Dexigen 0,25 % Krim 5 g

30 Okt 2019| Maria Yuniar
Dexigen 0,25% krim 5 g obat untuk meringankan peradangan dan gatal pada kulit yang responsif terhadap kortikosteroid.

Deskripsi obat

Dexigen adalah obat untuk mengobati berbagai macam kondisi kulit seperti gatal (pruritus), bengkak, dan kemerahan. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Dexigen mengandung zat aktif desoximetasone.

Dexigen 0,25 % Krim 5 g
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 23.823/tube (5 g) per Oktober 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaDesoksimetason.
Kelas terapiAntiinflamasi.
Klasifikasi obatKortikosteroid topikal.
Kemasan1 tube @ 5 g
ProdusenIfars Pharmaceutical Laboratories

Informasi zat aktif

Desoksimetason adalah obat kortikosteroid topikal yang menginduksi protein penghambat fosfolipase A2 (lipokortin) dan secara berurutan menghambat pelepasan asam arakidonat sehingga menekan pembentukan, pelepasan, dan aktivitas mediator kimia endogen seperti kinin, histamin, enzim liposom, dan prostaglandin sehingga mengurangi peradangan dan rasa gatal.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, desoksimetason diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi melalui kulit normal dan peningkatan absorpsi dapat meningkat pada kulit yang mengalami trauma atau peradangan.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urin dan feses.

Indikasi (manfaat) obat

  • Meringankan manifestasi peradangan pada kulit
  • Meringankan gatal (pruritus) pada peradangan pada kulit yang responsif terhadap kortikosteroid.

Komposisi obat

Desoximetasone 0,25%

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

2-3 kali/hari

Aturan pakai obat

Oleskan tipis-tipis pada kulit yang terinfeksi.

Efek samping obat

  • Iritasi.
  • Peradangan yang terjadi pada folikel rambut yang disebabkan oleh infeksi bakteri (folikulitis).
  • Pertumbuhan rambut yang tidak normal untuk umur, jenis kelamin, dan ras tertentu pada suatu bagian atau area tubuh tertentu (hipertrikosis).
  • Erupsi yang menyerupai jerawat (acne).
  • Hilangnya atau berkurangnya warna kulit (hipopigmentasi).
  • Peradangan yang paling sering muncul di sekitar mulut (dermatitis perioral).
  • Peradangan berupa ruam gatal kemerahan pada kulit yang muncul akibat kontak langsung dengan zat tertentu dan mengiritasi kulit, atau merupakan reaksi alergi terhadap zat tertentu (dermatitis kontak alergi).
  • Maserasi pada kulit.
  • Infeksi sekunder.
  • Artopi kulit.
  • Striae miliaria.
  • Terutama pada bagian kulit yang tertutup rapat dapat timbul iritasi seperti:

Perhatian Khusus

  • Hanya untuk penggunaan luar.
  • Tidak untuk mata.
  • Penggunaan jangka panjang dari topikal kortikosteroid dapat menyebabkan supresi adrenal.
  • Penggunaan pada dosis yang besar, daerah yang luas dan penggunaan jangka panjang dengan pemakaian pembalut oklusif dapat menaikkan absorpsi dari steroid dan menaikan risiko efek sistemik.
  • Bila terjadi iritasi dan sensitisasi hentikan pengobatan.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan dexigen krim pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita penyakit kulit yang menyerang wajah (rosacea).
  • Pasien penderita jerawat (acne vulgaris).
  • Pasien penderita peradangan yang paling sering muncul di sekitar mulut (perioral dermatitis).
  • Pasien penderita kondisi di mana rongga rektum terisi dengan nanah dan nanah tersebut muncul di sekitar anus (perianal).
  • Pasien penderita genital peruritis.
  • Pasien penderita erupsi napkin.
  • Pasien penderita infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula) (impetigo).
  • Pasien penderita infeksi herpes simplex.
  • Pasien penderita infeksi jamur candida
  • Pasien penderita infeksi jamur dermatofita.
  • Penderita yang hipersensitif.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Garis halu pada kulit (stretch marks).
  • Penipisan atau perubahan warna kulit.
  • Jerawat.
  • Pertumbuhan rambut yang ekstrim atau tidak diinginkan.
  • Peradangan pada folikel rambut karena infeksi (folikulitis).

Jika mengalami satu atau beberaapa gejala mengganggu, segera informasikan kepada dokter Anda. Jangan menghentikan obat tanpa persetujuan dari dokter.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Inilah Penyebab Psoriasis yang Harus Anda Waspadai

Faktor genetik diduga menjadi salah satu penyebab psoriasis, yang mengakibatkan penumpukan kulit mati. Obat-obatan pun bisa menjadi faktor lain pemicu psoriasis.
19 Mar 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Inilah Penyebab Psoriasis yang Harus Anda Waspadai

Tahukah Anda Matahari Memiliki Manfaat Kesehatan bagi Manusia?

Mulai dari membantu menurunkan berat badan, hingga mendukung kesehatan mental. Tapi jangan sampai berlebihan karena bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan
25 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Tahukah Anda Matahari Memiliki Manfaat Kesehatan bagi Manusia?

Mengenal Dermatitis Stasis, Peradangan Kulit Akibat Masalah Sirkulasi di Kaki

Dermatitis stasis adalah peradangan kulit yang terjadi akibat masalah sirkulasi di kaki. Kondisi ini rentan dialami orang berusia di atas 50 tahun dan lebih sering terjadi pada perempuan dibanding laki-laki.
12 Sep 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Mengenal Dermatitis Stasis, Peradangan Kulit Akibat Masalah Sirkulasi di Kaki