Dexigen 0,25% krim 5 g obat untuk meringankan peradangan dan gatal pada kulit yang responsif terhadap kortikosteroid.
Dexigen 0,25% krim 5 g obat untuk meringankan peradangan dan gatal pada kulit yang responsif terhadap kortikosteroid.
Dexigen 0,25% krim 5 g obat untuk meringankan peradangan dan gatal pada kulit yang responsif terhadap kortikosteroid.
Dexigen 0,25% krim 5 g obat untuk meringankan peradangan dan gatal pada kulit yang responsif terhadap kortikosteroid.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 23.823/tube (5 g) per Oktober 2019
Kemasan 1 tube @ 5 g
Produsen Ifars Pharmaceutical Laboratories

Dexigen adalah obat untuk mengobati berbagai macam kondisi kulit seperti gatal (pruritus), bengkak, dan kemerahan. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Dexigen mengandung zat aktif desoximetasone.

  • Meringankan manifestasi peradangan pada kulit
  • Meringankan gatal (pruritus) pada peradangan pada kulit yang responsif terhadap kortikosteroid.

Desoximetasone 0,25%

2-3 kali/hari

Oleskan tipis-tipis pada kulit yang terinfeksi.

  • Iritasi.
  • Peradangan yang terjadi pada folikel rambut yang disebabkan oleh infeksi bakteri (folikulitis).
  • Pertumbuhan rambut yang tidak normal untuk umur, jenis kelamin, dan ras tertentu pada suatu bagian atau area tubuh tertentu (hipertrikosis).
  • Erupsi yang menyerupai jerawat (acne).
  • Hilangnya atau berkurangnya warna kulit (hipopigmentasi).
  • Peradangan yang paling sering muncul di sekitar mulut (dermatitis perioral).
  • Peradangan berupa ruam gatal kemerahan pada kulit yang muncul akibat kontak langsung dengan zat tertentu dan mengiritasi kulit, atau merupakan reaksi alergi terhadap zat tertentu (dermatitis kontak alergi).
  • Maserasi pada kulit.
  • Infeksi sekunder.
  • Artopi kulit.
  • Striae miliaria.
  • Terutama pada bagian kulit yang tertutup rapat dapat timbul iritasi seperti:
  • Pasien penderita enyakit kulit yang menyerang wajah (rosacea).
  • Pasien penderita jerawat (acne vulgaris).
  • Pasien penderita peradangan yang paling sering muncul di sekitar mulut (perioral dermatitis).
  • Pasien penderita kondisi di mana rongga rektum terisi dengan nanah dan nanah tersebut muncul di sekitar anus (perianal).
  • Pasien penderita genital peruritis.
  • Pasien penderita erupsi napkin.
  • Pasien penderita infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula) (impetigo).
  • Pasien penderita infeksi herpes simplex.
  • Pasien penderita infeksi jamur candida
  • Pasien penderita infeksi jamur dermatofita.
  • Penderita yang hipersensitif.
  • Hanya untuk penggunaan luar.
  • Tidak untuk mata.
  • Penggunaan jangka panjang dari topikal kortikosteroid dapat menyebabkan supresi adrenal.
  • Penggunaan pada dosis yang besar, daerah yang luas dan penggunaan jangka panjang dengan pemakaian pembalut oklusif dapat menaikkan absorpsi dari steroid dan menaikan risiko efek sistemik.
  • Bila terjadi iritasi dan sensitisasi hentikan pengobatan.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait