Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Digoxin (Alias: Digoksin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty
Digoksin obat untuk penderita gagal jantung dan aritmia
Digoxin sebagai jenis obat glikosida jantung atau digitalis

Merk dagang yang beredar:

Fargoxin, Digoxin Indo Farma, Digoxin Sandoz, Digoxin NI, Lanoxin

Digoxin merupakan jenis obat yang dikenal sebagai glikosida jantung atau digitalis. Obat ini bekerja dengan menghalangi enzim Na+/K+- Adenosin Trifosfatase sehingga pertukaran natrium dan kalium pada sel-sel jantung terhambat. Terjaganya detak jantung secara normal dan berkurangnya ketegangan pada jantung.

Digoxin digunakan untuk penyakit gagal jantung dan mengobati Aritmia sehingga mengurangi resiko serangan jantung atau stroke serta membantu meringankan aktivitas keseharian, seperti berolahraga dan berjalan.

Digoxin (Digoksin)
Golongan

Glikosida jantung

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Kapsul, tablet, larutan, eliksir

Dikonsumsi oleh

Dewasa, anak, dan lansia

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Pada gagal jantung

Intravena

Terapi Emergensi pada Gagal Jantung

  • Dewasa: Untuk pasien yang belum menerima glikosida jantung dalam 2 minggu sebelumnya. 0,5-1 mg dengan infus IV sebagai dosis tunggal selama setidaknya 2 jam atau dalam dosis terbagi dengan masing-masing dosis yang diberikan selama 10-20 menit. Dosis pemeliharaan biasanya diberikan secara oral.

Oral

Gagal Jantung, Aritmia Supraventrikular

  • Dewasa: Digitalisasi cepat: Diberikan dosis 0,75-1,5 mg selama 24 jam pertama sebagai dosis tunggal atau dalam dosis terbagi setiap 6 jam untuk yang kurang mendesak atau kurang berisiko tinggi. Untuk gagal jantung ringan: Dosis muatan mungkin tidak diperlukan, 250 mcg 1-2 kali sehari. Untuk pasien dengan fungsi ginjal normal, konsentrasi plasma yang stabil biasanya dicapai dalam 7 hari. Dosis pemeliharaan: 125-250 mcg setiap hari tetapi dapat berkisar dari 62,5-500 mcg setiap hari.
  • Anak: Neonatus kurang dari 1,5 kg: Awal: 25 mcg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi selama 24 jam, kemudian 4-6 mcg/kg/hari dalam 1-2 dosis terbagi; neonatus 1,5-2,5 kg: Awal: 30 mcg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi selama 24 jam, kemudian 4-6 mcg/kg/hari dalam 1-2 dosis terbagi; Neonatus lebih dari 2,5 kg dan anak 1 bln-2 tahun: Awal: 45 mcg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi selama 24 jam, kemudian 10 mcg/kg/hari dalam 1-2 dosis terbagi. 2-5 thn: Awal: 35 mcg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi selama 24 jam, kemudian 10 mcg/kg/hari dalam 1-2 dosis terbagi. 5-10 thn: Awal: 25 mcg/kg/hari (maks: 750 mcg/hari) dalam 3 dosis terbagi selama 24 jam, kemudian 6 mcg/kg/hari (maks: 250 mcg/hari) dalam 1-2 dosis terbagi . 10-18 tahun: Awal: 0,75-1,5 mg/hari dalam 3 dosis terbagi selama 24 jam, kemudian 62,5-750 mcg/hari dalam 1-2 dosis terbagi. Kurangi dosis jika pasien diberikan glikosida jantung dalam 2 minggu sebelumnya.
  • Lansia: Dosis rendah akan diberikan oleh dokter.

Aturan pakai Digoxin dengan benar

Ikuti saran dan resep dokter terlebih dahulu.

Jika obat berbentuk cairan maka dalam mengukur dosis harus hati-hati dan gunakan pipet atau sendok yang telah disediakan produsen. Dosis diberikan berdasarkan usia, berat badan, tes laboratorium, dan respons terhadap pengobatan.

Jangan menunggu hingga rasa sakit semakin memburuk.

Efek Samping

Efek samping terjadi jika obat yang dianjurkan dikonsumsi secara berlebihan, jika dikonsumsi secara berlebihan harus langsung ditangani oleh petugas medis.

Efek samping yang dapat terjadi akibat menggunakan obat ini adalah:

  • Mual
  • Muntah
  • Pusing
  • Penglihatan kabur, penglihatan menjadi kuning (xanthopsia)
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Diare
  • Aritmia jantung
  • Kelemahan
  • Perubahan mental
  • Payudara pria yang membesar

Hubungi dokter jika efek samping tidak menghilang atau menjadi lebih buruk.

Peringatan

Lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika memiliki kondisi:

Blok jantung, usia lanjut, gangguan ginjal, kelainan fungsi tiroid, kehamilan, hipokalemia, hipertensi, penyakit jantung iskemik, dan gangguan irama jantung. Digoxin IV hanya dapat diberikan kepada pasien yang belum menerima glikosida jantung dalam 2 minggu sebelumnya.   

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Toksisitas digitalis
  • Irama jantung takikardi ventrikel, fibrilasi ventrikel, dan kardiomiopati obstruktif
  • Aritmia pada jaras aksesori (e.g.Wolff-Parkinson-White syndrome)

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Memakai beberapa obat secara bersamaan dapat terjadi interaksi obat. Butuh saran dokter untuk menggunakan obat secara bersamaan, dokter akan mengganti dosis obat tersebut. Berikut adalah beberapa interaksi yang dapat terjadi:

  • Menurunnya efektivitas disebabkan oleh fenitoin, neomisin, sulfasalazin, kaolin, pectin, antasida, dan pasien yang menerima radioterapi
  • Gangguan keseimbangan elektrolit seperti hipokalemia dan hipomagnesemia (akibat pemakaian diuretik, dan kortikosteroid)
  • Risiko toksisitas jantung meningkat

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/digoxin-oral-route/side-effects/drg-20072646
Diakses pada 31 Oktober 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/digoxin-oral-route/side-effects/drg-20072646
Diakses pada 31 Oktober 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/digoxin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 31 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top