Disulfiram bekerja dengan menghambat pemrosesan alkohol dalam tubuh
Disulfiram digunakan untuk mengurangi kecanduan alkohol.

Disulfiram merupakan obat yang digunakan untuk mengurangi kecanduan alkohol, tidak hanya untuk alkohol tetapi untuk minuman lainnya. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pemrosesan alkohol dalam tubuh.

Disulfiram (Antabuse)
Golongan

Disulfida

Kategori obat

Obat Resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis bersifat individual. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Kecanduan alkohol

  • Dewasa: 800 mg sebagai dosis tunggal pada hari pertama, dapat  dikurangi 200 mg setiap hari menjadi dosis tetap 100-200 mg setiap hari. Lakukan pemeriksaan terhadap penggunaan obat, dalam waktu kurang dari 6 bulan.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat disulfiram sebelum mengonsumsinya. Obat ini dikonsumsi dengan makan, tanpa makan, atau sesuai petunjuk dokter. Biasanya obat dikonsumsi pada pagi hari. Obat ini memiliki efek mengantuk. Jika sedang melakukan aktivitas di siang hari, minum obat ini sebelum tidur. Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis. Dosis yang disarankan biasanya tidak melebihi 500 miligram. Beri tahu dokter jika kondisi semakin memburuk.

Setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat disulfiram dapat menyebabkan efek samping berupa mengantuk, rasa lelah, sakit kepala, jerawat, dan rasa seperti logam di bawah mulut. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping berikut ini, yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Penurunan kemampuan seksual
  • Perubahan penglihatan
  • Perubahan mental
  • Mati rasa
  • Kejang
  • Kebingungan
  • Kelemahan otot

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika mengalami efek lain, tanyakan pada tenaga medis.

Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Penyakit ginjal
  • Epilepsi
  • Penyakit hati
  • Kerusakan otak
  • Penyakit jantung
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Gagal jantung
  • Penyakit arteri koroner
  • Gangguan kepribadian yang parah.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi mungkin akan terjadi jika disulfiram dikonsumsi bersamaan obat lain. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasikan dengan dokter. Sebab, dokter akan mengganti dosisnya apabila memang harus digunakan bersamaan obat lain. Berikut ini jenis obat yang saat dikonsumsi bersamaan obat lain, bisa menimbulkan interaksi tertentu.

Jenis Obat

Interaksi

Obat amitryptyline dan chlorpromazine

Peningkatan intensitas disulfiram-alkohol

Pimozide

Risiko sindrom otak organik dan choreoatphetosis

Isoniazid

Peningkatan insidensi kebingungan dan perubahan perilaku

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/disulfiram-oral-route/before-using/drg-20063488
Diakses pada 6 November 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/disulfiram
Diakses pada 6 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6676/antabuse-oral/details
Diakses pada 6 November 2018

Artikel Terkait