Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Dextrose (Alias: Glukosa)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty
Dextrose digunakan pada penderita diabetes mellitus untuk mengatasi kadar gula darah rendah
Hipoglikemia bisa terjadi akibat kadar gula darah dibawah normal, yang sering terjadi pada penderita diabetes

Dextrose (glukosa) merupakan bentuk gula alami yang digunakan untuk mengatasi kadar gula darah yang sangat rendah yang seringkali terjadi pada orang yang mengidap penyakit diabetes mellitus. Glukosa merupakan sumber energi yang dibutuhkan semua sel dan organ pada tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.

Dextrose juga menghasilkan kalori karbohidrat bagi seseorang yang tidak bisa makan karena sakit, trauma, terlalu banyak meminum alkohol, serta mengobati hiperkalemia (kadar kalium tinggi dalam darah).

Dextrose (Glukosa)
Golongan

Larutan pengganti cairan tubuh

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Infus, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat. Dextrose digunakan pada kondisi:

  • Hiperkalemia
  • Hipoglikemia

Dosis diberikan sesuai resep yang sudah diberikan dokter.

Aturan pakai Dextrose dengan benar

Injeksi dextrose harus diberikan hanya sebagai suntikan intravena. Dilarang menyuntikan obat pada bagian otot atau di bawah kulit.

Jika saat menggunakan obat ini Anda merasa terbakar, nyeri, atau bengkak. Beri tahu dokter jika kondisi semakin memburuk.

Efek Samping

Efek samping terjadi jika obat digunakan secara berlebihan, jika obat digunakan secara berlebihan harus langsung ditangani oleh medis.

Efek samping yang terjadi akibat menggunakan obat ini adalah:

  • Hiperglikemia
  • Diare
  • Merasa haus
  • Kesulitan bernapas
  • Kram perut
  • Nyeri dada
  • Muntah
  • Iskemik serebral, pendarahan serebral
  • Nekrosis jaringan
  • Hipophospataemia, hipomagnesemia, hiperglikemia

Hubungi dokter jika efek samping tidak menghilang atau menjadi lebih buruk.

Peringatan

Lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu apabila ditemukan kondisi:

  • Intoleransi karbohidrat
  • Pasien menderita diabetes mellitus
  • Lakukan pemeriksaan laboratorium berkala (konsentrasi elektrolit, asam-basa, kadar gula darah, fungsi hati dan ginjal)

Interaksi

Memakai beberapa obat secara bersamaan dengan penggunaan dextrose dapat menyebabkan interaksi obat. Butuh saran dokter untuk menggunakan obat secara bersamaan, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan.

Interaksi obat yang mungkin terjadi. Namun, dokter atau perawat dapat mencegah interaksi dengan mengubah penggunaan obat-obatan.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Drugs.com.  https://www.drugs.com/drug-interactions/glucose,dextrose.html
Diakses pada 17 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/dextrose-intravenous-route/before-using/drg-20073387
Diakses pada 17 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-154938/reguloid-dextrose-oral/details
Diakses pada 17 Desember 2018

Back to Top