Dermovel 0,1 % Krim 10 g

27 Okt 2020| Lenny Tan
Dermovel 0,1% krim 10 g obat untuk meringankan gejala inflamasi dan pruritus.

Deskripsi obat

Dermovel krim adalah obat yang digunakan untuk mengatasi peradangan, gatal, dan kemerahan pada kulit Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Dermovel krim mengandung zat aktif mometason furoat.
Dermovel 0,1 % Krim 10 g
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 95.350/tube per Oktober 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaMometason furoat.
Kelas terapiAntialergi dan antiinflamasi.
Klasifikasi obatKortikosteroid topikal.
Kemasan1 box isi 1 tube @ 10 g
ProdusenFerron Par Pharmaceuticals

Informasi zat aktif

Mometason atau obat kortikosteroid bekerja menekan pembentukan, pelepasan dan aktivitas mediator kimiawi inflamasi endogen (misalnya kinin, histamin, enzim liposom dan prostaglandin) untuk mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal. Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, mometason diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi sebanyak 1%.
  • Distribusi: Volumi distribusi adalah 152 L dan ikatan protein plasma 98-99%.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme di hati oleh isoenzim CYP3A4.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui feses dan urin. Waktu obat dikeluarkan tubuh (paruh eliminasi) sekitar 5 jam.

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi berbagai kondisi kulit seperti:

  • Ruam merah dan bersisik pada kulit yang disebabkan karena terjadi peradangan kulit (eksim).
  • Peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas (psoriasis).
  • Peradangan pada kulit yang menyebabkan gatal, dan ruam pada kulit (dermatitis atopik).
  • Alergi dan ruam pada kulit.
  • Meredakan pembengkakan, gatal, dan kemerahan pada kulit.

Mometason atau obat kortikosteroid bekerja menekan pembentukan, pelepasan dan aktivitas mediator kimiawi inflamasi endogen (misalnya kinin, histamin, enzim liposom dan prostaglandin) untuk mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan gatal.

Komposisi obat

Tiap 1 g: mometason furoat 1 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Gunakan sebanyak 1 kali/hari.

Aturan pakai obat

Oleskan secara tipis dan merata di tempat yang terjadi peradangan.

Efek samping obat

  • Sensasi kulit seperti terbakar.
    Jika Anda merasa kulit seperti terbakar setelah menggunakan mometason furoat, Anda tidak perlu khawatir sebab efek samping ini akan berlangsung selama beberapa hari setelah itu kondisi kulit Anda akan membaik.
  • Penipisan kulit, garis samar pada kulit (stretch mark), perdangan kulit (dermatitis kontak alergi), jerawat, kulit kemerahan dan bintik seperti jerawat (rosacea), dan pertumbuhan rambut di tempat aplikasi.
    Efek samping tersebut biasanya hanya akan memengaruhi Anda jika Anda menggunakan mometasone untuk jangka waktu yang lama.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang memiliki infeksi yang aktif.
  • Pasien yang memiliki kulit yang terbakar atau rusak.
  • Pasien yang mengalami pengelupasan atau penipisan kulit.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap mometason atau steroid.
  • Pasien dengan jerawat atau bintik kemerahan seperti jerawat (rosacea).
  • Wanita hamil atau berencana untuk hamil.
  • Ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan dermovel krim pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan tuberkulosa kulit.
  • Pasien penderita cacar air (varisela).
  • Pasien yang memiliki penyakit yang dapat menjangkit mulut, kulit, dan alat kelamin yang disebabkan oleh virus (herpes simpleks).

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Omasetaksin.
    Penggunaan omasetaksin bersama dengan mometason furoat dapat meningkatkan risiko infeksi serius.
  • Mifepriston.
    Penggunaan mifepriston bersama dengan mometason furoat dapat meningkatkan keracunan (toksisitas) masing-masing obat.
  • Aldesleukin.
    Penggunaan mifepriston bersama dengan mometason furoat dapat menurunkan efektivitas dari aldesleukin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal obat sebelumnya, segera gunakan obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya gunakan obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan menggunakan total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa menggunakan obat.
    Jika sering lupa untuk menggunakan obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal pemakaian obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal pemakaian obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mometasone?mtype=generic
Diakses pada 4 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/loksin
Diakses pada 4 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/mometasone-for-severe-inflammatory-skin-conditions-elocon#nav-4
Diakses pada 4 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a687014.html#if-i-forget
Diakses pada 4 September 2020

ClevelandClinic. https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/18672-mometasone-skin-cream-lotion-or-ointment
Diakses pada 4 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Moluskum Kontagiosum yang Mirip Jerawat, Tapi Mudah Menular

Moluskum kontagiosum adalah infeksi kulit dengan gejala bintil-bintil seperti mutiara di kulit. Kondisi ini umum terjadi dan mudah menular. Karena itu, penting unutuk mengenali lebih jauh mengenai gejala, penyebab, dan cara menanganinya agar tak terus menyebar.
05 Jan 2020|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Moluskum Kontagiosum yang Mirip Jerawat, Tapi Mudah Menular

Kutil di Penis Bikin Pria Nelangsa, Hati-hati Seks Berisiko Jadi Penyebabnya

Kutil di penis utamanya disebabkan oleh infeksi human papillomavirus atau HPV. Penularan virus ini bisa terjadi akibat kontak seksual dengan penderitanya – sehingga Anda harus hati-hati dalam berhubungan seks.
19 Sep 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Kutil di Penis Bikin Pria Nelangsa, Hati-hati Seks Berisiko Jadi Penyebabnya

Ketika Muncul Biduran pada Bayi, Bagaimana Penanganan yang Tepat?

Biduran pada bayi adalah kondisi di mana kulit bayi memerah dan sedikit membengkak di beberapa bagian tubuh. Biduran ini dapat disebebkan oleh berbagai faktor seperti infeksi virus dan bakteri.
01 Apr 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Ketika Muncul Biduran pada Bayi, Bagaimana Penanganan yang Tepat?