Dogmatil Kapsul 50 mg

23 Des 2020
Dogmatil kapsul adalah obat untuk meredakan gejala gangguan mental skizofrenia.

Deskripsi obat

Dogmatil kapsul adalah obat untuk meredakan gejala gangguan mental skizofrenia yang menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam membedakan antara ralita atau khayalan (halusinasi) dan mengalami perubahan perilaku. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Dogmatil kapsul mengandung zat aktif sulpirid.

Dogmatil Kapsul 50 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Informasi tambahanLactose intolerant.
Kandungan utamaSulpirid.
Kelas terapiAntipsikotik.
Klasifikasi obatBenzamid.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kapsul (50 mg)
ProdusenSoho Industri Farmasi

Informasi zat aktif

Sulpirid adalah antipsikotik benzamide yang merupakan antagonis selektif reseptor dopamin pusat (D2, D3, D4) yang menghambat aktivitas dopamin yang berlebihan sehingga dapat mengurangi gejala skizofrenia.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, sulpirid diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi secara perlahan dari saluran cerna. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 3-6 jam, kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) yang rendah, dan tergantung pada variasi antar individu.
  • Distribusi: Didistribusikan dengan cepat ke jaringan tetapi jalur sawar darah otak buruk dan didistribusikan ke dalam ASI. Ikatan protein plasma sekitar 40%.
  • Ekskresi: Diekskresikan sebanyak 95% melalui urin dan feses. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh plasma) sekitar 8-9 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi masalah kesehatan mental yang memengaruhi pikiran, perasaan, atau perilaku dengan gejala skizofrenia seperti:

  • Tidak dapat membedakan kenyataan dan imajinasi (delusi).
  • Mendengar, merasa, mencium aroma, dan melihat sesuatu yang tidak nyata (halusinasi).
  • Perilaku motorik yang sangat tidak teratur atau tidak normal.
  • Gejala negatif yang mengacu pada berkurangnya atau kurangnya kemampuan untuk berfungsi secara normal. Misalnya, tidak menjaga kebersihan pribadinya atau tidak menunjukan emosi seperti tidak melakukan kontak mata, tidak mengubah ekspresi wajah, atau berbicara dengan nada datar. Selain itu, orang tersebut mungkin kehilangan minat dalam aktivitas sehari-hari, menarik diri secara sosial, atau tidak memiliki kemampuan untuk mengalami kesenangan.

Sulpirid adalah antipsikotik benzamide yang merupakan antagonis selektif reseptor dopamin pusat (D2, D3, D4) yang menghambat aktivitas dopamin yang berlebihan sehingga dapat mengurangi gejala-gejala masalah kesehatan mental skizofrenia.

Komposisi obat

Sulpirid 50 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 2-4 kapsul/hari dalam dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Mengantuk.
    Jika gejala mengantuk timbul setelah mengonsumsi sulpirid, janganlah mencoba untuk mengemudi dan menggunakan alat atau mesin.
    Merasa gelisah atau gerakan otot yang tidak biasa atau tidak terkendali (gemetar).
    Bicarakan dengan dokter tentang gejala Anda. Perawatan Anda mungkin perlu disesuaikan.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Cobalah untuk banyak air dan cobalah mengonsumsi makanan seimbang dengan banyak buah dan sayuran segar.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
    Jika Anda mengalami kesulitan tidur (insomnia), beberapa hal sederhana seperti membatasi kafein di sore dan malam hari, menjaga kamar tetap gelap dan tenang, serta tidur dan bangun pada waktu yang ditentukan setiap hari dapat membantu.
  • Berat badan bertambah.
    Cobalah konsumsi makanan sehat seimbang tanpa menambah ukuran porsi Anda. Olahraga teratur juga akan membantu menjaga berat badan Anda tetap stabil. Jika Anda masih mengalami penambahan berat badan, temui dokter Anda karena dapat menjadi tanda retensi.
  • Ketidakmampuan untuk ereksi (disfungsi ereksi).
  • Payudara membesar.
  • Produksi ASI tidak normal.
  • Masalah menstruasi.
  • Kulit kemerahan (ruam kulit).

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan penyakit yang mempengaruhi gerakan tubuh (parkinson).
  • Pasien dengan penyakit sistem saraf pusat yang menyebabkan kejang (epilepsi).
  • Pasien dengan gangguan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
  • Pasien dengan faktor risiko stroke.
  • Pasien yang bersemangat, gelisah atau agresif. Hindari penarikan mendadak.
  • Pasien gangguan ginjal.
  • Lansia yang berhubungan dengan penurunan daya ingat (demensia).
  • Pasien dengan gangguan mencerna laktosa.
  • Ibu hamil.

Kategori kehamilan

Kategori D: Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat ini menimbulkan risiko pada janin manusia. Penggunaan pada ibu hamil dapat dipertimbangkan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Misalnya, bila obat dibutuhkan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius, di mana obat lain tidak efektif atau tidak bisa diberikan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap sulpirid atau komponen lain dari obat ini.
  • pasien dengan tumor di kelenjar adrenal (feokromositoma).
  • Pasien dengan kelainan darah dimana heme tidak terbentuk sempurna (porfiria).
  • Pasien dengan kanker payudara atau kanker di kelenjar pituitari.
  • Pasien yang mengonsumsi levodopa atau ropinorol untuk terapi penyakit parkinson.
  • Ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat golongan beta blockers dan kalsium channel blockers.
    Penggunaan sulpirid dengan obat di atas dapat menyebabkan denyut jantung lambat (bradikardia).
  • Obat diuretik hipokalemia, pencahar, amfoterisin B, glukokortikoid, dan tetrakosaktida.
    Pengguaan sulpirid dengan obat di atas dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.
  • Obat antihipertensi.
    Penggunaan sulpirid dengan obat golongan antihipertensi dapat menyebabkan hipotensi postural.
  • Antasida dam sukralfat.
    Penggunaan sulpirid dengan obat antasida atau sukralfat dalam menurunkan penyerapan (absorpsi) sulpirid.
  • Ropinorol.
    Penggunaan sulpirid dengan ropinorol dapat mengurangi efek obat ropironol.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter jika Anda mengalami gerakan tidak terkendali (tremor), gemetar, kejang otot, atau gerakan lambat.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sulpiride?mtype=generic
Diakses pada 23 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/sulpiride-dolmatil#nav-4
Diakses pada 23 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/uk/sulpiride-tablets-200mg-leaflet.html
Diakses pada 23 September 2020

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/schizophrenia/symptoms-causes/syc-20354443
Diakses pada 23 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email