Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Dexchlorpheniramine (Alias: -)

Ditulis oleh Anita Djie
Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Merk dagang yang beredar:

Alegi, Alerdex, Celestamine, Colergis, Domesone, Ocuson, Soldextam

Dexchlorpheniramine adalah obat antihistamin yang digunakan untuk mengatasi gejala alergi dan pilek, seperti gatal, ruam-ruam, mata dan hidung yang berair, serta bersin.

Sebagai antihistamin, dexchlorpheniramine bekerja dengan menghambat senyawa histamin dalam tubuh.

Dexchlorpheniramine dapat menyebabkan rasa kantuk dan pusing. Oleh karenanya, seusai mengonsumsi dexchlorpheniramine, Anda sebaiknya tidak melakukan kegiatan berisiko tinggi, seperti mengemudi, mengoperasikan mesin, dan sebagainya.

Dexchlorpheniramine (-)
Golongan

Antihistamin dan antialergi

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet dan sirup

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, namun penelitian terkontrol pada wanita hamil belum dilakukan. Atau penelitian terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping obat (selain penurunan fertilitas) yang tidak diperlihatkan pada penelitian terkontrol pada wanita hamil trimester I (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester berikutnya).

Dosis

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Alergi

  • Dewasa: Konsumsi dexchlorpheniramine sebanyak 2 mg setiap 4-6 jam sekali. Dosis maksimal per hari adalah 12 mg. Untuk tablet lepas lambat, konsumsi dexchlorpheniramine setiap 8-10 jam.
  • Anak-anak: Anak yang berusia 2-5 tahun hanya boleh mengonsumsi dexchlorpheniramine sebanyak 0,5 mg setiap 4-6 jam dengan dosis maksimal per hari sebesar 3 mg.
  • Anak yang berusia 6-12 tahun hanya dapat mengonsumsi Dexchlorpheniramine sebanyak 1 mg setiap 4-6 jam sekali dengan dosis maksimal per hari sebesar 6 mg.

Aturan pakai Dexchlorpheniramine dengan benar

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan dexchlorpheniramine sebelum penggunaan. Dexchlorpheniramine dapat dikonsumsi sebelum ataupun sesudah makan.

Konsumsi dexchlorpheniramine secara utuh tanpa dihancurkan, digigit, atau dipatahkan. Selalu konsumsi dexchlorpheniramine dengan segelas air dan sesuai dengan dosis yang telah diberikan oleh dokter.

Dexchlorpheniramine dalam bentuk sirup membutuhkan cangkir atau sendok takar agar bisa mengukur dosis yang tepat untuk dikonsumsi secara akurat. Bila Anda tidak memilikinya, belilah cangkir atau sendok takar khusus di apotek.

Efek Samping

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Dexchlorpheniramine dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Kesulitan untuk buang air kecil atau pembesaran prostat
  • Pusing, ngantuk, atau lemas

Segera hubungi dokter jika dexchlorpheniramine menyebabkan efek samping, seperti

  • Pembengkakan pada lidah, wajah, atau bibir
  • Ruam-ruam
  • Kesulitan bernapas
  • Tenggorokan tertutup

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Asma
  • Hipertiroidisme
  • Luka pada lambung
  • Hipertensi atau gangguan pada jantung
  • Glaukoma sudut tertutup atau mengalami peningkatan tekanan pada mata
  • Kesulitan buang air kecil, pembesaran prostat, atau memiliki masalah pada kantung kemih
  • Masalah kardiovaskular yang parah
  • Hamil dan menyusui
  • Orang lanjut usia
  • Gangguan pada ginjal dan hati
  • Epilepsi

Kontraindikasi

Jangan menggunakan dexchlorpheniramine jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Bayi yang baru lahir atau prematur
  • Mengonsumsi penghambat MAOI, seperti tranylcypromine (Parnate), isocarboxazid (Marplan), atau phenelzine (Nardil) dalam 14 hari terakhir

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi dexchlorpheniramine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti overdosis histamin, dan berbagai efek serius lainnya.

Jangan mengonsumsi dexchlorpheniramine apabila Anda mengonsumsi penghambat MAOI, berupa isocarboxazid (Marplan), tranylcypromine (Parnate), atau phenelzine (Nardil) dalam 14 hari terakhir.

Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengonsumsi:

  • Alkohol
  • Opioid analgesik
  • Betahistine
  • Obat antipsikotik
  • Obat untuk depresi, seperti doxepin (Sinequan), sertraline (Zoloft), paroxetine (Paxil), nortriptyline (Pamelor), fluoxetine (Prozac), dan amitriptyline (Elavil)
  • Obat untuk kecemasan atau gangguan tidur, seperti temazepam (Restoril), diazepam (Valium), triazolam (Halcion), alprazolam (Xanax), dan chlordiazepoxide (Librium).
  • Obat penenang, berupa barbiturat, dan sebagainya
  • Obat yang berefek pada telinga
  • Obat antimuskarinik

Informasi yg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Penyakit
Referensi

Drugs.com. https://www.drugs.com/dexchlorpheniramine.html#moreResources
Diakses pada 14 Agustus 2019

MIMS Indonesia. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dexchlorpheniramine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 14 Agustus 2019

Artikel Terkait:
Back to Top