Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Diphenhydramine (Alias: Difenhidramin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty pada 04 Feb 2019
Diphenhydramine meredakan gejala alergi, meliputi ruam, gatal
Diphenhydramine adalah antihistamin digunakan meredakan gejala alergi, demam, dan pilek

Merk dagang yang beredar:

Ikadryl Injection, Otede, Arcodryl, Paradryl, Recodryl, Valdres

Diphenhydramine berfungsi dengan menghalangi histamin (zat alami) yang diproduksi oleh tubuh ketika reaksi alergi.

Obat ini adalah antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi, demam, dan pilek biasa. Gejala ini meliputi ruam, gatal, mata berair, mata/hidung/tenggorokan gatal, batuk, pilek, serta bersin. Mencegah dan mengobati mual, muntah, hingga pusing akibat mabuk perjalanan. Dapat juga membantu ketika sulit tidur karena obat ini akan membuat badan Anda rileks dan tertidur.

Diphenhydramine (Difenhidramin)
Golongan

Antihistamin

Kategori Obat

Obat bebas

Bentuk Obat

Tablet, sirup, kapsul, dan suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui
  • Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.
Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Oral

Kondisi Alergi

Terapi dan Pencegahan Mabuk Perjalanan

  • Dewasa: 25-50 mg 3-4 kali sehari. Untuk mencegah mabuk dalam perjalanan, berikan 30 menit sebelum melakukan perjalanan. Maks: 300 mg setiap hari.
  • Anak: usia 2 hingga kurang dari 6 tahun 6,25 mg 4-6 jam; 6-12 tahun 12,5-25 mg 4-6 jam. Untuk mencegah mabuk dalam perjalanan, dibutuhkan 30 menit sebelum melakukan perjalanan.

Penyakit Parkinson

  • Dewasa: Awalnya diberikan, 25 mg tiga kali sehari, lalu dapat dinaikkan sampai 50 mg 4 kali sehari jika dibutuhkan.

Terapi Insomnia Jangka Pendek

  • Dewasa: 50 mg dalam 30 menit sebelum tidur jika diperlukan.

Parenteral

Kondisi Alergi, Terapi dan Pencegahan Mabuk Perjalanan

  • Dewasa: Sebagai 1% atau 5% soln: 10-50 mg dengan injeksi IM dalam atau IV, hingga 100 mg jika diperlukan. Max: 400 mg per/hari.
  • Anak: 5 mg/kg sehari dalam 4 dosis terbagi menjadi suntikan IM dalam atau IV. Maks: 300 mg per/hari.

Penyakit Parkinson

  • Dewasa: Sebagai 1% atau 5% soln: 10-50 mg dengan injeksi IM atau IV dalam, hingga 100 mg jika diperlukan. Max: 400 mg per/hari.

Gangguan Kulit Pruritus

Topikal/kulit

  • Dewasa: Sebagai 1% atau 2% krim/gel/soln/stick: Oleskan ke bagian yang terpapar hingga 3-4 kali sehari.
  • Anak: Lebih dari 2 tahun sama dengan dosis dewasa.

Aturan pakai Diphenhydramine dengan benar

Ikuti saran dan resep dokter terlebih dahulu.

Tablet, kapsul, sirup, dan infus dapat diberikan bersamaan dengan atau tanpa makanan. Cairan seperti sirup harus sesuai takaran/ukuran khusus dengan sendok yang sudah disediakan. Jenis tablet dan bentuk obat yang mudah larut dapat langsung ditelan tanpa air.

Jangan menunggu rasa sakit semakin memburuk.

Efek Samping

Efek samping terjadi jika obat yang anjurkan dikonsumsi secara berlebihan, jika dikonsumsi secara berlebihan harus langsung ditangani oleh medis.

Efek samping yang dapat terjadi akibat menggunakan obat ini adalah:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Sakit perut
  • Sembelit
  • Penglihatan kabur
  • Mulut kering

Jika gejala-gejala yang dialami tersebut diatas menetap atau memburuk, segera hubungi dokter ataupun petugas medis.

Efek samping yang jarang namun serius, seperti:

  • Reaksi alergi berat (gatal-gatal, kemerahan, dan bengkak pada wajah, lidah, dan tenggorokan)
  • Perubahan mental (gelisah dan kebingungan)
  • Kesulitan buang air kecil
  • Detak jantung tidak teratur

Hubungi dokter jika efek samping tidak menghilang atau menjadi lebih buruk.

Peringatan

Lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Beberapa kewaspadaan atau tindakan pencegahan, seperti :

  • Gangguan kejang.
  • Bronkitis (infeksi pernapasan)
  • Kehamilan

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Asma
  • Obstruksi leher kandung kemih
  • Laktasi

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Memakai beberapa obat secara bersamaan dapat terjadi interaksi obat. Butuh saran dokter untuk menggunakan obat secara bersamaan, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan, seperti:

  • Efek zat pada depresan SSP (sistem saraf pusat) lain
  • Dengan mengonsumsi MAOIs dapat menimbulkan efek antikolinergik yang berkepanjangan dan bertambah
  • Efek menggunakan obat antikolinergik akan menimbulkan risiko yang buruk

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Drugs.com. https://www.drugs.com/drug-interactions/diphenhydramine.html
Diakses pada 1 November 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diphenhydramine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 1 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1428/diphenhydramine-oral/details
Diakses pada 1 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top