Diaformin XR Kaplet 500 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
no-image-drug

Deskripsi obat

Diaformin XR kaplet adalah obat untuk terapi tambahan dalam menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Diaformin XR kaplet mengandung zat aktif metformin.
Diaformin XR Kaplet 500 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaMetformin hidroklorida.
Kelas terapiAntidiabetes.
Klasifikasi obatBiguanida.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (500 mg)
ProdusenOtto Pharmaceutical Industries

Informasi zat aktif

Metformin adalah agen antihipoglikemia golongan biguanida yang dapat meningkatkan toleransi glukosa dengan menurunkan baik glukosa plasma basal dan postprandial. Obat ini dapat mengurangi produksi glukosa hepatik dengan menghambat glukoneogenesis dan glikogenolisis, menunda penyerapan glukosa pada usus, dan meningkatkan sensitivitas insulin dengan meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan glukosa perifer.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, metformin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara perlahan dan tidak lengkap dari saluran pencernaan. Makanan mengurangi tingkat dan sedikit memperlambat penyerapan. Ketersediaan hayati absolut sekitar 50-60%pada waktu puasa dan dapat berkurang jika dikonsumsi bersama makanan.
  • Distribusi: Mendistribusikan dan berkonsentrasi di hati, ginjal, dan saluran pencernaan; partisi menjadi eritrosit. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Tidak dimetabolisme.
  • Ekskresi: Melalui urin (90% dalam bentuk obat yang tidak berubah). Waktu paruh eliminasi sekitar 6,2 jam di dalam plasma dan sekitar 17,6 jam dalam darah.

Indikasi (manfaat) obat

  • Terapi tambahan pada pasien penderita diabetes melitus tipe 2 yang melakukan diet dan olahraga untuk menurunkan kadar gula darah.

Metformin mampu menurunkan produksi gula pada hati, mengurangi penyerapan gula oleh usus, dan meningkatkan sensitivitas insulin dengan meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan glukosa perifer.

Komposisi obat

Metformin 500 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis awal: 500 mg sebanyak 2-3 kali/hari atau 850 mg sebanyak 1-2 kali/hari. Dosis dapat ditingkatkan 2000-3000 mg/hari secara bertahap dengan interval waktu minimal selama 1 minggu.
  • Anak-anak 10 tahun ke atas: 500-850 mg/hari. Dosis dapat ditingkatkan 2000 mg/hari secara bertahap dengan interval waktu 1 minggu, dikonsumsi dalam 2 atau 3 dosis terbagi.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Peningkatan produksi asam laktat yang menyebabkan gangguan keseimbangan pada pH tubuh (asidosis laktat).
  • Kekurangan vitamin B12.
  • Rasa tidak nyaman pada dada.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Sesak napas.
  • Mual.
  • Nyeri pada perut.
  • Sensasi dada terasa panas atau seperti terbakar yang disebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan (heartburn).
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Kelelahan.
  • Lemas.
  • Nyeri otot.
  • Sakit kepala.
  • Ruam pada kulit.
  • Merasa sakit
    Konsumsi metformin bersama makanan untuk mengurangi rasa sakit, dan dapat meningkatkan dosis secara perlahan dengan interval wakktu 1 minggu.
  • Muntah atau diare.
    Minumlah air dalam jumlah sedikit dan minumlah sesering mungkin. Namun, jika Anda mengalami gejala dehidrasi seperti mengeluarkan urin berwarna gelap dan memiliki bau yang kuat, segera hubungi dokter Anda.
  • Sakit perut.
    Coba untuk beristirahat dan rileks dan makan lebih sering dan dalam jumlah yang lebih sedikit. Tempelkan bantal panas atau botol air panas tertutup pada berut. Jika rasa sakit semakin memburuk, segera hubungi dokter Anda.
  • Terasa logam pada mulut.
    Cobalah mengunyah permen karet bebas gula.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang berisiko mengalami peningkatan produksi asam laktat yang berlebih dalam tubuh (asidosis laktat).
  • Pasien penderita gagal jantung stabil.
  • Pasien yang mengalami dehidrasi.
  • Pasien penderita kelainan biokimia yaitu peningkatan kadar kreatinin dan nitrogen urea darah dan berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerular (azotemia prerenal).
  • Pasien penderita gangguan ginjal ringan hingga sedang.
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Anak-anak dan orang tua.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang mengalami kondisi tingginya tingkat keasaman darah yang terjadi akibat ketidakseimbangan kimia asam dan basa (metabolik asidosis) kronik atau akut yang tanpa atau disertai koma.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien yang mengalami kekurangan oksigen yang disebabkan penyakit akut atau kronis seperti gagal jantung atau gagal napas, serangan jantung, dan syok.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita gangguan ginjal berat.
  • Pasien penderita diabetes mellitus tipe 1 atau dengan komplikasi dari diabetes yang mematikan, yang disebabkan tingginya produksi asam darah tubuh (ketoasidosis diabetikum).

Metformin tidak disarankan untuk pasien dengan riwayat penyakit ginjal kronis karena diketahui berisiko menyebabkan lactic acidosis. Jika dibiarkan, lactic acidosis dapat menyebabkan kegagalan saluran napas akut sehingga jaringan dalam tubuh tidak dapat menggunakan oksigen (dysoxia) atau kekurangan oksigen (hypoxia) yang dapat menyebabkan kematian.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Insulin dan obat yang bekerja dengan meningkatkan sekresi insulin seperti sulfonilurea.
      Dapat meningkatkan risiko terjadinya penurunan kadar gula dalam darah (hipoglikemia).
    • Asetazolamid, diklorfenamid, NSAID, dan obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi) seperti penghambat ACE.
      Meningkatkan risiko terjadinya asidosis laktat.
    • Simetidin, dolutegravir, ranolazin, trimetoprim, candetanib, dan isavuconazol.
      Meningkatkan konsentrasi dalam plasma dan dapat meningkatkan efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Muncul perasaan tidak nyaman secara umum yang disertai kelelahan yang parah, pernapasan cepat atau menjadi pendek, kedinginan dan detak jantung melambat.
  • Perubahan warna pada kulit dan sklera mata yang menjadi kekuningan bisa menjadi gejala terjadinya gangguan pada hati.
  • Munculnya gejala anemia akibat kekurangan vitamin B12 seperti kelelahan ekstrim, kekurangan energi, lidah terasa pegal dan berwarna kemerahan, sariawan, kelemahan otot, dan terjadi gangguan penglihatan.
  • Ruam kulit, kemerahan atau gatal kulit bisa menjadi tanda gangguan pada kulit.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metformin Diakses pada 22 Juli 2020 Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/metformin/ Diakses pada 22 Juli 2020 Pionas. http://pionas.pom.go.id/monografi/metformin-hidroklorida Diakses pada 22 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Penyakit Terkait