Diflucan kapsul adalah obat yang digunakan untuk infeksi jamur kandidiasis, kandidiasis di kelamin, balanitis kandidiasis dan dermatomikosis
Diflucan kapsul adalah obat yang digunakan untuk infeksi jamur kandidiasis, kandidiasis di kelamin, balanitis kandidiasis dan dermatomikosis
Diflucan kapsul adalah obat yang digunakan untuk infeksi jamur kandidiasis, kandidiasis di kelamin, balanitis kandidiasis dan dermatomikosis
Diflucan kapsul adalah obat yang digunakan untuk infeksi jamur kandidiasis, kandidiasis di kelamin, balanitis kandidiasis dan dermatomikosis
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 138.013/strip (1 kapsul) per April 2019
Kemasan 1 box isi 5 strip @ 1 kapsul (150 mg)
Produsen Pifzer Indonesia

Diflucan kapsul adalah obat yang digunakan untuk infeksi jamur kandidiasis, kandidiasis di kelamin, balanitis kandidiasis dan dermatomikosis. Diflucan adalah obat yang mengandung fluconazole dan termasuk golongan obat keras yang perlu dibeli dengan resep dokter.

Untuk pengobatan cryptococcosis, infeksi jamur kandidiasis menyeluruh, kandidiasis di kelamin, balanitis kandidiasis, dermatomikosis.

Fluconazole 150 mg

Dewasa Meningitis kriptokokal:
Awal 1 x 400 mg/hari, kemudian 1 x 200-400 mg/hari, min 6-8 minggu.
Kandidemia, kandidiasis diseminata & infeksi kandidal invasif:
Awal 1 x 400 mg/hari, kemudian 1 x 200-400 mg/hari.
Kandidiasis orofaringeal:
1 x 50-100 mg/hari

Dikonsumsi bersama atau tanpa makanan, ditelan seutuhnya.

Gangguan sistem saraf, sakit kepala, gangguan gastrointestinal, gangguan hepatobilier, gangguan kulit dan jaringan subkutan, gangguan jiwa, gangguan telinga dan labirin, gangguan muskuloskeletal, jaringan tisu dan tulang, gangguan sistem darah dan limfatik, gangguan sistem kekebalan tubuh, gangguan metabolisme dan gizi, gangguan sistem saraf, gangguan jantung, gangguan pencernaan, gangguan hepatobiller, gangguan kulit dan jaringan subkutan.

Tidak dianjurkan untuk pasien yang sensitif terhadap obat yang mengandung atau berhubungan dengan azole, terfenadin, cisapride, astemizol, pimozid, & kuinidin.

Pasien dengan gangguan fungsi hati atau ginjal, intoleransi galaktosa, hamil, dan laktasi.

theophylline, quinidine, pimozide, astemizole, terfenadine, tacrolimus, sulfonylureas, rifampicin, rifabutin, fenitoin, kontrasepsi oral, hidroklorotiazid, siklosporin, ciupride, benzodiazepin, antikoagulan

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/diflucan/diflucan?type=brief&lang=id
Diakses pada 9 April 2019

Artikel Terkait