Digoxin

02 Mar 2021| Ajeng Prahasta
Ditinjau oleh dr. Wisniaty
Digoxin digunakan untuk mengatasi gagal jantung dan gangguan irama jantung (aritmia)

Digoxin digunakan untuk mengatasi gagal jantung dan gangguan irama jantung (aritmia)

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Fargoxin, Digoxin Indo Farma, Digoxin Sandoz, Digoxin NI, Lanoxin

Deskripsi obat

Digoxin digunakan untuk mengatasi gagal jantung. Obat ini termasuk dalam kelas obat glikosida jantung. Dalam mengobati gagal jantung kongestif, digoxin biasanya dikombinasikan dengan obat diuretik dan penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE).

Mengobati gagal jantung akan membantu mempertahankan kemampuan untuk beraktivitas, seperti berjalan dan berolahraga. Selain itu, mengobati gagal jantung pun dapat dapat meningkatkan kekuatan jantung.

Selain mengobati gagal jantung, digoxin juga digunakan untuk mengatasi salah satu jenis gangguan irama jantung (aritmia) yang disebut fibrilasi atrium. Obat ini akan membantu membuat jantung berdetak lebih kuat, dengan ritme lebih teratur.

Digoxin (Digoksin)
GolonganKelas terapi : Obat jantung Klasifikasi obat : Glikosida jantung
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, injeksi
Dikonsumsi olehDewasa, anak-anak, dan lanjut usia
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan dogoxin antara lain:

  • Merasa bingung, pusing atau umumnya tidak enak badan
    Jika digoxin membuat Anda merasa pusing, berbaringlah agar Anda tidak pingsan, lalu duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan perkakas atau mesin sampai Anda merasa lebih baik.
  • Mual atau muntah, dan kehilangan nafsu makan
    Konsumsi makanan sederhana dan hindari makanan kaya atau pedas. Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi. Jika Anda mengalami gagal jantung, Anda mungkin perlu berhati-hati dengan jumlah air yang diminum.
  • Diare
    Minum banyak cairan untuk menghindari dehidrasi. Tanda-tanda dehidrasi, yaitu urine lebih sedikit dari biasanya, berwarna gelap, dan berbau tajam. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter. ika Anda mengalami gagal jantung, Anda mungkin perlu berhati-hati dengan jumlah air yang diminum.
  • Perubahan penglihatan
    Jangan mengendarai kendaraan atau menggunakan alat atau mesin sampai gejala ini berhenti.
  • Ruam kulit
    Mintalak rekomendasi obat kepada apoteker atau dokter..
  • Sakit kepala
  • Kelemahan
  • Kecemasan
  • Depresi

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan digoxin pada kondisi:

  • Kondisi gangguan jantung serius
  • Serangan jantung
  • Detak jantung melambat
  • Detak jantung tiba-tiba cepat
  • Penyakit ginjal
  • Gagal jantung
  • Gangguan irama jantung
  • Kehamilan dan menyusui
  • Lanjut usia
  • Anak-anak
  • Penyakit pernapasan berat
  • Sindrom malabsorpsi
  • Gangguan keseimbangan elektrolit
  • Gangguan fungsi tiroid
  • Riwayat muntah atau diare dalam waktu dekat

Digoxin IV hanya dapat diberikan kepada pasien yang belum menerima glikosida jantung dalam 2 minggu sebelumnya. Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C serta terlindung dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Toksisitas digitalis
  • Gangguan irama jantung, seperti takikardi ventrikel, fibrilasi ventrikel, dan kardiomiopati obstruktif
  • Gangguan sistem konduksi jantung yang bisa menyebabkannya berdebar kencang atau aritmia pada jaras aksesori, misalnya sindrom Wolff-Parkinson-White

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan digoxin pada ibu hamil.

Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Mual, muntah, diare, dan sakit perut
  • Detak jantung cepat, lambat, atau tidak seimbang
  • Perasaan pusing seperti akan pingsan
  • Feses berdarah atau hitam
  • Kebingungan, kelemahan, halusinasi, serta pikiran atau perilaku yang tidak biasa
  • Payudara bengkak atau nyeri
  • Penglihatan kabur atau penglihatan menguning
  • Pada bayi atau anak-anak dapat menyebabkan sakit perut, penurunan berat badan, keterlambatan pertumbuhan, dan perubahan perilaku

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Jika ingin menggunakan obat bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda terlebih dahulu. Dokter mungkin akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan bersamaan.

Penggunaan obat digoxin bersama obat-obatan lain dapat menyebabkan interaksi, seperti:

  • Amiodarone, clarithromycin, quinidine, ibuprofen, aspirin, atau antagonis kalsium
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan kadar digoxin dalam darah.
  • Arbutamine
    Penggunaan bersama arbutamine dapat meningkatkan risiko kerusakan jantung.
  • Diuretik dan kortikosteroid
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit, seperti hipokalemia dan hipomagnesemia.
  • Epinefrin, norepinefrin, atau dopamin
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan aritmia bertambah buruk.
  • Atazanavir, kalsium klorida, kalsium gluceptate, ceritinib, cisatracurium, dolasetron, itraconazole, lapatinib, atau saquinavir
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko aritmia.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/digoxin?mtype=generic
Diakses pada 11 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682301.html
Diakses pada 11 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/digoxin.html
Diakses pada 11 Februari 2021

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4358/digoxin-oral/details
Diakses pada 11 Februari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_digoxin_lanoxin/drugs-condition.htm
Diakses pada 11 Februari 2021

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/digoxin/
Diakses pada 11 Februari 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/digoxin-oral-tablet#about
Diakses pada 11 Februari 2021

medicinenet. https://www.medicinenet.com/digoxin/article.htm
Diakses pada 11 Februari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/digoxin-oral-route/description/drg-20072646
Diakses pada 11 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email