Dextamine Kaplet

Dextamine kaplet adalah obat untuk mengatasi hay fever, asma kronis, dan mengobati reaksi alergi.

Deskripsi obat

Dextamine kaplet adalah obat untuk mengatasi peradangan rongga hidung (hay fever atau rhinitis alergi), asma, dermatitis kontak dan atopik, serta alergi obat. Dexamethasone merupakan salah satu obat golongan kortikosteroid, atau obat yang mengandung hormon steroid. Kortikosteorid secara alami diproduksi oleh kelenjar adrenal untuk menekan reaksi peradangan yang terjadi. Obat ini berfungsi sebagai anti-peradangan (antiinflamasi), antirematik, dan antialergi. Obat ini biasa dikombinasikan dengan dexchlorpheniramine maleate sebagai obat golongan antihistamin yang bekerja mengobati reaksi alergi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter.

Dextamine Kaplet
HETRp 22.690/strip per Maret 2019
Kandungan utamaDexamethasone dan dexchlorpheniramine maleat.
Kelas terapiAntihistamin dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatKortikosterod.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
ProdusenPhapros

Informasi zat aktif

Dexamethasone termasuk dalam golongan obat yang disebut steroid. Steroid, seperti dexamethasone membantu memblokir respons sistem kekebalan terhadap peradangan.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, deksamethasone diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran pencernaan. Waktu ketika obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) 1-2 jam (oral).
  • Distribusi: Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: Sekitar 77%, terutama pada albumin.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui urin (hingga 65%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) 4 ± 0,9 jam (oral).

Dexchlorpheniramine adalah antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi, hay fever, dan flu biasa. Gejala ini mungkin termasuk ruam, mata berair, mata, hidung, tenggorokan, dan kulit gatal, batuk, pilek, dan bersin. Obat ini bekerja dengan cara memblokir zat alami tertentu (histamin) yang dibuat tubuh Anda selama reaksi alergi dan memblokir zat alami lain yang dibuat oleh tubuh Anda (asetilkolin). Memblokir asetilkolin dapat membantu mengurangi gejala, seperti mata berair dan pilek.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dexchlorpheniramine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran GI. Makanan di perut menunda penyerapan, tetapi tidak mempengaruhi ketersediaan hayati.
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa GI dan hati.
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak; obat dan metabolit diekskresikan dalam urin.

Indikasi (manfaat) obat

  • Peradangan rongga hidung (hay fever atau rhinitis alergi).
  • Pembengkakan saluran napas (asma).
  • Peradangan kulit akibat kontak dengan zat tertentu (dermatitis kontak).
  • Peradangan kulit akibat faktor genetik atau lingkungan luar (dermatitis atopik).
  • Reaksi alergi dan pilek, seperti gatal, ruam, mata dan hidung berair, serta bersin.

Dexamethasone adalah obat golongan kortikosteroid yang serupa dengan hormon alami yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Dexamethason digunakan untuk mengurangi peradangan (bengkak, panas, kemerahan, dan nyeri) dan mengobati beberapa bentuk radang sendi (artritis), reaksi alergi, serta gangguan kulit, darah, ginjal, mata, tiroid, dan usus (kolitis).
Dexchlorpheniramine bekerja dengan cara memblokir zat alami (histamin) yang diproduksi tubuh selama reaksi alergi. Dexchlorpheniramine juga memblokir zat alami lain yang dibuat oleh tubuh (asetilkolin), sehingga menggunakan obat ini mampu membantu mengurangi mata berair dan pilek.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak-anak usia 12 tahun ke atas: 1-2 kaplet/hari sebanyak 4 kali/hari.
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: ½ kaplet sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Sakit kepala.
    Istirahat dan tidur yang cukup dapat membantu Anda menjadi lebih rileks. Jika Anda duduk dalam waktu lama, cobalah bangun dan sering-seringlah bergerak. Cobalah membuat rahang, leher, dan bahu Anda lebih rileks.
  • Pusing.
    Berbaringlah hingga pusing hilang, lalu bangun secara perlahan. Bergerak perlahan dan hati-hati dan beristirahat yang cukup. Minum banyak cairan, terutama air dan hindari kopi, rokok, alkohol, dan obat-obatan.
  • Sakit perut.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Gangguan menstruasi.
  • Peningkatan nafsu makan.
  • Peningkatan berat badan.
  • Konstipasi (sembelit).
  • Penglihatan kabur.
  • Mulut, hidung, atau tenggorokan kering.

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita kencing manis (diabetes melitus).
  • Pasien penderita radang usus besar.
  • Jangan melakukan imunisasi atau vaksinasi apa pun tanpa persetujuan dokter.
  • Pasien gangguan ginjal dan hati.
  • Pada pasien dengan masalah mata, penggunaan dexamethasone dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah mata, seperti katarak atau peningkatan tekanan pada mata (glaukoma).
  • Anak-anak di bawah usia 6 tahun.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan dextamine tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita tulang rapuh (osteoporosis).
  • Pasien penderita infeksi virus akut, seperti herpes zoster.
  • Pasien penderita infeksi jamur.
  • Pasien dengan kondisi kelenjar tiroid terlalu aktif.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi.
  • Pasien penderita kadar kolesterol tinggi
  • Pasien tukak lambung.
  • Pasien dengan kondisi penyumbatan kandung kemih.
  • Pasien pembesaran prostat.
  • Pasien dengan kondisi ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya
  • Pasien konstipasi (sembelit).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antikoagulan.
    Penggunaan bersama antikoagulan dapat meningkatkan atau mengurangi waktu protrombin.
  • Diuretik hemat K dan karbenoksolon.
    Dapat meningkatkan risiko penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia) dengan diuretik hemat K dan karbenoksolon.
  • Rifampisin, karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, primidon, aminoglutethimide, dan barbiturat.
    Metabolisme kortikosteroid ditingkatkan oleh rifampisin, karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, primidon, aminoglutethimide, dan barbiturat, sehingga dapat menimbulkan efek samping.
  • Antidiabetik.
    Efek penurunan kadar gula dalam darah (hipoglikemik) antagonis dari agen antidiabetik.
  • Fenoterol, pirbuterol, reproterol, rimiterol, ritodrin, salbutamol, dan terbutalin.
    Penggunaan bersama kortikosteroid dosis tinggi dengan fenoterol, pirbuterol, reproterol, rimiterol, ritodrin, salbutamol, dan terbutalin dosis tinggi dapat menyebabkan penurunan kadar kalium dalam darah (hipokalemia).
  • Antihipertensi.
    Efek penurunan tekanan darah (hipotensi) antagonis dari obat antihipertensi.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan dan hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Kesulitan bernapas.
  • Gangguan pada tenggorokan.
  • Pembengkakan bibir, lidah, atau wajah, serta gatal-gatal.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/alegi?type=brief&lang=id
Diakses pada 4 Oktober 2020

Ndrugs. https://www.ndrugs.com/?s=dexamethasone/dexchlorpheniramine%20maleate
Diakses pada 4 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10321/dexchlorpheniramine-maleate-oral/details
Diakses pada 4 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1027-5021/dexamethasone-oral/dexamethasone-oral/details
Diakses pada 4 Oktober 2020

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322409#about
Diakses pada 4 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/dexchlorpheniramine.html
Diakses pada 4 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email