Docusate Sodium, Forumen

Docusate sodium digunakan sebagai obat pelancar buang air besar (laksatif), karena dapat meningkatkan penetrasi cairan pada feses, sehingga feses lebih lunak. Selain itu, docusate sodium juga dapat meningkatkan sekresi cairan usus. Jika digunakan sebagai tetes telinga, docusate sodium dapat melunakkan kotoran telinga yang keras, dengan meningkatkan penetrasi cairan ke materi kotoran telinga yang kering.

Docusate Sodium
Golongan

Laxative, Purgative

Kategori obat

Obat bebas

Bentuk sediaan obat

Tablet, meal, tetes telinga, enema

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Oral

Sembelit
Dewasa: 50-300 mg per hari. Dosis maksimal 500 mg per hari.
Anak-anak di atas usia 12 tahun: dosis sama dengan dosis dewasa.

Obat tetes telinga 0,5%

Melunakkan kotoran telinga
Dewasa: diteteskan sampai memenuhi telinga, tidak lebih dari 2 malam berturut-turut.
Dosis anak sama dengan dosis dewasa.

Rektal

Sembelit
Dewasa: enema dengan konsentrasi 283 mg/5mL. Dosis 1 enema 1-3 kali per hari.
Dosis anak sama dengan dosis dewasa.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan sebelum penggunaan.

Jika diminum per oral, waktu kerja obat sekitar 12-72 jam setelah dikonsumsi. Sebaiknya Anda mengonsumsi laksatif malam sebelum tidur. Jika diberikan melalui lubang anus, efek kerjanya lebih cepat, yaitu sekitar 2-15 menit.

Gunakan obat ini hanya jika dibutuhkan. Pastikan untuk tidak mengkonsumsi docusate sodium lebih dari 1 minggu, kecuali dengan petunjuk dokter.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Efek samping yang dapat terjadi berupa:

  • Nyeri atau perdarahan pada dubur
  • Diare
  • Nyeri perut
  • Mual
  • Ruam pada kulit

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Wasir
  • Fisura ani (luka pada anus)
  • Sedang hamil dan menyusui
  • Dalam usia kanak-kanak

Kontraindikasi

Jangan menggunakan docusate sodium jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Nyeri perut
  • Mual dan muntah
  • Sumbatan usus

Jangan menggunakan tetes telinga docusate sodium jika sebelumnya ada riwayat gendang telinga pecah atau saat ini telinga dalam keadaan radang.

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Docusate sodium yang diminum per oral dapat meningkatkan penyerapan obat lain. Dapat meningkatkan efek laksatif antrakuinon. Serta dapat meningkatkan risiko efek samping pada lambung akibat aspirin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/docusate%20sodium/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 20 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-323/docusate-sodium-oral/details Diakses pada 20 Agustus 2019

Drugs.com. https://www.drugs.com/pregnancy/docusate.html
Diakses pada 20 Agustus 2019

Artikel Terkait