Digenta krim 10 g untuk mengibati berbagai macam dermatitis.
Digenta krim 10 g untuk mengibati berbagai macam dermatitis.
Digenta krim 10 g untuk mengibati berbagai macam dermatitis.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 110.000/tube (10 g) per Januari 2020
Kemasan 1 tube @ 10 g
Produsen Interbat

Digenta krim adalah obat yang berguna untuk mengobati peradangan pada kulit yang menyebabkan kulit memerah dan gatal (dermatitis). Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Digenta mengandung zat aktif gentamicin dan betamethasone.

Mengobati berbagai macam dermatitis, seperti:

  • Penyakit kulit kronis yang membuat kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah (dermatitis atopik).
  • Paparan kulit terhadap penyebab iritasi (iritan), seperti bahan kimia pada kosmetik, atau tanaman beracun atau paparan kulit terhadap penyebab alergi (dermatitis kontak).
  • Penyakit pada pembuluh darah yang terlihat lewat peradangan kulit akibat insufisiensi kronik pembuluh darah vena pada bagian bawah tungkai (dermatitis statis).
  • Kondisi kulit yang kemerahan dan mengelupas pada area tubuh yang luas (dermatitis eksfoliatif).
  • Penyakit kulit kronis yang dimulai dengan bercak kulit yang terasa gatal (neurodermatitis).
  • Peradangan yang terjadi pada kulit, rambut, kuku, dan selaput lendir (lichen planus).
  • Eksema.
  • Peradangan pada lipatan tubuh (intertrigo).
  • Peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas (psoriasis).
  • Gatal yang hebat, akut atau kronis pada daerah anogenital (pruritus anogenital).

Tiap 1 g:

  • Gentamicin sulfate setara dengan gentamicin 1 mg.
  • Betamethasone dipropionate setara dengan betamethasone 0,5 mg.

2-3 kali/hari.

Oleskan tipis-tipis pada tempat yang gatal, lalu gosok secara merata.

  • Kulit terasa terbakar.
  • Gatal.
  • Kulit kering.
  • Iritasi.
  • Peradangan yang terjadi pada tempat rambut tumbuh (folikulitis).
  • Pertumbuhan rambut yang tidak normal untuk umur, jenis kelamin, dan ras tertentu pada suatu bagian atau area tubuh tertentu (hipertrikosis).
  • Jerawat.
  • Warna kulit lebih terang atau putih yang tidak normal di bagian tubuh tertentu atau seluruh tubuh (hipopigmentasi).
  • Maserasi kulit.
  • Infeksi sekunder.
  • Atropi kulit.
  • Strecth mark (striae).
  • Biang keringat (miliaria).
  • Penderita yang hipersensitif terhadap salah satu macam komponen obat tersebut.
  • Penderita tuberkulosa kulit.
  • Infeksi virus pada kulit termasuk cacar (vaccinia), cacar air (varicella).
  • Cegah penggunaan untuk mata.
  • Hindari pemakaian yang luas atau lama pada masa kehamilan.
  • Pada penggunaan yang lama dari preparat yang mengandung antibiotika dapat menimbulkan pertumbuhan organisme yang tidak peka terutama jamur.
  • Bila terjadi superinfeksi selama pengobatan, maka harus disertai dengan terapi yang tepat.
  • Bila terjadi reaksi iritasi atau sensitisasi, hentikan pengobatannya.

Sesuai kemasan per Januari 2020

Artikel Terkait