Diclofam Tablet 50 mg

01 Nov 2019| Aby Rachman
Diclofam tablet adalah obat untuk mengatasi pembengkakan dan peradangan otot, sendi, dan tendon.

Deskripsi obat

Diclofam tablet adalah obat untuk mengatasi nyeri, pembengkakan, dan peradangan pada otot, sendi, dan tendon. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Postanac kaplet mengandung zat aktif natrium diklofenak.
Diclofam Tablet 50 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 6.050/strip per Oktober 2019
Kemasan1 box isi 5 strip @ 10 tablet (50 mg)
ProdusenMolex Ayus

Indikasi (manfaat) obat

  • Meredakan nyeri akut.
  • Meringankan nyeri haid (dismenore primer).
  • Mengatasi sakit kepala sebelah (migrain).
  • Meringankan sakit gigi dan nyeri punggung.
  • Mengobati peradangan sendi.
  • Mengurangi gejala peradangan pada tulang belakang yang disertai gejala kaku dan nyeri (ankylosing spondylitis).
  • Mengatasi peradangan sendi (osteoarthritis).
  • Meredakan peradangan pada sendi yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri (rheumatoid arthritis).

Natrium diklofenak bekerja dengan menghambat enzim yang menyebabkan terjadinya inflamasi atau peradangan yaitu prostaglandin, dengan penghambatan prostaglandin maka akan membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit.

Komposisi obat

Natrium diklofenak 50 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dosis awal: pada hari ke-1 pengobatan dikonsumsi 3 tablet (150 mg)/hari pada hari pertama pengobatan dalam dosis terbagi, dengan jeda pemberian obat sesingkat mungkin. 
  • Dosis maksimal: 1 tablet (50 mg) sebanyak 2 kali/hari.
  • Dosis pemeliharaan: 1½- 2 tablet (75-100 mg)/hari dalam dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Berisitirahat dan konsumsi banyak cairan. Jangan minum alkohol terlalu banyak dan minta rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada apoteker anda. Sakit kepala biasanya hilang setelah minggu pertama minum diklofenak. Jika sakit kepala bertahan selama satu minggu lebih atau bahkan semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Pusing atau sakit kepala hingga membuat pasien merasa seperti sekelilingnya berputar (vertigo).
    Hentikan aktivitas yang dilakukan dan duduk atau berbaring hingga merasa lebih baik. Jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin jika Anda merasa pusing atau pusing. Efek samping ini akan hilang ketika sudah terbiasa mengonsumsi diklofenak.
  • Sakit perut, kembung, atau kehilangan nafsu makan.
    Hindari makanan yang mengandung gas seperti kacang polong, bawang merah, dan kacang-kacangan. Konsumsi makanan dalam jumlah sedikit, makan dan minum secara perlahan, dan olahraga secara teratur.
  • Mual.
    Cobalah untuk konsumsi diklofenak sesudah makan. Hindari makan terlalu banyak dan hindari makanan pedas.
  • Muntah atau diare.
    Konsumsi banyak air atau cairan. Hubungi dokter jika mengalami tanda dehidrasi seperti urin berkurang, urin berwarna gelap, dan berbau kuat. Jangan mengonsumsi obat lain tanpa konsultasi ke dokter atau apoteker.
  • Telinga berdering (tinnitus).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah batas normal (hipotensi).
  • Gangguan fungsi hati.
  • Luka pada saluran pencernaan.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan riwayat perdarahan pada saluran pencernaan atau luka pada lambung dan usus.
  • Koagulopati.
  • Pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita penyakit jantung iskemik.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang memiliki kadar lemak tinggi dalam darah (hiperlipidemia).
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien yang mengalami kekurangan kadar kalium dalam tubuh (hipovolemia).
  • Pasien yang mengalami asma, peradangan pada rongga hidung (rhinitis), peradangan paru yang dapat berkembang dalam jangka waktu panjang (PPOK), infeksi saluran pernapasan, lupus eritematous sistemik (SLE), gangguan jaringan ikat campuran, gangguan pembentukan heme (porfiria), penyakit mata termasuk infeksi pada mata.
  • Pasien penderita gangguan hati dan ginjal.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil pada trimester kedua.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang merokok.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap diklofenak atau obat NSAID lain.
  • Pasien yang mengalami gagal jantung sedang hingga berat.
  • Pasien yang mengalami jantung iskemik.
  • Pasien penderita penyakit arteri perifer.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular.
  • Pasien yang mengalami luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah atau penghambat pembekuan darah.
  • Wanita hamil pada trimester ketiga.
  • Pasien yang akan atau yang telah menjalani operasi bypass arteri koroner (CABG).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • NSAID lain, obat penghambat pembekuan darah, dan obat pengencer darah.
    Penggunaan bersama natrium diklofenak dapat menyebabkan peningkatan risiko luka dan perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Kortikosteroid dan obat SSRI.
    Penggunaan obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya luka atau perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Glikosida jantung.
    Glikosida jantung dapat meningkatkan risiko efek samping terkait dengan gangguan kardiovaskular.
  • Inhibitor ACE, diuretik, siklosporin, dan takrolimus.
    Obat di atas dapat meningkatkan risiko terjadinya peningkatan kadar kalium dalam darah dan menyebabkan gangguan ginjal.
  • Azitromisin.
    Azitromisin dapat meningkatkan terjadnya toksisitas hematologis.
  • Digoksin, lithium, metotreksat, dan fenitoin.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar obat dan risiko terjadinya toksisitas atau keracunan.
  • Kolestipol dan kolestiramin.
    Natrium diklofenak dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat kolestipol dan kolestiramin.
  • Mefiproston.
    Natrium diklofenak dapat mengurangi efek mifepriston.
  • Vorikonazol.
    Natrium diklofenak dapat meningkatkan konsentrasi puncak plasma jika dikonsumsi dengan penghambat CYP2C9 seperti vorikonazol.

Sesuai kemasan per November 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/diclofenac/?mtype=generic
Diakses pada 30 Juli 2020

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/diclofenac-oral-route/before-using/drg-20069748
Diakses pada 30 Juli 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a689002.html
Diakses pada 30 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Penyebab Nyeri Sendi yang Umum Terjadi

Penyebab nyeri sendi yang biasanya timbul tidak hanya berkisar pada asam urat saja, tetapi juga bisa dipicu oleh ankylosing spondylitis ataupun bursitis. Nyeri sendi yang timbul pada tulang belakang ini umumnya membuat ruas-ruas tulang belakang menyatu dan terasa sakit, hingga menimbulkan postur membungkuk.
04 Jul 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Kenali Penyebab Nyeri Sendi yang Umum Terjadi

Mengenal Uric Acid, Sumber Asam Urat Tinggi

Asam urat tinggi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah uric acid tinggi. Penderita asam urat umumnya akan merasa nyeri pada area sendi.
14 Jan 2020|Anita Djie
Baca selengkapnya
Mengenal Uric Acid, Sumber Asam Urat Tinggi

Suntik Steroid untuk Nyeri Sendi, Seperti Ini Prosedurnya

Suntik steroid untuk nyeri sendi merupakan prosedur penyuntikan obat kortikosteroid secara langsung ke sendi. Suntikan ini diketahui efektif meredakan nyeri sendi.
30 Apr 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Suntik Steroid untuk Nyeri Sendi, Seperti Ini Prosedurnya