Dexyclav sirup kering 60 ml diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Dexyclav sirup kering 60 ml diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Dexyclav sirup kering 60 ml diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Dexyclav sirup kering 60 ml diindikasikan untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 76.275/botol (60 ml) per Desember 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Meprofarm

Decyclav untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri pada saluran nafas bagian atas dan bawah, kulit dan saluran kemih. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Dexyclav mengandung amoxicillin anhydrous dan clavulanic acid sebagai zat aktifnya.

  • Infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti:
    • Infeksi saluran nafas bagian atas termasuk:
    • Sinusitis.
    • Radang amandel (tonsilitis).
    • Infeksi pada telinga bagian tengah, tepatnya pada rongga di belakang gendang telinga (otitis media).
  • Infeksi saluran nafas bagian bawah seperti:
    • Bronkitis akut dan kronis.
    • Infeksi yang menyerang paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak (pneumonia).
    • Kantung udara di paru-paru secara bertahap hancur, membuat napas lebih pendek (emfisema).
    • Abses paru-paru.
  • Infeksi jaringan lunak dan kulit seperti:
    • Abses.
    • Selulitis.
    • Infeksi luka.
  • Infeksi urogenital seperti:
    • Radang kantung kemih (sistitis).
    • Radang pada uretra (uretritis).
    • Infeksi panggul.
    • Gonore.
  • Tiap 5 ml:
    • Amoxicillin trihydrate setara amoxicillin anhydrous 125 mg.
    • Clavunate potassium setara clavulanic acid 31,25 mg.
  • Anak-anak:
    • 9 bulan-2 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3 kali/hari.
    • 2-7 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali/hari.
    • 7-12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Kocok botol untuk melepaskan serbuk dari gumpalan-gumpalan, kemudian tambahkan air sebanyak 56 ml, kocok kembali dan diamkan selama 5 menit hingga terdispersi sempurna.

  • Diare.
  • Gangguan saluran cerna.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Biduran (urtikaria).
  • Kemerahan pada kulit (erythematous rashes).
  • Kondisi dimana aliran empedu terhambat (cholstatic).
  • Penyakit kuning (jaundice).
  • Penderita yang hipersensitif terhadap penisilin.
  • Bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang diketahui peka terhadap penisilin.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal sedang sampai berat.
  • Penggunaan pada wanita hamil sebaiknya di hindari terutama pada trimester pertama.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati berat.

Probenesid.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Artikel Terkait