Dexteem Plus Tablet

25 Nov 2020| Aby Rachman
Dexteem Plus tablet adalah obat yang digunakan untuk mengobati reaksi alergi dan peradangan.

Deskripsi obat

Dexteem Plus tablet adalah obat yang berguna untuk mengatasi kasus alergi yang memerlukan terapi untuk menambah hormon steroid, meredakan peradangan atau inflamasi, serta menekan kerja sistem kekebalan tubuh yang berlebihan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter Dexteem Plus tablet mengandung zat aktif dexchlorpheniramine maleate dan dexamethasone micronized. Kombinasi dexchlorpheniramine yang merupakan antihistamin dan dexamethasone yang merupakan obat kortikosteroid memiliki efek meredakan gejala alergi, demam, dan flu. Obat ini juga mampu meredakan ruam, mata berair, gatal pada mata, hidung, atau tenggorokan, batuk, pilek, serta bersin.
Dexteem Plus Tablet
HETRp 43.450/box per Oktober 2019
Kandungan utamaDexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate.
Kelas terapiAntihistamin dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatKortikosterod.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (2 mg)
ProdusenErlimpex

Informasi zat aktif

Dexamethasone termasuk dalam golongan obat yang disebut steroid. Steroid dapat membantu memblokir respons sistem kekebalan terhadap peradangan, sehingga mampu mencegah kerusakan ini.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, deksamethasone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam (oral).
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: Sekitar 77%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urine (hingga 65%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 4 ± 0,9 jam (oral).

Dexchlorpheniramine adalah antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi, hay fever, dan flu biasa. Gejala ini mungkin termasuk ruam, mata berair, mata, hidung, tenggorokan, dan kulit gatal, batuk, pilek, dan bersin. Obat ini bekerja dengan cara memblokir zat alami tertentu (histamin) yang dibuat tubuh Anda selama reaksi alergi dan memblokir zat alami lain yang dibuat oleh tubuh Anda (asetilkolin). Memblokir asetilkolin dapat membantu mengurangi gejala, seperti mata berair dan pilek.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dexchlorpheniramine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran GI. Makanan di perut menunda penyerapan, tetapi tidak mempengaruhi ketersediaan hayati.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa GI dan hati.
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak; obat dan metabolit diekskresikan dalam urine.

Indikasi (manfaat) obat

Dexchlorpheniramine dan dexamethasone dapat mengobati:

  • Peradangan rongga hidung (hay fever atau rhinitis alergi).
  • Pembengkakan saluran napas (asma).
  • Peradangan kulit akibat kontak dengan zat tertentu (dermatitis kontak).
  • Peradangan kulit akibat faktor genetik atau lingkungan luar (dermatitis atopik).
  • Reaksi alergi dan pilek, seperti gatal, ruam, mata dan hidung berair, serta bersin.

Dexamethasone merupakan salah satu obat golongan kortikosteroid yang serupa dengan hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Dexamethasone digunakan untuk mengurangi peradangan (bengkak, panas, kemerahan, dan nyeri) dan mengobati beberapa bentuk radang sendi (artritis), reaksi alergi, serta gangguan kulit, darah, ginjal, mata, tiroid, dan usus (kolitis).
Dexchlorpheniramine bekerja dengan cara memblokir zat histamin yang diproduksi tubuh selama terjadi reaksi alergi. Dexchlorpheniramine juga memblokir zat alami lain yaitu asetilkolin, sehingga obat ini mampu membantu mengurangi mata berair dan pilek.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas:

  • Dosis awal: 1 tablet dapat diulang 4-6 jam.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan dan sebelum tidur.

