kepala (tekanan intrakranial).
  • Pasien dengan metabolisme CYP2D6 yang buruk.
  • Pasien yang menderita gangguan emosi atau depresi.
  • Pasien dengan riwayat epilepsi atau risiko kejang.
  • Pasien dengan cedera kepala.
  • Pasien gangguan ginjal dan hati
  • Lansia.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Obat depresi seperti setralin, flukosentin, paroksetin, sitalopram, escitalopram, diloksetin, atau venlafaksin dan obat golongan Monoamine Oksidase Inhibitor (MAOIs) seperti isokarboksazid, fenelzin, atau selegilin.
    Penggunaan bersama tramadol mengalami peningkatan kadar serotonin dalam tubuh dan menyebabkan kondisi sindrom serotonin. Gejala dapat berupa perasaan gelisah, detak jantung cepat, suhu tubuh meningkat, mual atau muntah. Jika Anda menggunakan salah satu obat ini bersama tramadol, dokter akan memantau kondisi Anda dan menyesuaikan dosis sesuai kondisi Anda.
  • Benzodiazepin seperti alprazolam, klonazepam, diazepam, lorazepam, obat antipsikotik seperti klorpromazin atau tioridazin.
    Penggunaan bersama tramadol menyebabkan Anda mengalami kebingungan, napas melambat atau berhenti, tekanan darah menurun, denyut jantung menurun, koma, atau kematian. Jika Anda menggunakan salah satu obat ini bersama tramadol, dokter akan memantau kondisi Anda dan menyesuaikan dosis yang lebih rendah.
  • Karbamazepin.
    Penggunaan tramadol bersama karbamazepin menurunkan efektivitas tramadol dalam mengurangi rasa sakit, menurunkan kadar tramadol dalam tubuh, dan meningkatkan risiko kejang.
  • Obat golongan hipnotik seperti zolpidem.
    Penggunaan bersama tramadol menyebabkan pernapasan menjadi lambat, tekanan darah menurun, detak jantung menurun, atau kebingungan. Jika Anda menggunakan salah satu obat ini bersama tramadol, dokter akan memantau kondisi Anda dan menyesuaikan dosis yang lebih rendah.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/tramadol?mtype=generic
Diakses pada 18 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/tramadol/
Diakses pada 18 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/tramadol-oral-tablet#interactions
Diakses pada 18 Agustus 2020

RxList. https://www.rxlist.com/ultram-drug.htm#contraindications
Diakses pada 18 Agustus 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait