Dexamethasone

04 Feb 2019| Lenny Tan
Ditinjau oleh dr. Wisniaty

Masalah pernapasan, arthritis, dan reaksi alergi dapat diobati dengan Dexamethasone.

Cortidex, Dexaharsen Injection, Camidexon, Corsona, Dexa-M Indexon, Kalmethasone, Lanadexon, Licodexon, Molacort, Oradexon, Pycameth, Scandexon

Dexamethasone termasuk golongan obat kortikosteroid. Obat ini bekerja dengan mengikat reseptor sitoplasma intraselular pada target jaringan secara spesifik.

Obat dexamethasone digunakan untuk menangani arthritis, reaksi alergi, gangguan usus, kanker tertentu, masalah pernapasan, mengurangi gejala seperti pembengkakan dan reaksi alergi. Obat ini juga dapat digunakan sebagai tes untuk gangguan kelenjar adrenal.

Dexamethasone dan Covid-19

Dexamethasone sedang diteliti sebagai obat untuk menangani Covid-19. Menurut informasi dari WHO, hasil awal riset menunjukkan bahwa obat ini dapat mengurangi risiko kematian pada pengidap Covid-19 yang membutuhkan bantuan oksigen atau menggunakan ventilator di rumah sakit.

Dari penelitian tersebut, bisa dikatakan bahwa penggunaan dexamethasone dinilai efektif jika diberikan pada pasien corona dengan kondisi yang cukup parah. Karena itu, obat ini tidak boleh digunakan untuk pencegahan Covid-19.

Hingga saat ini, penelitian masih terus dikembangkan guna membuktikan manfaat dexamethasone tersebut.

Dexamethasone (Deksametason)
Golongan

Kortikosteroid

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet, kapsul, suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Oral
Untuk screening test sindrom Cushing

  • Dewasa: 0,5 mg setiap 6 jam selama 48 jam setelah mengukur konsentrasi 17-hydroxycorticosteroid (17-OHCS) dalam 24 jam. Pada 24 jam kedua pemberian dexamethasone, urin dikumpulkan dan dianalisis untuk mengukur 17-OHCS dalam urin.

Antiinflamasi

  • Dewasa: 0,75-9 mg per hari dalam 2-4 dosis terbagi, dapat juga diberikan lewat suntikan intramuskular atau intravena.
  • Anak usia 1 bulan-tahun: 10-100 mcg/kg per hari dalam 1-2 dosis terbagi melalui rute oral, disesuaikan dengan respons; pada keadaan gawat darurat dapat diberikan sampai 300 mcg/kg per hari

Intra-artikular
Penyakit inflamasi sendi

  • Dewasa: 0,8-4 mg tergantung pada ukuran sendi yang terkena. Untuk injeksi pada jaringan lunak, dapat digunakan 2-6 mg. Injeksi dapat diulang setiap 3-5 hari untuk setiap 2-3 minggu.

Intravena
Meningitis bakteri

  • Dewasa: 0,15 mg/kg 4 kali sehari, diberikan 10-20 menit sebelum atau bersama dengan dosis pertama pengobatan anti infeksi. Terapi harus diberikan dalam 2-4 hari pertama pada pengobatan anti infeksi.
  • Anak usia 2 bulan-18 tahun: 150 mcg/kg setiap 6 jam selama 4 hari, dimulai sebelum atau bersama dengan dosis pertama pengobatan antibakteri.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan obat Dexamethasone sebelum menggunakan.

Obat ini sebaiknya dikonsumsi bersama makanan atau sesuai saran dari dokter. Tanyakan pada dokter cara menggunakan obat ini.

Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis. Jangan menambahkan dosis atau mengonsumsi lebih lama dari yang disarankan oleh dokter karena dapat menimbulkan resiko efek samping.

Jangan tiba-tiba berhenti menggunakan dexamethasone secara total karena dapat menyebabkan gejala putus obat yang mengganggu. Diskusikan dengan dokter Anda mengenai bagaimana cara menghindari gejala putus obat jika ingin berhenti mengonsumsi obat. 

