Dexketoprofen (Alias: Ketoprofen)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty pada 01 Feb 2019
Penderita riwayat asma, gangguan hati berat, dan gagal jantung berat tidak disarankan menggunakan obat ini.
Sakit perut, diare, dan sakit kepala adalah beberapa efek samping yang bisa terjadi saat Anda mengkonsumsi obat ini.

Merk dagang yang beredar:

Altofen, Lantiflam, Nazovel, Rhetoflam, Kaltrofen, Nasaflam, Pronals, Anrema 50, Gatofen, Molaflam, Ovurila E50, Profecom, Gel Profenid, Protofen, Fetik Suppository, Hextrofen, Noflam, Ovurila Gel, Profenid, Profika, Suprafenid

Dexketoprofen merupakan obat golongan antiinflamasi nonsteroid yang digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang, dan juga mencegah serta mengobati bengkak, rasa sakit, serta radang sendi. Obat ini bekerja dengan menghalangi produksi zat alami tubuh yang menyebabkan peradangan.

Dexketoprofen (Ketoprofen)
Golongan

Obat antiinflamasi nonsteroid

Kategori Obat

Obat Resep

Bentuk Obat

Tablet, gel, dan suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan lansia

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat

Intramuskular

Nyeri dan peradangan yang berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal dan sendi, nyeri setelah operasi ortopedi

  • Dewasa: 50-100 mg dengan inj dalam ke otot gluteal setiap 4 jam. Maks: 200 mg dalam 24 jam hingga 3 hari.

Oral
Nyeri dan Peradangan

  • Dewasa: 25-50 mg setiap 6-8 jam. Maks: 300 mg/hari dalam dosis terbagi.
  • Lansia: Umur lebih dari 75 tahun kurangi dosis awal.

Penyakit Rheumatik

  • Dewasa: 100-200 mg/hari dalam 2-4 dosis terbagi. Maks: 300 mg/hari dalam dosis terbagi. Sebagai modifikasi pengaturan rilis obat: Berikan dosis satu kali sehari.
  • Lansia: Umur lebih dari 75 tahun Kurangi dosis awal.

Rektal

Penyakit Rheumatik

  • Dewasa: 100 mg di malam hari atau dua kali sehari. Dosis total yang direkomendasikan (gabungan oral dan rektal): Tidak melebihi 200 mg/hari.

Topikal/Kutaneus

Meredakan Nyeri Lokal

  • Dewasa: Sebagai 2,5% gel: Gunakan pada area yang nyeri 2-4 kali sehari sampai 10 hari. Dalam 30 mg plester: Gunakan 1 plester dua kali sehari.

Aturan pakai Dexketoprofen dengan benar

Baca petunjuk di kemasan obat Desoximetasone dan ikuti saran dokter.

Bentuk gel obat ini hanya digunakan khusus untuk kulit. Sebelum menggunakan obat ini, dianjurkan untuk membersihkan terlebih dahulu pada area kulit yang terpapar.

Bentuk tablet obat ini dikonsumsi satu kali sehari. Disarankan tidak berbaring selama 10 menit setelah meminum obat.

Jangan menghancurkan atau mengunyah kapsul karena dapat melepaskan semua obat sekaligus sehingga meningkatkan efek samping.

Beri tahu dokter jika kondisi semakin memburuk.

Efek Samping

Efek samping selalu ada pada setiap pemakaian obat. Efek samping terjadi jika obat yang anjurkan dikonsumsi secara berlebihan. Segera minta bantuan tenaga medis profesional jika hal ini terjadi.

Efek samping yang dapat terjadi akibat menggunakan obat ini adalah:

Ada juga efek samping yang jarang terjadi namun serius seperti, reaksi anafilaksis, pingsan, detak jantung cepat, perubahan pendengaran, sakit perut yang parah, kelelahan yang tidak biasa, dan kenaikan berat badan.

Hubungi dokter jika efek samping tidak menghilang atau menjadi lebih buruk.

Peringatan

Lakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu bila Anda memiliki kondisi medis berikut:

  • Pasien hipertensi
  • Gangguan ginjal atau hati
  • Riwayat gangguan saluran pencernaan (pendarahan, ulkus)
  • Kehamilan, laktasi, dan lansia

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Hipersensitivitas dengan Aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid lainnya
  • Riwayat asma
  • Gagal jantung berat
  • Gangguan hati berat

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Memakai beberapa obat secara bersamaan dapat menyebabkan interaksi obat. Butuh saran dokter untuk menggunakan obat lain secara bersamaan dengan obat ini, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan.

Obat ini dapat terjadi interaksi jikat dipakai secara bersamaan, seperti:

  • Meningkatkan kadar plasma lithium dan metotreksat
  • Menurunkan efektivitas obat antihipertensi (ACE inhibitor)
  • Meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna dengan warfarin
  • Meningkatkan risiko terjadinya gagal ginjal dengan diuretik

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ketoprofen-oral-route/before-using/drg-20069709
Diakses pada 29 Oktober 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/ketoprofen/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 29 Oktober 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5995-7186/ketoprofen-oral/ketoprofen-sustained-action-capsule-oral/details
Diakses pada 29 Oktober 2018

Artikel Terkait:
Back to Top