Dermifar Krim 10 g

16 Sep 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HET
Kemasan
1 box isi 1 tube @ 10 g
Produsen
Ifars Pharmaceutical

Dermifar krim adalah obat untuk mengatasi infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur seperti kutu air, gatal pada selangkangan, dan kurap. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Dermifar krim mengandung zat aktif klotrimazol.

Mengatasi berbagai infeksi jamur seperti:

  • Kurap.
  • Infeksi jamur pada kulit yang disebabkan oleh jamur Candida albicans (kandidiasis).
  • Infeksi pada kulit yang disebabkan oleh Malassezia furfur (tinea versicolor).
  • Infeksi jamur yang menyebabkan kulit leher, dada, lengan, atau kaki menjadi lebih terang atau gelap (tinea corporis).
  • Gatal pada selangkangan (tinea cruris).
  • Kutu air (tinea pedis).

Klotrimazol berada dalam kelas obat antijamur yang disebut imidazol. Ia bekerja dengan menghentikan pertumbuhan jamur penyebab infeksi. Klotrimazol bekerja terutama dengan merusak penghalang permeabilitas di membran sel jamur. Klotrimazol menyebabkan penghambatan biosintesis ergosterol, unsur penting dari membran sel jamur. Jika sintesis ergosterol dihambat baik seluruhnya atau sebagian, sel tidak lagi mampu membangun membran sel yang utuh dan fungsional. Karena ergosterol secara langsung mendorong pertumbuhan sel jamur dengan cara seperti hormon, onset cepat dari kejadian di atas menyebabkan penghambatan pertumbuhan jamur yang bergantung.

Tiap 1 g: klotrimazol 10 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dioleskan sebanyak 2 kali/hari. Digunakan selama 2 hingga 4 minggu.

Oleskan pada bagian kulit yang terinfeksi.

  • Rasa seperti kebakar pada kulit.
    Ini biasanya hilang setelah beberapa saat. Konsultasikan kepada apoteker atau dokter Anda jika efek samping ini masih berlanjut.
  • Kemerahan pada kulit.
  • Iritasi pada kulit.
  • Nyeri pada kulit.

Pasien yang alergi terhadap kotrimazol.

  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dermifar
Diakses pada 31 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clotrimazole?mtype=generic
Diakses pada 31 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/clotrimazole/
Diakses pada 31 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4316/clotrimazole-topical/details
Diakses pada 31 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/clotrimazole-for-fungal-skin-infections-canesten
Diakses pada 31 Agustus 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00257
Diakses pada 31 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Pahami Gejala Infeksi Kulit Necrotizing Fasciitis

Necrotizing fasciitis merupakan infeksi kulit langka akibat bakteri yang menyebar dengan begitu masif. Penanganan cepat menjadi kunci kesembuhan. Gerbang masuk ke tubuh manusia paling mudah bagi bakteri adalah saat ada luka terbuka, luka bakar, gigitan serangga, hingga luka pascaoperasi. 
09 Jul 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Pahami Gejala Infeksi Kulit Necrotizing Fasciitis

Mengenal Penyebab Biduran pada Kulit yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab biduran pada kulit perlu diketahui untuk mencegahnya semakin parah. Biduran dapat terjadi akibat alergi, aktivitas di luar ruangan, dan gejala penyakit tertentu.
03 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengenal Penyebab Biduran pada Kulit yang Perlu Anda Waspadai

Mengenal Limfadenitis, Mulai dari Penyebab hingga Pengobatannya

Limfadenitis adalah peradangan pada kelenjar getah bening yang umumnya ditandai dengan pembengkakan. Terdapat berbagai pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk kondisi ini.
01 Sep 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Mengenal Limfadenitis, Mulai dari Penyebab hingga Pengobatannya