Diklovit tablet adalah obat untuk meringankan nyeri ringgan hingga sedang terutama yang berhubungan dengan peradangan pada saraf (neuritis).
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet
Produsen Novell Pharmaceutical Laboratories

Diklovit tablet adalah obat untuk meringankan nyeri ringgan hingga sedang terutama yang berhubungan dengan peradangan pada saraf (neuritis). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Diklovit tablet mengandung zat aktif natrium diklofenak, vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12.
Natrium diklofenak merupakan obat yang termasuk dalam golongan antiinflamasi non-steroid (AINS). Obat ini mampu meredakan nyeri dan mengurangi peradangan. Natrium diklofenak bekerja dengan menghambat produksi prostaglandin atau zat penyebab peradangan sehingga dapat mengurangi gejala nyeri akibat peradangan.
Vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 merupakan vitamin neurotropik yang berfungsi untuk menjaga, memelihara, dan menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf, menjaga kesehatan otot, dan memberikan asupan yang dibutuhkan agar saraf mampu bekerja dengan baik.

Mengatasi nyeri ringan hingga sedang dan peradangan seperti pada kondisi:

  • Nyeri haid (dismenore).
  • Nyeri akibat peradangan sendi (arthritis).
  • Nyeri pada peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).
  • Nyeri pada peradangan kronis pada sendi akibat kerusakan pada tulang rawan (osteoarthritis).
  • Sakit gigi.
  • Peradangan pada saraf (neuritis).
  • Sakit kepala sebelah (migrain).

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1 tablet sebanyak 3 kali/hari.

Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan.

  • Mual.
  • Muntah.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Nyeri pada perut.
  • Diare.
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Perut kembung.
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Luka pada dinding usus 12 jari (tukak duodenum).
  • Depresi.
  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan kecemasan.
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Kegagalan sumsum tulang memproduksi sel darah baru (anemia aplastik).
  • Reaksi alergi seperti ruam pada kulit.
  • Kelainan serius yang terjadi pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang akan atau telah menjalani operasi bypass jantung.
  • Pasien dengan gangguan ginjal atau hati yang berat.
  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus.
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Pasien yang mengalami sakit maag.
  • Pasien penderita perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan ginjal atau fungsi hati.
  • Pasien penderita lanjut usia.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.
  • Penggunaan bersama obat penghambat pembekuan darah seperti sarfarin, aspirin, kortikosteroid, heparin, dan fluoksetin dapat meningkatkan risiko perdarahan pada lambung.
  • Dapat meningkatkan efek samping siklosporin, metotreksat, siprofloksasin, lithium, dan glipizid.
  • Penggunaan bersama dengan kaptopril, enalapril, furosemid, dan hidroklortiazid dapat menurunkan efektivitas obat ini.
  • Penggunaan bersama levodopa, fenotoin, fenobarbital, sikloserin, penisilamin, dan siklosporin dapat menghambat efek neuromuskular.
  • Penggunaan bersama dengan kolkisin, kalsium, alkohol, asam askorbat, dan aminoglikosida dapat menurunkan absorpsi vitamin B12.
  • Penggunaan bersama dengan lithium, digoksin, metotreksat, dan obat antiinflamasi non-steroid lain dapat meningkatkan kadar obat ini dalam darah.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4284-4049/diclofenac-oral/diclofenac-sodium-enteric-coated-tablet-oral/details

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-934/pyridoxine-vitamin-b6
Diakses pada 14 Juli 2020

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-b6-benefits
Diakses pada 14 Juli 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/219822
Diakses pada 14 Juli 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/219545
Diakses pada 14 Juli 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait