Divoltar tablet 50 mg

06 Jan 2020| Maria Yuniar
Divoltar tablet 50 mg untuk meredakan nyeri sendi.

Deskripsi obat

Divoltar adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit, pembengkakan, dan sendi yang kaku akibat artritis. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Divoltar mengandung diclofenac sodium sebagai zat aktifnya.

Divoltar tablet 50 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 6.160/strip (50 mg) per Oktober 2019
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet (50 mg)
ProdusenKalbe Farma

Indikasi (manfaat) obat

  • Terapi peradangan sendi yang menimbulkan keluhan bengkak dan nyeri sendi, serta sendi terasa kaku (artritis reumatoid).
  • Terapi sendi terasa nyeri akibat peradangan ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi (osteoartritis).
  • Terapi peradangan kronis yang dapat menyebabkan menutupnya celah antar ruas tulang belakang (spondilitis ankilosing) dan spondiloartritis akut atau kronik.
  • Sindrom nyeri tulang vertebral.
  • Rematik bukan pada sendi (rheumatisme non-artikuler).
  • Serangan asam urat akut.

Komposisi obat

Diclofenac sodium 50 mg

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dosis maksimal: 100 mg/hari dan dosis awal pada hari pertama maksimal 150 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Gangguan saluran cerna.
  • Gangguan pembekuan darah.
  • Gangguan kardiovaskuler.
  • Reaksi hipersensitif.
  • Gangguan fungsi ginjal.

Perhatian Khusus

  • Kehamilan trimester ketiga.
  • Hindari pemberian bersama dengan NSAID lain.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Hipersensitif terhadap zat aktif dan tukak lambung.
  • Pasien dengan riwayat serangan asma, urtikaria, atau rinitis akut akibat obat-obat anti-inflamasi non-steroid lainnya.
  • Penyakit jantung iskemik.
  • Penyakit arteri perifer.
  • Penyakit serebrovaskuler.
  • Gagal jantung kongestif.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

KALBEMED. http://www.kalbemed.com/Products-Diseases/Products/Read-Product-Article/ArtMID/458/ArticleID/598/DIVOLTAR
Diakses pada 31 Oktober 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Seringkali Dipaksakan, Otot Masih Nyeri Bolehkah Kembali Olahraga?

Bagi mereka yang baru pertama kali workout, mungkin sering bertanya: bila otot masih nyeri, bolehkah kembali berolahraga? Nyeri otot memang wajar terjadi setelah olahraga, terutama jika ini adalah latihan pertama setelah absen workout.
25 Nov 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
Seringkali Dipaksakan, Otot Masih Nyeri Bolehkah Kembali Olahraga?

Mengenal Sederet Cara Mengobati Rematik Tanpa Obat Medis

Cara mengobati rematik tak melulu harus menggunakan obat medis. Rematik adalah penyakit yang menyerang bagian persendian dan gejalanya yang paling sering muncul dan menganggu adalah nyeri sendi.Baca selengkapnya
Mengenal Sederet Cara Mengobati Rematik Tanpa Obat Medis

Kelelahan Kronis Berbahaya bagi Kesehatan, Ini Gejala dan Cara Mengatasinya

Kelelahan kronis menyebabkan Anda merasa kelelahan hebat meski sudah beristirahat. Anda juga bahkan sulit melakukan aktivitas sehari-hari. Lantas, bagaimana mengatasinya?
08 Oct 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Kelelahan Kronis Berbahaya bagi Kesehatan, Ini Gejala dan Cara Mengatasinya