Dexclosan tablet obat untuk mengatasi kasus-kasus alergi dimana diperlukan terapi dengan kortikosteroid.
Dexclosan tablet obat untuk mengatasi kasus-kasus alergi dimana diperlukan terapi dengan kortikosteroid.
Dexclosan tablet obat untuk mengatasi kasus-kasus alergi dimana diperlukan terapi dengan kortikosteroid.
Dexclosan tablet obat untuk mengatasi kasus-kasus alergi dimana diperlukan terapi dengan kortikosteroid.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 4.500/strip per Oktober 2019
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet
Produsen Rama Emerald Multi Sukses

Dexclosan adalah obat untuk mengatasi kasus-kasus alergi dimana diperlukan terapi dengan kortikosteroid. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Dexclosan mengandung dexchlorpheniramine maleate, dexamethasone sebagai zat aktifnya.

  • Mengatasi kasus-kasus alergi dimana diperlukan terapi dengan kortikosteroid seperti:
    • Alergi rhinitis atau hay fever.
    • Kondisi medis yang menyebabkan jalan napas paru-paru membengkak dan menyempit (asma bronkial kronis) yang berat.
    • Tipe eksim yang dipicu oleh kontak zat tertentu (dermatitis kontak).
    • Radang kulit dalam jangka panjang, dengan kondisi merah, bersisik, kering dan gatal (dermatitis atopik).
    • Alergi obat.
    • Penyakit serum keadaan subakut dari reaksi anafilaksis (serum sickness).
    • infeksi pada konjungtiva (konjungtivitis alergis).
    • Peradangan atau inflamasi yang terjadi pada kornea mata (keratitis).
    • Peradangan bagian dalam hidung yang bukan disebabkan oleh alergi (riritis non-granulomatose).
    • Peradangan lainnya pada mata.

Dexchlorpheniramine maleate 2 mg, dexamethasone 0,5 mg

  • Dewasa dan anak-anak 12 tahun ke atas: 1-2 kaplet sebanyak 4 kali/hari
  • Anak-anak 6-12 tahun: ½ kaplet sebanyak 3-4 kali/hari

Dikonsumsi sesudah makan dan sebelum tidur.

  • Retensi garam dan cairan.
  • Susah buang air kecil.
  • Gangguan pencernaan.
  • Peningkatan nafsu makan.
  • Hambatan pertumbuhan.
  • Gangguan menstruasi.
  • Pusing.
  • Penglihatan kabur.
  • Gangguan mental.
  • Proses kematian pada tulang yang juga menyebabkan gangguan dari suplai pembuluh darah tulang (osteonekrosis).
  • Mulut kering.
  • Pelemasan otot.
  • Kumpulan gejala yang muncul akibat kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi dalam tubuh (sindrom cushingoid).
  • Luka pada dinding lambung (tukak lambung) aktif.
  • Infeksi sistemik.
  • Penderitanya mengalami pusing, sampai merasa dirinya atau sekelilingnya berputar (vertigo).
  • Hipersensitif.
  • Kerusakan pada lapisan mukosa, submukosa sampai lapisan otot saluran cerna yang disebabkan oleh aktivitas pepsin dan asam lambung yang berlebihan (ulkus peptikum).
  • Kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun (osteoporosis).
  • Ketidakseimbangan mental yang menyebabkan stress (prikoneurosis) berat.
  • Suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis (tuberkulosis).
  • Infeksi Jamur sistemik atau infeksi virus akut.
  • Terutama infeksi ruam di kulit yang terasa sakit, yang disebabkan oleh virus Varicella zoster (herpes zoster) pada mata.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita gagal ginjal kronis.
  • Stres.
  • Sindrom atau kumpulan gejala komplikasi serius dari penyakit ginjal kronis dan gagal ginjal (uremia).
  • Hipnotik.
  • Sedatif.
  • Diuretik.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait