Dextromethorphan

02 Mar 2021| Maria Yuniar
Ditinjau oleh dr. Wisniaty
Dextromethorphan digunakan untuk meredakan batuk kering yang disebabkan flu

Dextromethorphan digunakan untuk meredakan batuk kering yang disebabkan flu

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Actifed Plus Cough Suppressant, Brochifar/Brochifar Plus, Bisotulssin, Coldmix, Decolsin, Dextromethorphan Indo Farma, Ikadryl DMP, Lacoldin, Mersidryl, Panadol Cold & Flu, Romilar/Romilar Expectorant, Sanaflu Plus Batuk

Deskripsi obat

Dextromethorphan digunakan untuk meredakan batuk kering yang disebabkan flu. Obat ini meredakan batuk dengan cara mempengaruhi sinyal di otak yang memicu refleks batuk.

Walau dapat digunakan untuk mengobati batuk kering, dextromethorphan tidak efektif untuk mengatasi batuk berdahak. Selain itu, obat ini juga tidak dapat mengatasi batuk jangka panjang yang disebabkan peradangan pada saluran bronkus di paru-paru (bronkitis kronis), asma, kerusakan pada kantong udara pada paru-paru (emfisema), atau kebiasaan merokok.

Dextromethorphan (Dekstrometorfan)
GolonganKelas terapi : Antitusif atau penekan batuk Klasifikasi obat : Turunan opioid dan alkaloid
Kategori obatObat resep
Bentuk sediaan obatTablet, sirup, permen pelega tenggorokan atau lozenges
Dikonsumsi olehDewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusuiKategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol, tetapi ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Dosis obatDosis setiap orang berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Petunjuk umum konsumsi

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Oral
Penekan Batuk

  • Dewasa: Dosis umum sebanyak 10-20 mg per 4 jam atau 30 mg per 6-8 jam
    • Sediaan lepas lambat: 60 mg 12 jam, dosis maksimal sebanyak 120 mg setiap hari
    • Lozenges: Tidak dianjurkan mengisap lebih dari 10 lozenges setiap hari
  • Anak-anak:
    • Usia 4-6 tahun: Dosis umum sebanyak 2,5-5 mg per 4 jam atau 7,5 mg per 6-8 jam. Dosis maksimal sebanyak 30 mg setiap hari.
      Untuk sediaan lepas lambat sebanyak 15 mg per 12 jam. Max: 30 mg setiap hari.
    • Usia 6-12 tahun: Dosis umum sebanyak 5-10 mg per 4 jam atau 15 mg per 6-8 jam. Dosis maksimal sebanyak 60 mg setiap hari.
      Untuk sediaan lepas lambat sebanyak 30 mg per 12 jam. Dosis maksimal sebanyak 60 mg setiap hari.
      Untuk sediaan lozenges, tidak dianjurkan lebih dari 2 lozenges dalam 4 jam. Dosis maksimal sebanyak 7 lozenges setiap hari.
    • Usia lebih dari 12 tahun: Sama dengan dosis dewasa

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya
    Jika masih dekat dengan jadwal minum atau penggunaan obat sebelumnya, segera konsumsi atau gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan mengonsumsi atau menggunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat
    Jangan mengonsumsi atau menggunakan total dosis yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi atau menggunakan obat
    Jika sering lupa menggunakan atau mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal penggunaan atau minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Efek samping obat

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, jika terjadi efek samping yang mengganggu atau memburuk, segeralah cari bantuan medis.

Efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan dextromethorphan antara lain:

  • Mual atau muntah
    Cobalah mengonsumsi tablet dengan makanan. Pilihlah makanan ringan dan hindari makanan berat atau pedas.
  • Sakit perut
    Cobalah istirahat agar lebih rileks. Makan dan minumlah secara perlahan. Kompreslah perut Anda menggunakan handuk hangat atau botol berisi air panas. Jika Anda sangat kesakitan, hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Diare
    Cobalah minum banyak air untuk menghindari dehidrasi. Minumlah sedikit demi sedikit, tetapi sesering mungkin. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat.
  • Kesulitan tidur (insomnia)
  • Kehilangan nafsu makan
  • Pusing
  • Mengantuk
  • Gelisah atau gugup

Perhatian Khusus

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya. Hati-hati menggunakan dextromethorphan pada kondisi:

  • Riwayat penyalahgunaan obat
  • Anak-anak
  • Perawatan batuk pada anak-anak, terutama usia 12 tahun ke bawah
  • Kehamilan dan menyusui
  • Kerusakan hati
  • Alergi
  • Asma

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Penyimpanan

Simpan pada suhu antara 20-25°C. Lindungi dari cahaya matahari langsung.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Asma
  • Bronkitis, emfisema, atau kondisi lainnya
  • Penggunaan bersama atau dalam 14 hari setelah terapi MAOI atau SSRI

Kategori kehamilan & menyusui

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan dextromethorphan pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.

Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan jika Anda mengalami:

  • Pusing parah, kecemasan, perasaan gelisah, atau gugup
  • Kejang
  • Kebingungan atau halusinasi
  • Pernapasan lambat dan dangkal

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Interaksi obat mungkin terjadi bila beberapa obat dikonsumsi bersamaan. Jika ingin mengonsumsi obat bersamaan, konsultasikan ke dokter Anda terlebih dahulu. Bila perlu, dokter akan mengubah dosis obat atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi obat dextromethorphan dengan obat-obatan lain bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Antihistamin, psikotropika, dan obat depresi SSP lainnya
    Penggunaan bersama obat-obatan di atas dapat menambah efek pada sistem saraf pusat.
  • Penghambat enzim CYP2D6 poten, seperti fluoxetine, paroxetine, dan quinidine
    Penggunaan bersama obat di atas dapat menyebabkan keracunan.
  • MAOI (obat depresi) atau SSRI
    Penggunaan bersama obat di atas dapat meningkatkan risiko sindrom serotonin, seperti halusinasi dan hiperpireksia, yaitu demam dengan suhu tubuh mencapai 41,5°C, atau bahkan lebih.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-363/dextromethorphan-hbr-oral/details
Diakses pada 19 Februari 2021

Drugs. https://www.drugs.com/dextromethorphan.html
Diakses pada 19 Februari 2021

Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_dextromethorphan/drugs-condition.htm
Diakses pada 19 Februari 2021

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682492.html
Diakses pada 19 Februari 2021

Drugbank. https://go.drugbank.com/drugs/DB00514
Diakses pada 19 Februari 2021

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dextromethorphan?mtype=generic
Diakses pada 19 Februari 2021

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/dextromethorphan-oral-route/description/drg-20068661
Diakses pada 19 Februari 2021

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/drugs/dextromethorphan
Diakses pada 19 Februari 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email