Efek samping obat

  • Mual atau muntah.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter, jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Diare.
    Untuk mengatasi diare ringan, Anda perlu mengganti cairan dan elektrolit (garam) yang hilang dengan meminum banyak air atau minuman olahraga kaya elektrolit. Hindari kopi, minuman berkafein, minuman manis, soda, dan alkohol karena memiliki efek pencahar. Sebaiknya, hindari juga produk susu.
  • Kesulitan buang air besar (sembelit).
    Konsumsilah lebih banyak makanan berserat tinggi seperti buah, sayuran segar, dan sereal, serta minumlah banyak air. Lakukan olahraga dengan berjalan-jalan atau berlari setiap hari. Jika cara ini tidak membantu, segera hubungi apoteker atau dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Pusing.
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Beristirahatlah yang cukup. Minum banyak cairan, terutama air dan hindari kopi, rokok, alkohol, serta obat-obatan.
  • Sakit perut.
  • Letakkan botol berisi air panas di perut Anda. Menghangatkan area perut dapat membantu mengendurkan otot dan mengurangi rasa sesak atau kram. Perbanyak minum air dan kurangi asupan kopi, teh, dan alkohol karena dapat memperparah rasa sakit.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan menstruasi.
  • Peningkatan nafsu makan.
  • Peningkatan berat badan.
  • Konstipasi (sembelit).
  • Penglihatan kabur.
  • Mulut, hidung, atau tenggorokan kering.

Perhatian Khusus

  • Pada pasien dengan masalah mata. Penggunaan dexamethasone dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah mata, seperti katarak atau peningkatan tekanan pada mata (glaukoma).
  • Pasien penderita tukak saluran pencernaan.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Hati-hati penggunaan pada  wanita hamil, ibu menyusui, dan anak-anak berusia 6 tahun ke bawah.
  • Pasien penderita peradangan pada usus besar.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Dexteem tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita tulang rapuh (osteoporosis).
  • Pasien penderita infeksi virus akut, seperti herpes zoster.
  • Pasien dengan kondisi kelenjar tiroid terlalu aktif.
  • Pasien dengan kondisi penyumbatan kandung kemih.
  • Pasien penderita infeksi jamur.
  • Pasien penderita pembesaran prostat.
  • Pasien dengan kondisi ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita kadar kolesterol tinggi
  • Pasien tukak lambung.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat penghambat pembekuan darah (antikoagulan).
    Penggunaan bersama antikoagulan dapat meningkatkan atau mengurangi waktu protrombin.
  • Diuretik hemat K dan karbenoksolon.
    Dapat meningkatkan risiko penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia) dengan diuretik hemat K dan karbenoksolon.
  • Rifampisin, carbamazepine, phenobarbital, phenitoin, primidon, aminoglutethimide, dan barbiturat.
    Metabolisme kortikosteroid ditingkatkan oleh rifampisin, carbamazepine, phenobarbital, phenitoin, primidon, aminoglutethimide, dan barbiturat, sehingga dapat menimbulkan efek samping.
  • Antidiabetik.
    Efek penurunan kadar gula dalam darah (hipoglikemik) antagonis dari agen antidiabetik.
  • Fenoterol, pirbuterol, reproterol, rimiterol, ritodrin, salbutamol, dan terbutalin.
    Menggunakan obat kortikosteroid dosis tinggi dengan fenoterol, pirbuterol, reproterol, rimiterol, ritodrin, salbutamol, dan terbutalin dosis tinggi dapat menyebabkan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
  • Obat tekanan darah tinggi (antihipertensi).
    Terjadi efek penurunan tekanan darah (hipotensi).

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami kesulitan bernapas, gangguan pada tenggorokan, pembengkakan bibir, lidah, atau wajah, serta gatal-gatal.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/alegi?type=brief&lang=id
Diakses pada 6 Oktober 2020

Ndrugs. https://www.ndrugs.com/?s=dexamethasone/dexchlorpheniramine%20maleate
Diakses pada 6 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10321/dexchlorpheniramine-maleate-oral/details
Diakses pada 6 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1027-5021/dexamethasone-oral/dexamethasone-oral/details
Diakses pada 6 Oktober 2020

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322409#about
Diakses pada 6 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/dexchlorpheniramine.html
Diakses pada 6 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email