Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Diclofenac (Alias: Diklofenak)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty pada 30 Nov -0001
Diklofenac tergolong obat antiinflamasi nonsteriod (NSAID).
Diklofenac merupakan obat antiinflamasi nonsteriod (NSAID).

Merk dagang yang beredar:

Cataflam / Cepat, Eflagen, Flamar, Flamar Eye drops, Galtaren 50 Gratheos, Kadit, Laflanac, Megatic Emulgel, Merflam, Potaflam, Proklaf, Renadinac, Troflam, Voltaren, Voltaren Emulge,l Zegren, Aclonac, Alflam, Anuva, Araclof, Atranac, Bufaflam Emulgel Cataflam Drops, Catanac, Deflamat-75 CR, Dicloflam, Diflam, Divoltar, Exaflam, Fenavel, Flamic, Flamigra, Flamsy, Flazen 50, Inflam, Kadiflam, Kaflam, Kalium Diklofenak, Kalium Diklofenak OGB Dexa, Kamaflam, Klotaren, Linac SR, Matsunaflam, Mirax, Nacoflar, Nadifen 25 / nadifen 50, Nadifen Eye Drop, Neurofenac, Nichoflam, Nilaren, Provoltar, Raost, Reclofen, Scanaflam, Scantarxen, Valto / Valto Forte, Volmatik, Voltadex Emulgel, Voltadex / Voltadex Retard, Voltaren Ophtha, Volten, Voren, Xepathritis, X-Flam

Obat ini termasuk golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Diclofenac digunakan untuk meredakan rasa sakit, pembengkakan, dan sendi yang kaku akibat artritis. Gejala-gejala yang sering muncul dalam aktivitas sehari-hari dapat dikurangi dengan mengonsumsi obat ini.

Diclofenac (Diklofenak)
Golongan

Antiinflamasi nonsteroid

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Kapsul, tablet, injeksi, patch

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C (Topikal): Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Kategori D (Parenteral): Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Nyeri Pasca Operasi

Intravena

  • Dewasa: Natrium diklofenak 75 mg dalam glukosa 5% atau NaCl 0,9% (sebelumnya gunakan Na bikarbonat sebagai buffer) yang diberikan melalui infus selama 30-120 menit atau dalam injeksi bolus, dapat diulang setelah 4-6 jam jika diperlukan. Jangka waktu maks: 2 hari.

Pencegahan Nyeri Pasca Operasi

Intravena

  • Dewasa: Natrium diklofenak : Awalnya, 25-50 mg diberikan dalam infus setelah 15-60 menit operasi selesai diikuti oleh 5 mg/jam. Atau, dosis awal dapat diberikan sebagai bolus ini selama 5-60 detik diikuti tambahan, dapat diulang setelah 4-6 jam jika perlu. Maks: 150 mg hari. Jangka waktu maks: 2 hari.

Peradangan Okular Pasca Operasi

  • Dewasa: Na diklofenak (0,1%): Teteskan pada mata yang tepat sebanyak empat kali sehari mulai dari 24 jam setelah operasi hingga 28 hari.

Bursitis, Nyeri dan Peradangan pada Penyakit Muskuloskeletal dan Sendi, Rheumatoid Artritis, Sprain, Strain, Tendinitis, Gout Akut, Dismenore

Oral

  • Dewasa: Na Diklofenak :75-150 mg/hari dalam dosis terbagi. Maks: 150 mg/hari.

Pereda Gejala Nyeri dan Peradangan Lokal

Topikal/kutan

  • Dewasa: Natrium diklofenak (1% gel): Aplikasikan pada area yang terpapar 3 atau 4 kali sehari.

Nyeri Akut

Transdermal

  • Dewasa: Terkilir, strain, memar: 1 patch dua kali sehari

Dosis diberikan sesuai resep yang sudah diberikan dokter

Aturan pakai Diclofenac dengan benar

Obat ini dikonsumsi segera setelah makan. Dilarang berbaring atau tidur selama 10 menit setelah minum obat. Jika tidak minum obat dengan jadwal secara teratur, dapat memperlambat penyerapan dan menunda pereda nyeri. Dosis diberikan sesuai dengan kondisi medis, gunakan dengan dosis efektif terendah dalam waktu singkat untuk mengurangi resiko efek samping.

Efek Samping

Efek samping terjadi jika obat yang dianjurkan dikonsumsi secara berlebihan, jika dikonsumsi secara berlebihan harus langsung ditangani oleh medis.

Efek samping yang dapat terjadi akibat menggunakan obat ini adalah sakit perut, mual, nyeri ulu hati, diare, sembelit, sakit kepala, mengantuk, telinga berdenging, perubahan mental, gejala gagal jantung, edema, dan kenaikan berat badan yang tidak biasa.

Efek samping yang serius, seperti:

  • Ulkus peptikum
  • Perdarahan saluran cerna, perforasi saluran cerna
  • Sindrom Stevens-Johnson
  • Toxic epidermal necrolysis
  • Jaundice

Hubungi dokter jika efek samping tidak menghilang atau menjadi lebih buruk.

Peringatan

Lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk melihat riwayat kesehatan.

Beberapa kewaspadaan atau tindakan pencegahan, seperti:

  • Riwayat penyakit serebrovaskular atau mempunyai risiko penyakit serebrovaskular
  • Hipertensi
  • Retensi cairan atau gagal jantung
  • Riwayat waktu pendarahan memanjang
  • Gangguan hati dan ginjal
  • Laktasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Hipersensitivitas
  • Dicurigai menderita ulkus peptikum atau pendarahan aktif saluran cerna, pendarahan pada kolon sigmoid, rektum, dan anus
  • Pasien dengan penyakit serebrovaskular dan hipertensi tidak terkontrol
  • Hipovolemia, dehidrasi, pendarahan serebrovaskular (termasuk yang dicurigai)
  • Kehamilan

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Memakai beberapa obat secara bersamaan dengan penggunaan diclofenac dapat menyebabkan interaksi obat. Butuh saran dokter untuk menggunakan obat secara bersamaan, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan. Berikut adalah beberapa interaksi yang dapat terjadi:

  • Meningkatkan kadar serum metotreksat
  • Penggunaan bersamaan dengan OAINS lain atau antikoagulan berkaitan erat dengan meningkatnya risiko pendarahan saluran cerna
  • Meningkatkan risiko nefrotoksisitas dengan ciclosporin atau triamterene.
  • Meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada kornea pada pasien dengan peradangan pada kornea
  • Colestyramine dan colestipol mengurangi bioavailabilitas diclofenac
  • Menurunnya konsentrasi plasma saat digunakan bersamaan dengan sukralfat
  • Penggunaan preparat mata diclofenac dapat menurunkan efikasi preparat mata asetilkolin dan karbakol
  • Dapat meningkatkan kadar serum litium dan digoksin

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
  • Nyeri sendi
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/diclofenac-oral-route/description/drg-20069748
Diakses pada 30 Oktober 2018

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/diclofenac/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 30 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4284-4049/diclofenac-oral/diclofenac-sodium-enteric-coated-tablet-oral/details
Diakses pada 30 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top