Beri tahu dokter jika keadaan semakin memburuk.

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat Dexamethasone dapat menyebabkan efek samping seperti:

  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Sulit tidur
  • Nyeri ulu hati
  • Nyeri tulang sendi
  • Kejang
  • Tampilan menyerupai Cushing
  • Nafsu makan meningkat.
  • Perubahan menstruasi
  • Detak jantung cepat
  • Penggunaan inhalasi: Suara serak, kandidiasis oral dan tenggorokan
  • Penggunaan tetes mata: Masalah penglihatan, ulkus kornea, glaukoma
  • Penggunaan topikal: Penipisan kulit, memperlambat penyembuhan luka, iritasi lokal

Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada petugas medis profesional Anda.

Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Pemakaian obat mata pada infeksi virus, jamur di mata  
  • Infeksi yang aktif dan belum ditangani
  • Hipersensitif

Dexamethasone dapat melemahkan sistem imun sehingga meningkatkan risiko infeksi atau memperparah infeksi yang sedang diderita. Beri tahu dokter mengenai penyakit atau infeksi yang pernah dialami dalam beberapa minggu terakhir.

Keefektifan vaksin juga bisa menurun jika Anda menerimanya saat sedang mengonsumsi kortikosteroid seperti dexamethasone.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa melihatnya pada kemasan obat.

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi pada dokter Anda. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat Dexamethasone dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Dapat meningkatkan risiko hipokalemi ketika digunakan bersamaan dengan obat-obat yang mengurangi kalium seperti amfoterisin B dan loop diuretik.
  • Mengurangi efektivitas isoniazid, salisilat, vaksin, dan toksoid.
  • Dapat meningkatkan aktivitas dexamethasone dan cyclosporin ketika digunakan bersama.
  • Menggunakan bersamaan dengan obat aspirin atau etanol dapat meningkatkan resiko efek samping pada saluran cerna

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/dexamethasone-oral-route/before-using/drg-20075207
Diakses pada 1 November 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/dexamethasone/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 1 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1027-5021/dexamethasone-oral/dexamethasone-oral/details
Diakses pada 1 November 2018

Drugs.com. https://www.drugs.com/dexamethasone.html
Diakses pada 13 April 2020

WHO. https://www.who.int/news-room/detail/16-06-2020-who-welcomes-preliminary-results-about-dexamethasone-use-in-treating-critically-ill-covid-19-patients
Diakses pada 19 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Sudahkah Lakukan 7 Cara Memastikan Kamar Tidur Anak Bebas Alergi?

Pemicu terbesar alergi atau alergen di kamar tidur anak biasanya dari tungau dan juga bulu binatang. Penting untuk memastikan kamar tidur anak bebas alergi karena ia menghabiskan waktu yang lama di kamar.
14 Jan 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Sudahkah Lakukan 7 Cara Memastikan Kamar Tidur Anak Bebas Alergi?

Tips Memilih Masker Motor yang Aman saat Pandemi Corona

Masker motor sangat penting digunakan saat berkendara karena berfungsi melindungi wajah dari polusi. Jangan sembarangan memilih masker motor karena bisa berbahaya bagi Anda. Berikut adalah tips memilih masker motor.
20 May 2020|Adhenda Madarina
Baca selengkapnya
Tips Memilih Masker Motor yang Aman saat Pandemi Corona

Aktivitas di Tempat Umum yang Bisa Tingkatkan Risiko Penularan Virus Corona

Risiko penularan virus corona dari berbagai fasilitas publik masih ada. Untuk itu, perlu diperhatikan tempat dan kegiatan di tempat umum yang dapat meningkatkan risiko penularan virus corona.Baca selengkapnya
Aktivitas di Tempat Umum yang Bisa Tingkatkan Risiko Penularan Virus Corona