no-image-drug
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
Kemasan 1 box isi 6 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen Dexa Medica
Dexacef tablet adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi seperti infeksi kulit dan saluran kemih. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Dexacef tablet mengandung zat aktif sefadroksil.

Mengatasi berbagai infeksi:

  • Infeksi pada tenggorokan.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Peradangan pada lapisan tipis yang berada dalam dinding perut atau peritoneum (peritonitis).
  • Peradangan pada amandel (tonsilitis).
  • Peradangan pada faring (faringitis).
  • Infeksi saluran pernapasan.
  • Keracunan pada darah yang disebabkan adanya bakeri pada aliran darah (septikemia).

Sefadroksil merupakan antibiotik yang mampu bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Sehingga dapat menghentikan terjadinya berbagai infeksi bakteri.

Sefadroksil 500 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 1-2 g/hari dalam dosis tunggal atau dua dosis terbagi.
  • Anak-anak:
    • 6 tahun ke atas dengan berat badan 40 kg ke bawah: 30-50 mg/kg BB/hari dalam dosis tunggal atau dua dosis terbagi.
    • Dosis maksimal: 100 mg/kg BB/hari.
Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada pencernaan.
  • Demam.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Diare.
    Konsumsi banyak cairan untuk menggantikan cairan yang hilang. Jika diare berlanjut, menjadi parah, atau mengandung darah, segera hubungi dokter Anda.
  • Mual, muntah, gangguan pencernaan, sakit perut, dan peradangan pada lidah (glositis).
    Hindari makanan berat. Hindari makan kaya rasa, panas, atau pedas. Cobalah untuk mengonsumsi obat setelah makan.
  • Ruam pada kulit dan reaksi alergi lainnya.
    Segera hubungi dokter mungkin perlu penggantian obat.
Pasien yang memiliki alergi terhadap sefadroksil atau sefalosporin lainnya.
  • Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap pensilin atau obat golongan beta laktam lainnya.
  • Pasien dengan riwayat penyakit saluran pencernaan.
  • Pasien penderita asma.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
    • Antibiotik seperti tetrasiklin, eritromisin, sulfonamid, dan kloramfenikol.
      Penggunaan bersama antibiotik dapat menyebabkan efek antagonis.
    • Antibiotik aminoglikosida, polimiksin B, kolistin atau diuretik loop dosis tinggi.
      Sefadroksil dapat memperkuat efek kerusakan pada ginjal jika dikonsumsi dengan obat di atas.
    • Vitamin K.
      Sefadroksil dapat meningkatkan efek antikoagulan antagonis dari vitamin K.
    • Vaksin BCG, vaksin tifoid, dan natrium pikosulfat.
      Sefadroksil dapat mengurangi efek terapi BCG, vaksin tifoid, dan natrium pikosulfat.
    • Kontrasepsi oral.
      Sefadroksil dapat mengurangi efek kontrasepsi oral.
    • Kolestiramin.
      Sefadroksil dapat mengurangi ketersediaan hayati kolestiramin.
    • Probenesid.
      Sefadroksil dapat meningkatkan konsentrasi serum probenesid.
MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/cefadroxilDiakses pada 6 Agustus 2020MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/droxalDiakses pada 6 Agustus 2020Patient. https://patient.info/medicine/cefadroxil-for-infectionDiakses pada 6 Agustus 2020Drugs. https://www.drugs.com/mtm/cefadroxil.htmlDiaskes pada 6 Agustus 2020

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait